Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Road Trip Tesla Autopilot 36 Jam dari Texas ke Chicago, Gratis Tapi Bikin Frustrasi?

Divka Vance Yandriana • Kamis, 26 Februari 2026 | 19:50 WIB

Road trip Tesla Autopilot Texas–Chicago gratis biaya, tapi memakan 36 jam. Worth it atau bikin kapok?
Road trip Tesla Autopilot Texas–Chicago gratis biaya, tapi memakan 36 jam. Worth it atau bikin kapok?

JAKARTA - Road trip Tesla Autopilot dari Texas ke Chicago membuktikan satu hal: teknologi canggih belum tentu selalu praktis. Perjalanan lintas negara bagian sejauh lebih dari 1.700 kilometer itu awalnya diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 17 jam. Namun kenyataannya, road trip Tesla Autopilot tersebut berubah menjadi perjalanan hampir 36 jam.

Eksperimen ini dilakukan menggunakan SUV dari Tesla, Inc. dengan fitur Autopilot aktif hampir sepanjang perjalanan. Tujuannya sederhana: menguji biaya, konsistensi Autopilot, kenyamanan, serta total waktu tempuh dibandingkan mobil bensin konvensional.

Hasilnya? Campur aduk antara kagum dan frustrasi.

Menurut estimasi awal, jika menggunakan SUV bensin, biaya bahan bakar perjalanan Texas–Chicago bisa mencapai sekitar 220 dolar AS. Namun dalam road trip Tesla Autopilot ini, biaya pengisian daya tercatat nol dolar. Supercharger yang digunakan sepanjang rute tidak membebankan biaya tambahan kepada pengemudi.

Baca Juga: Perbedaan Baterai LiFePO4 dan Lithium-Ion Terungkap, Ini Dampaknya ke Top Speed Sepeda Listrik

Biaya Nol, Tapi Waktu Membengkak

Secara finansial, perjalanan ini tergolong impresif. Tidak ada pengeluaran untuk “bahan bakar” selain makanan selama perjalanan. Namun waktu menjadi harga yang harus dibayar mahal.

Google Maps memperkirakan perjalanan sekitar 17 jam. Akan tetapi, mobil listrik tidak bisa sekadar berhenti lima menit di SPBU lalu melanjutkan perjalanan. Pengisian daya membutuhkan waktu 15–50 menit setiap kali berhenti.

Sepanjang perjalanan, rombongan harus berhenti di sekitar 10 hingga 11 titik Supercharger. Bahkan beberapa kali harus menyimpang 5–10 mil dari rute utama hanya untuk mencapai lokasi pengisian daya. Akumulasi waktu inilah yang membuat total perjalanan membengkak hingga hampir 36 jam.

Baca Juga: Sepeda Listrik Winfly D66A Bisa Dikontrol Smartphone, Fitur Smart Lock & NFC, Harga Cuma Rp3 Jutaan!

Kondisi cuaca dingin dan bersalju juga memperburuk efisiensi baterai. Jarak tempuh yang ditampilkan di layar sering kali tidak akurat dibanding konsumsi nyata di lapangan. Pengemudi bahkan harus menurunkan kecepatan di bawah 65 mph demi memastikan baterai cukup hingga Supercharger berikutnya.

Autopilot Jadi Bintang Utama

Meski durasi perjalanan menjadi kelemahan besar, fitur Autopilot justru menjadi sorotan positif. Di jalan tol lurus sejauh ratusan mil, Autopilot mampu mengendalikan mobil hampir sepenuhnya.

Pengemudi tetap wajib menyentuh setir setiap beberapa detik sebagai tanda tetap waspada. Namun secara praktik, fitur ini membuat perjalanan panjang terasa jauh lebih ringan. Pengemudi dapat beristirahatkan mata sejenak, menikmati pemandangan, atau berbincang tanpa tekanan mental seperti mengemudi manual nonstop.

Dalam beberapa situasi seperti pekerjaan jalan (road work) atau penyempitan lajur, sistem kamera Tesla sempat kesulitan membaca marka. Di momen-momen tersebut, pengemudi harus mengambil alih kendali penuh.

Baca Juga: Sepeda Listrik Harga 1 Juta Ada Nggak? Ini 10 Rekomendasi Sepeda Listrik Terbaik 2023 Mulai Rp4 Jutaan

Namun secara keseluruhan, Autopilot dinilai sangat konsisten untuk penggunaan di jalan tol jarak jauh. Sistem navigasi bahkan otomatis menentukan titik Supercharger sepanjang rute.

Supercharger: Antara Seru dan Melelahkan

Setiap pemberhentian sebenarnya menghadirkan pengalaman berbeda. Ada yang menyenangkan karena bisa makan bersama dan beristirahat, ada pula yang terasa melelahkan karena dilakukan tengah malam di suhu dingin.

Supercharger mengisi daya sangat cepat pada 10–15 menit pertama. Namun setelah itu laju pengisian melambat. Dalam praktiknya, banyak waktu terbuang bukan hanya untuk charging, tetapi juga karena jarak Supercharger yang berjauhan.

Di beberapa titik, jarak tempuh yang tersisa dan jarak ke pengisi daya berikutnya sangat tipis selisihnya. Situasi ini menimbulkan kecemasan tersendiri, terutama saat suhu dingin mengurangi efisiensi baterai.

Skor Akhir: Layak atau Tidak?

Dari sisi biaya, road trip Tesla Autopilot jelas unggul. Nol dolar untuk perjalanan lintas negara bagian adalah pencapaian luar biasa.

Namun dari sisi kenyamanan waktu, skor yang diberikan hanya 4 dari 10. Terlalu banyak pemberhentian dan deviasi rute membuat perjalanan terasa panjang dan melelahkan.

Untuk konsistensi Autopilot sendiri, sistem ini dianggap sangat membantu dan menjadi nilai jual utama Tesla. Pengalaman berkendara terasa seperti menjadi penumpang di dalam mobil sendiri.

Kesimpulan akhirnya cukup tegas: mobil Tesla sangat menyenangkan untuk digunakan, Autopilot sangat membantu, tetapi perjalanan jarak sangat jauh dengan 10+ kali pengisian daya bukanlah pilihan ideal.

Road trip Tesla Autopilot ini menjadi bukti bahwa kendaraan listrik unggul dalam efisiensi biaya dan teknologi, tetapi infrastruktur dan manajemen waktu masih menjadi tantangan nyata bagi perjalanan lintas negara bagian.

Editor : Divka Vance Yandriana
#mobil listrik #autopilot #tesla