JAKARTA - Indomobil Adora 2025 resmi hadir meramaikan pasar motor listrik nasional. Produk terbaru dari divisi Indomobil Emotor ini langsung mencuri perhatian berkat fitur unik yang jarang dimiliki rival sekelasnya. Dengan harga bocoran sekitar Rp24,5 jutaan, Indomobil Adora 2025 menawarkan panel instrumen TFT yang bisa mirroring smartphone, lengkap dengan Traction Control System (TCS) dan tiga mode berkendara.
Kehadiran Indomobil Adora 2025 menjadi langkah lanjutan Indomobil setelah sebelumnya bekerja sama dengan Yadea. Kini mereka berdiri dengan identitas sendiri dan mencoba menghadirkan motor listrik yang lebih “ramah” untuk selera konsumen Indonesia, baik dari sisi desain maupun fitur.
Secara tampilan, Adora terlihat lebih manis dibanding beberapa motor listrik bergaya futuristis agresif. Aura skutiknya terasa familiar dan tidak terlalu “China look”. Warna yang ditawarkan pun cukup menarik, salah satunya Min Green yang bernuansa hijau ala skutik Eropa.
Desain Kompak, Ban Ring 14 dan Full Cakram
Dari sisi dimensi, motor ini punya postur yang mirip skutik kompak seperti Yamaha FreeGo. Tinggi joknya sekitar 754 mm, sehingga masih ramah untuk postur rata-rata pengendara Indonesia.
Bagian depan tampil modern dengan lampu projector LED yang menggabungkan lampu dekat dan jauh dalam satu modul. DRL memanjang dari kiri ke kanan memberi kesan futuristis. Lampu sein juga sudah LED.
Menariknya, roda depan dan belakang sama-sama menggunakan ukuran ban 90/90 R14. Keuntungan ukuran ini adalah mudah mencari pengganti karena kompatibel dengan ban motor matic populer seperti Honda BeAT. Sistem pengereman sudah cakram di kedua roda, lengkap dengan teknologi Combi Brake System (CBS).
Fitur Speaker dan Panel TFT Mirroring
Salah satu daya tarik utama Indomobil Adora 2025 adalah panel instrumen TFT full digital. Bukan sekadar speedometer biasa, layar ini bisa terkoneksi dengan smartphone dan menampilkan fitur mirroring.
Pengendara bisa membuka Google Maps, bahkan YouTube langsung dari layar motor. Suara akan keluar melalui active speaker yang terletak di bagian depan dan sudah diklaim tahan cipratan air. Meski ada sedikit delay audio, fitur ini tetap menarik sebagai nilai tambah di kelasnya.
Panel ini juga dilengkapi sensor cahaya otomatis. Saat kondisi gelap, tampilan akan berubah ke mode malam. Namun dalam penggunaan siang hari, layar terasa agak reflektif dan bisa sedikit panas jika terlalu lama terpapar matahari.
Baterai 2,45 kWh, Jarak Tempuh 90–100 Km
Soal dapur pacu, Adora mengusung motor listrik bertenaga 3.000 watt atau setara sekitar 4 PS dengan torsi instan 140 Nm. Tersedia tiga riding mode:
-
Mode 1: maksimal 32–33 km/jam
-
Mode 2: maksimal 55 km/jam
-
Mode 3: hingga 75 km/jam (klaim bisa tembus 80 km/jam)
Baterainya berkapasitas 2,45 kWh berbasis lithium-ion. Klaim jarak tempuh mencapai 110 km dalam kondisi ideal. Namun dalam pemakaian kombinasi mode 1 dan 2, jarak realistisnya berkisar 90–100 km. Jika sering memakai mode 3, tentu konsumsi energi akan lebih boros.
Menariknya, ada program trade-in baterai setelah tiga tahun pemakaian. Skemanya sekitar Rp150 ribu per bulan selama tiga tahun, sehingga estimasi biaya penggunaan baterai menjadi lebih ringan dibanding membeli baru.
TCS, Hill Start Assist dan Regenerative Braking
Di sektor fitur keselamatan, Adora termasuk lengkap. Ada Traction Control System (TCS) yang mencegah roda belakang selip. Selain itu tersedia Hill Start Assist (HSA) untuk menahan motor saat berhenti di tanjakan.
Fitur regenerative braking juga bisa diatur dalam beberapa level. Saat diaktifkan, deselerasi terasa seperti engine brake pada motor bensin dan sekaligus membantu mengisi ulang daya baterai.
Motor ini juga memiliki reverse mode dan walk assist untuk membantu saat parkir atau mendorong kendaraan.
Baca Juga: Bikin Matik Minder! Ini 5 Daftar Motor Sport Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 49 Km Per Liter!
Nyaman untuk Komuter Harian
Dengan bobot sekitar 150 kg, angka ini memang terdengar berat untuk motor listrik. Namun saat digunakan, handling terasa cukup ringan dan mudah dikendalikan. Suspensi depan cenderung kaku, sementara belakang lebih nyaman meredam jalan bergelombang.
Posisi duduknya rileks dan ergonomis. Dek kaki memang tidak terlalu lebar, tetapi tidak setinggi kebanyakan motor listrik lain sehingga tidak membuat kaki terlalu “nangkring”.
Layak Jadi Komuter?
Dengan harga sekitar Rp24 jutaan, fitur lengkap, jarak tempuh realistis mendekati 100 km, serta biaya operasional yang rendah, Indomobil Adora 2025 jelas menyasar pengguna komuter harian.
Motor ini mungkin tidak sempurna dari sisi finishing atau kualitas tombol yang kurang kliky. Namun untuk kebutuhan operasional kota, efisiensi energi, serta gimmick panel TFT yang fungsional, Adora punya daya tarik kuat.
Bagi calon pembeli, kunci utamanya tetap satu: test ride. Karena pada akhirnya, motor listrik bukan sekadar soal spesifikasi, melainkan soal kenyamanan dan kecocokan penggunaan sehari-hari.
Editor : Natasha Eka Safrina