JAKARTA - Review Lamborghini Revuelto vs Ferrari SF90 XX vs McLaren Senna menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta hypercar. Tiga mobil ekstrem ini sama-sama berada di level atas, tapi ternyata punya karakter berbeda saat dipakai harian maupun saat digeber di kecepatan tinggi.
Dalam review Lamborghini Revuelto vs Ferrari SF90 XX vs McLaren Senna ini, aspek yang dibahas bukan sekadar tenaga besar atau status limited edition. Hal paling krusial justru fitur lifter, kenyamanan kabin, hingga respons setir saat melaju kencang.
Bagi pemilik supercar di Indonesia, lifter menjadi fitur wajib. Tanpa lifter, bumper karbon berisiko mentok polisi tidur. Apalagi ketiga mobil ini menggunakan material full carbon di banyak bagian, termasuk bumper yang jika rusak tidak bisa ditambal—harus ganti satu part utuh yang nilainya bisa ratusan juta rupiah.
Adu Lifter: Revuelto Paling Praktis
Dari sisi kemudahan penggunaan lifter, Lamborghini Revuelto dinilai paling praktis. Cukup tekan satu tombol, mobil langsung terangkat dengan cepat. Bahkan, lifter tetap aktif hingga kecepatan 70 km/jam dan akan turun otomatis disertai notifikasi di layar.
Berbeda dengan Ferrari SF90 XX yang juga hanya butuh satu tombol, namun lifternya otomatis turun di atas 40 km/jam tanpa peringatan jelas. Hal ini dinilai cukup berisiko jika pengemudi tidak sadar sedang mendekati polisi tidur.
Sementara McLaren Senna memiliki proses pengangkatan lifter paling lambat. Butuh sekitar 5–7 detik hingga posisi terangkat sempurna. Dalam kondisi jalan padat, hal ini membuat pengemudi harus berhenti lebih lama sebelum melanjutkan perjalanan.
Kenyamanan Harian: Revuelto Unggul
Untuk penggunaan sehari-hari, Revuelto dianggap paling nyaman. Kabinnya kedap suara, transmisi dual clutch halus, dan bisa dikemudikan sopir karena tetap nyaman di kursi penumpang. Bahkan tersedia layar untuk penumpang depan.
Ferrari SF90 XX unggul dari sisi ergonomi pengaturan AC. Semua kontrol tersedia di setir, sehingga pengemudi tidak perlu menyentuh layar tengah seperti pada Revuelto maupun Senna.
McLaren Senna justru menjadi yang paling “brutal” untuk harian. Suara kerikil lebih terdengar masuk ke kabin. Suspensi terasa paling keras. Wajar, karena mobil ini memang didesain sebagai track-focused hypercar.
Performa Kecepatan Tinggi: Ferrari Tak Tertandingi
Masuk ke aspek performa, Ferrari SF90 XX disebut sebagai yang terbaik. Respons setir sangat presisi tanpa delay. Sedikit gerakan setir langsung diikuti mobil secara instan. Karakter ini membuatnya unggul saat melaju cepat.
Lamborghini Revuelto memang bertenaga besar, namun di atas 70 km/jam mulai terasa sedikit delay dalam respons setir dan tarikan dibanding Ferrari dan McLaren.
McLaren Senna unggul di akselerasi bawah karena bobotnya ringan dan fokus pada performa sirkuit. Namun pada kecepatan tinggi, setir terasa sedikit lebih berat akibat downforce besar yang membuat mobil sangat menempel ke aspal. Efeknya stabilitas tinggi, tetapi respons tidak setajam Ferrari.
Desain dan Aura Paling Garang
Dari sisi desain, masing-masing punya daya tarik unik. Revuelto tampil agresif dengan sentuhan personalisasi ala Lamborghini Centro Stile. Bagian belakangnya disebut mirip Centenario dengan nuansa eksotis.
Ferrari SF90 XX mencuri perhatian lewat velg full carbon dan desain buritan agresif dengan lampu belakang menyatu seperti Daytona SP3. Namun minusnya, pintu masih konvensional—tidak membuka ke atas seperti rivalnya.
McLaren Senna tampil paling ekstrem dengan pintu bergaya dihedral mendekati gullwing dan sayap belakang raksasa. Knalpot tiga lubang di atas juga menjadi ciri khas unik.
Soal Kepraktisan Bagasi
Untuk urusan bagasi, Lamborghini Revuelto menang telak. Bagasinya cukup luas untuk tas gym atau barang harian. Ini menjadikannya hypercar paling realistis untuk aktivitas rutin.
Ferrari SF90 XX dan McLaren Senna praktis tidak memiliki bagasi depan karena ruang dipenuhi komponen performa. Pemilik harus meletakkan tas di kursi penumpang, yang tentu berisiko jika terkena panel karbon mahal.
Menariknya, kap depan McLaren Senna versi full carbon disebut memiliki nilai asuransi hingga Rp 2 miliar karena spesifikasi MSO (McLaren Special Operations) tertinggi.
Kesimpulan: Pilih Sesuai Kebutuhan
Jika mencari hypercar paling nyaman untuk harian, Lamborghini Revuelto jadi pilihan utama. Untuk performa dan driving experience terbaik saat ngebut, Ferrari SF90 XX sulit ditandingi. Sedangkan McLaren Senna adalah pilihan paling murni untuk sensasi balap sejati.
Pada akhirnya, pilihan kembali pada kebutuhan dan gaya hidup pemiliknya. Ketiganya tetap berada di kasta tertinggi dunia otomotif—dengan karakter yang sangat berbeda.
Editor : Divka Vance Yandriana