JAKARTA - Review Tesla Cybertruck akhirnya bisa disaksikan langsung di Indonesia. Mobil listrik bergaya futuristik ini resmi hadir lewat jalur importir umum dan langsung mencuri perhatian publik. Dengan banderol Rp5,6 miliar OTR Jakarta, Tesla Cybertruck bukan sekadar pikap biasa, melainkan simbol kendaraan masa depan yang tampil ekstrem dan berbeda dari mobil lain di jalanan.
Sejak pertama kali diperkenalkan, Tesla Cybertruck memang menjadi perbincangan global. Kini, unit yang masuk ke Indonesia adalah varian Dual Motor Foundation Series. Kehadirannya langsung menyedot perhatian karena desainnya yang benar-benar anti-mainstream. Dalam review Tesla Cybertruck kali ini, kesan pertama yang muncul adalah intimidatif, besar, dan futuristik.
Dimensinya pun tidak main-main. Panjang mobil ini sekitar 4,6 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 1,7 meter. Proporsinya membuat siapa pun terlihat kecil saat berdiri di sampingnya. Tak heran jika review Tesla Cybertruck ini menyebut tampilannya seperti kendaraan dari film fiksi ilmiah.
Desain Eksterior: Tajam, Minimalis, dan Gagah
Secara visual, bodi Tesla Cybertruck berbentuk tegas dan mengotak, bahkan sekilas menyerupai segitiga jika dilihat dari samping. Bagian depan tampil simpel namun elegan dengan garis LED horizontal yang khas.
Material bodinya menggunakan stainless steel tanpa cat, yang membuatnya terlihat industrial sekaligus unik. Konsekuensinya, sidik jari mudah menempel di permukaan bodi. Namun justru itulah ciri khas desain brutalist yang diusung Tesla.
Mobil ini menggunakan ban berukuran 285/65 R20, baik depan maupun belakang. Karena dimensinya panjang, Tesla menyematkan rear wheel steering serta sistem steer-by-wire. Teknologi ini membuat manuver kendaraan besar terasa lebih lincah dan modern.
Bak Belakang Super Kuat, Muat Hingga 11.000 Pound
Sebagai pikap listrik, daya angkut menjadi nilai penting. Bagian belakang Tesla Cybertruck bisa dibuka otomatis lewat tombol. Tailgate juga sudah elektrik dan kokoh.
Kapasitas angkutnya diklaim mencapai 11.000 pound. Area bak cukup luas dan bahkan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan camping. Tersedia lampu penerangan serta pengait tambahan untuk mengamankan barang bawaan.
Desain pintu pun berbeda dari mobil konvensional. Tidak ada handle tradisional. Pengguna cukup menggunakan kartu akses dan menekan panel untuk membuka pintu.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Sepeda Listrik Terbaik, Jarak Tempuh Tembus 60 Km dan Harga Mulai Rp3 Jutaan
Interior Minimalis dengan Layar Raksasa
Masuk ke kabin, nuansa minimalis langsung terasa. Tidak ada tombol fisik konvensional. Semua pengaturan terpusat di head unit layar besar di tengah dashboard.
Setirnya bergaya futuristik dan sudah mengadopsi steer-by-wire. Jok depan model semi bucket seat dengan bantalan empuk. Pilar A terlihat cukup besar, yang berpotensi memengaruhi visibilitas, meski tetap dalam batas wajar.
Semua kontrol seperti AC, pengaturan setir, hingga sistem hiburan tersedia di layar. Bahkan kisi-kisi AC pun tidak terlihat secara konvensional, namun udara tetap mengalir dari celah tersembunyi.
Kabin Belakang dan Fitur Hiburan Lengkap
Di baris kedua, ruang kepala masih cukup lega untuk penumpang dengan tinggi 165 cm. Namun bagi yang bertinggi di atas 180 cm, ruang kepala bisa terasa lebih terbatas karena atap yang landai.
Bangku belakang dapat menampung tiga penumpang lengkap dengan tiga headrest. Tersedia layar tambahan di tengah yang dapat mengontrol AC serta mengakses hiburan seperti Netflix, YouTube, hingga Twitch.
Fitur digital menjadi salah satu daya tarik utama. Seperti model Tesla lainnya, pendekatan teknologi menjadi fokus utama.
Harga Tesla Cybertruck di Indonesia
Untuk pasar Indonesia, Tesla Cybertruck dibanderol Rp5,6 miliar OTR Jakarta. Unit ini dipasarkan melalui Glamour Autobotik di kawasan Pondok Indah.
Harga tersebut memang menempatkannya di segmen ultra-premium. Pertanyaannya, siapa target pasarnya? Dengan desain ekstrem dan harga fantastis, Cybertruck kemungkinan besar menyasar kolektor, pengusaha sukses, atau pecinta teknologi yang ingin tampil berbeda.
Di tengah tren elektrifikasi kendaraan, kehadiran Cybertruck memperlihatkan bagaimana mobil listrik tidak lagi sekadar soal efisiensi, tetapi juga gaya hidup dan identitas.
Apakah Tesla Cybertruck cocok untuk Indonesia? Secara ukuran dan harga, mungkin bukan untuk semua orang. Namun sebagai simbol masa depan otomotif, mobil ini jelas berhasil mencuri perhatian.
Editor : Divka Vance Yandriana