JAKARTA – Kehadiran Yamaha NMAX Turbo di pasar otomotif tanah air memang memicu rasa penasaran tinggi bagi para pencinta skutik bongsor. Mengusung teknologi baru Yamaha Electric Convenience Continued Variable Transmission (Y-CVT), motor ini menjanjikan sensasi "turbo" yang berbeda. Namun, bagaimana rasanya setelah digunakan secara intensif untuk mobilitas harian?
Seorang pengguna sekaligus reviewer otomotif, Alki dari kanal YouTube Indore Channel, membagikan pengalaman jujurnya setelah dua bulan memacu "si Kibo"—julukan Yamaha NMAX Turbo miliknya—menembus jarak lebih dari 1.300 kilometer. Hasilnya, ada beberapa poin kepuasan sekaligus catatan kritis yang wajib diketahui calon pembeli.
Performa Y-CVT dan Sensasi Berkendara
Daya tarik utama motor ini tentu terletak pada fitur Y-CVT yang memberikan simulasi perpindahan gigi. Alki menyebutkan bahwa teknologi ini sangat membantu, baik untuk akselerasi instan maupun deselerasi (engine brake). "Rasanya seperti punya tiga transmisi untuk naik dan tiga untuk turun. Ini sangat terasa manfaatnya saat butuh tarikan cepat atau ketika menghadapi turunan," ujarnya.
Dari sisi ergonomi, Yamaha NMAX Turbo dinilai sangat pas untuk pengendara dengan tinggi badan di atas 170 cm. Meski posisi duduknya terasa lebih sporty dibandingkan generasi pertama (NMAX 2DP), motor ini tetap menawarkan kenyamanan untuk perjalanan jarak jauh. Alki bahkan telah membawa motor ini touring ke Geopark Ciletuh tanpa kendala berarti pada posisi berkendara.
Muncul Penyakit Khas: Bunyi 'Cetuk' dan Geredek Tipis
Meski performa mesin dipuji karena halus—terutama saat menggunakan oli Yamalope Turbo Matic—ada beberapa catatan teknis yang mulai muncul setelah angka odometer melewati 1.000 km. Salah satu yang paling mencolok adalah munculnya suara "cetuk-cetuk" pada bagian shockbreaker depan saat melewati jalan tidak rata atau speed bump.
"Sudah saya bawa ke bengkel resmi, komstir dinyatakan aman. Kemungkinan besar ada pada bagian shock-nya. Kabarnya ini bisa diatasi dengan menambah oli shock atau membalik posisi per, tapi saya sendiri belum sempat membongkarnya," ungkap Alki dalam ulasannya.
Selain masalah kaki-kaki depan, gejala "geredek" atau getaran pada transmisi belakang mulai terasa tipis-tipis. Meski belum mengganggu performa secara keseluruhan, Alki menyarankan para pemilik untuk mulai memperhatikan area puli belakang, kampas ganda, dan mangkok ganda guna menjaga kehalusan tarikan di masa depan.
Modifikasi Strategis untuk Kenyamanan Harian
Untuk menutupi beberapa kekurangan bawaan pabrik, Alki melakukan sejumlah modifikasi fungsional. Salah satunya adalah mengganti ban standar dengan Pirelli Diablo Rosso Scooter ukuran 120 (depan) dan 140 (belakang). Penggantian ini dilakukan karena ban asli dirasa cukup licin, terutama saat kondisi jalan basah.
Ia juga menambahkan performance damper asli Yamaha yang biasanya hanya ada pada varian Ultimate. Hasilnya, stabilitas motor saat menikung (cornering) menjadi jauh lebih mantap dan "anteb". Sektor pencahayaan juga menjadi perhatian; meski sudah menggunakan LED yang terang, sebaran cahayanya dianggap terlalu pipih, sehingga penambahan lampu tembak disarankan untuk perjalanan malam hari.
Konsumsi BBM: Apakah Boros?
Banyak yang khawatir teknologi "turbo" akan menguras kantong untuk urusan bensin. Berdasarkan pemakaian harian di rute pendek dengan kondisi sering berboncengan dan membawa beban tambahan (box belakang), Yamaha NMAX Turbo mencatatkan angka konsumsi bahan bakar di kisaran 31,8 hingga 32,8 km/liter.
"Untuk tenaga sebesar ini dan penggunaan harian yang cukup berat, angka tersebut masih dalam batas wajar. Tidak bisa dibilang boros sekali jika dibandingkan dengan skutik kelas 150cc lainnya," tambahnya.
Kesimpulannya, Yamaha NMAX Turbo tetap menjadi salah satu pilihan terbaik di kelasnya bagi mereka yang mencari teknologi mutakhir dan kenyamanan. Meski ada beberapa kekurangan kecil seperti kualitas cat yang dirasa agak tipis dan isu shock depan, hal tersebut dinilai masih bisa diatasi dengan modifikasi atau perawatan rutin yang tepat.
Editor : Natasha Eka Safrina