JAKARTA – Kehadiran Yamaha NMAX Turbo di pasar otomotif tanah air memang membawa standar baru bagi skutik kelas 150-an cc. Setelah resmi meluncur dan digunakan oleh banyak konsumen, pertanyaan besarnya adalah: bagaimana ketangguhan motor ini setelah digunakan secara intensif dalam jangka waktu panjang?
Seorang pengguna sekaligus reviewer otomotif, Zoel Prasetyo, membagikan pengalaman pribadinya setelah memiliki Yamaha NMAX Turbo tipe Texmax selama lebih dari enam bulan. Sejak dibeli pada September 2024 hingga Maret 2025, motor berwarna Magma Black miliknya telah menempuh jarak sekitar 2.777 kilometer. Hasilnya, ada beberapa poin kepuasan sekaligus catatan kecil yang wajib diketahui calon pembeli.
Performa Mesin dan Teknologi Y-CVT
Daya tarik utama motor ini tentu terletak pada dapur pacu 155 cc yang didukung teknologi Yamaha Electric Convenience Continued Variable Transmission (Y-CVT). Berbeda dengan matik konvensional, motor ini tidak lagi menggunakan roller fisik, melainkan perangkat elektronik untuk mengatur bukaan puli depan.
"Karakter mesinnya sangat agresif dan garang. Tarikannya enak, jambakannya terasa sekali. Bagi penyuka kecepatan, Yamaha NMAX Turbo Texmax ini adalah pilihan paling tepat di kelasnya," ujar Zoel dalam ulasan jujurnya. Fitur Y-Shift yang sempat dianggap gimik oleh sebagian orang, terbukti sangat fungsional di lapangan. Fitur ini memberikan tenaga instan saat menyalip kendaraan besar dan memberikan efek engine brake yang kuat saat melibas turunan tajam—sesuatu yang jarang ditemukan pada motor matik.
Masalah Gredek di Kilometer 2.700
Satu hal yang paling sering ditanyakan oleh para pengguna matik adalah masalah getaran atau "gredek" pada area transmisi. Zoel mengakui bahwa setelah pemakaian hampir tujuh bulan, gejala gredek mulai muncul pada unit miliknya, meskipun intensitasnya masih tergolong minim.
"Jujur, gredek sudah ada tapi masih sangat minim dan wajar, seperti motor matik pada umumnya. Tidak ada motor matik yang benar-benar terbebas dari gredek seiring pemakaian, namun di NMAX Turbo ini belum sampai tahap yang mengganggu performa," jelasnya. Hal ini menjadi catatan bagi pemilik untuk tetap rutin melakukan servis pada bagian CVT agar performa tetap optimal.
Ergonomi dan Kenyamanan Berkendara
Sektor kenyamanan menjadi nilai tambah yang sulit digeser dari keluarga NMAX. Posisi berkendara pada model terbaru ini dinilai sebagai yang terbaik di kelasnya. Desain setang yang pas dan pijakan kaki yang sangat luas memungkinkan pengendara dengan ukuran sepatu besar sekalipun bisa melakukan posisi selonjoran dengan sempurna.
Jok pada varian Texmax juga mendapat pujian karena teksturnya yang empuk dengan desain mewah yang dilengkapi jahitan kuning. "Untuk perjalanan jarak jauh atau touring, motor ini sangat menjamin kenyamanan. Joknya empuk, ruang kakinya lega, benar-benar memanjakan pengendara," tambahnya. Namun, Zoel memberikan catatan pada suspensi belakang yang terasa agak keras saat dikendarai sendirian, meski akan terasa sangat nyaman dan stabil saat digunakan berboncengan.
Fitur Navigasi dan Keamanan
Sebagai varian tertinggi, fitur navigasi Garmin dan kemampuan memutar musik langsung dari panel instrumen menjadi fitur yang sangat memudahkan. Pengguna tidak perlu lagi repot mengeluarkan ponsel untuk melihat peta, cukup terkoneksi melalui sistem yang tersedia. Dari sisi keamanan, sistem keyless yang diusung memberikan rasa aman ekstra saat parkir di tempat umum, meski motor ini belum dilengkapi dengan fitur alarm bawaan.
Secara keseluruhan, setelah 6 bulan pemakaian, Yamaha NMAX Turbo Texmax terbukti mampu memenuhi ekspektasi sebagai motor harian maupun kendaraan hobi. Meski ada catatan mengenai gejala gredek minim dan kerasnya suspensi belakang saat solo riding, keunggulan teknologi Y-CVT dan kenyamanan ergonominya tetap menjadikannya pemimpin di kelas skutik bongsor.
Editor : Natasha Eka Safrina