BANGKOK – Gelaran pameran otomotif di Thailand kembali menjadi sorotan dunia, khususnya bagi para pecinta roda dua di tanah air. Salah satu bintang utamanya adalah Honda Giorno Plus, skutik matik yang keberadaannya terus diharap-harapkan masuk ke pasar Indonesia. Mengusung gaya retro modern dengan napas desain ala skuter Eropa, motor ini tampil berdampingan dengan Honda PCX 160 generasi terbaru, menegaskan posisinya sebagai produk unggulan Honda di Negeri Gajah Putih.
Kehadiran Honda Giorno Plus memang memicu rasa penasaran tinggi. Di Thailand, motor ini telah menjadi pemandangan umum di jalanan, mulai dari kendaraan anak muda, pekerja kantoran, hingga armada ojek online. Popularitasnya yang melesat membuktikan bahwa desain elegan yang dipadukan dengan fungsionalitas tinggi sangat diminati. Sayangnya, PT Astra Honda Motor (AHM) di Indonesia lebih memilih meluncurkan Honda Stylo 160 sebagai jagoan di kelas retro-modern, yang secara kapasitas mesin jauh lebih besar namun memiliki karakter desain yang berbeda.
Bagi Anda yang masih memendam keinginan untuk memiliki skutik ini, memahami detail spesifikasi dan fitur Honda Giorno Plus adalah hal wajib. Meski memiliki kemiripan aura dengan skutik Italia seperti Vespa, Giorno memiliki identitas uniknya sendiri, terutama pada sisi kepraktisan dan teknologi mesin eSP+ yang diusungnya. Berikut adalah ulasan mendalam langsung dari Bangkok mengenai sosok skutik yang disebut-sebut sebagai "kakak" dari Honda Scoopy ini.
Desain Elegan Tanpa Dudukan Plat Nomor Depan
Secara visual, Honda Giorno Plus menawarkan estetika yang sangat bersih dan rapi. Di Thailand, regulasi tidak mewajibkan plat nomor depan, sehingga fasia motor terlihat lebih elegan dan "clean". Lampu utamanya menggunakan model split atas-bawah dengan sentuhan DRL (Signature Lamp) di bagian tengah, memberikan kesan futuristik di balik cangkang klasiknya. Menariknya, lampu sein masih menggunakan bohlam dengan desain sudut yang tegas.
Bagian "dasi" depan motor ini juga tampil beda. Jika skuter Eropa umumnya memiliki dasi yang memanjang, Giorno menggunakan aksen trapesium dengan latar hitam yang minimalis. Area kemudi pun dibuat ringkas dengan panel instrumen yang mirip dengan Honda Stylo, lengkap dengan layar digital yang memberikan informasi kecepatan, indikator bahan bakar, hingga status Idling Stop System (ISS).
Kepraktisan Maksimal: Tangki Depan dan Bagasi Jumbo
Salah satu keunggulan utama yang membuat Honda Giorno Plus sangat diminati adalah efisiensi ruangnya. Berbeda dengan skutik konvensional, lubang pengisian tangki bahan bakar terletak di area depan (dek). Inovasi ini memberikan dua keuntungan sekaligus: pengendara tidak perlu turun dari motor saat mengisi bensin, dan ruang di bawah jok menjadi sangat luas.
Bagasi Giorno diklaim mampu menelan satu helm di bagian depan, sementara area belakangnya masih menyisakan ruang lega untuk jas hujan, sarung tangan, hingga tas kecil. Untuk urusan akomodasi barang di depan, tersedia gantungan barang model karabiner lipat yang rapi serta konsol penyimpanan tertutup di sebelah kiri yang sudah dilengkapi dengan soket pengisian daya gawai.
Mesin eSP+ 125cc: Irit dan Pas untuk Harian
Berbeda dengan Stylo yang menggunakan mesin 160cc, Honda Giorno Plus setia dengan mesin 125cc eSP+ 4-katup SOHC. Mesin ini dirancang untuk memberikan performa yang cukup untuk membelah kemacetan kota namun tetap menjaga efisiensi bahan bakar yang luar biasa. Penggunaan teknologi 4-katup memastikan tarikan motor tetap responsif di putaran atas tanpa mengorbankan kehalusan mesin.
Sektor kaki-kaki pun tak kalah mumpuni. Varian ABS yang kami temui menggunakan kaliper dua piston dengan cakram yang sudah terintegrasi dengan sensor kecepatan (speed sensor), mirip dengan sistem pada Honda Vario 160. Penggunaan pelek 12 inci dengan ban gambot dari merek Duro (110/90 di belakang) memberikan kesan motor yang stabil dan "bantet" khas skutik retro masa kini.
Dengan harga di kisaran Rp20 jutaan di Thailand, Honda Giorno Plus memang menjadi pilihan menarik. Namun bagi konsumen di Indonesia, nampaknya harus puas dengan opsi Stylo 160 atau Scoopy, kecuali jika Anda berniat meminangnya melalui jalur importir umum.
Editor : Natasha Eka Safrina