YOGYAKARTA – Dunia modifikasi dan balap offroad nasional punya salah satu nama besar yang berbasis di Jogja, yakni Lamban Garage. Bengkel ini bukan sekadar tempat pasang suspensi atau ganti velg, melainkan markas kreatif lengkap dengan divisi fabrikasi, CNC, hingga riset dan pengembangan (R&D).
Dalam kunjungan terbaru, kanal YouTube Motomobi bersama Om Mobi dan Jeje berkesempatan melihat langsung aktivitas di balik layar bengkel milik Wahyu Lamban — pembalap offroad nasional yang namanya sudah malang melintang di berbagai kejuaraan.
Dari Montir Jadi Juara Nasional
Nama “Lamban” ternyata bukan sekadar branding unik. Wahyu Lamban mengungkapkan bahwa itu memang nama aslinya di KTP. Meski terdengar santai, prestasinya di dunia offroad justru kebalikannya: agresif dan kompetitif.
Berawal dari montir bengkel kecil, usahanya berkembang menjadi kompleks workshop besar dengan sekitar 130 karyawan. Fokus utamanya adalah SUV, Jeep, dan kendaraan kebutuhan offroad, overland, hingga balap.
Di sini, konsumen bisa melakukan restorasi total, modifikasi ekstrem, hingga pembuatan part custom yang tidak tersedia di pasaran.
One Day Service hingga Proyek 6x6
Area depan difungsikan sebagai toko dan tempat “nongkrong” komunitas. Sementara di bagian workshop, tersedia layanan one day service untuk pemasangan suspensi dan velg.
Namun yang paling menarik adalah proyek-proyek custom ekstrem, salah satunya konversi Toyota Hilux menjadi 6x6. Sistem penggeraknya dibuat dengan tambahan transfer case khusus sehingga mobil bisa beroperasi dalam mode 6x2, 6x4, hingga 6x6.
Sasis diperpanjang, gardan ditambah, dan sistem kopling diperkuat. Semua dikerjakan in-house, termasuk penyesuaian rasio gardan dan mapping mesin.
Divisi CNC dan R&D: Bikin Part Sendiri
Tak banyak bengkel modifikasi yang memiliki fasilitas CNC lengkap seperti di Lamban Garage. Mereka memiliki tujuh mesin CNC untuk memproduksi part berbahan billet aluminium, baik untuk mobil maupun motor.
Prosesnya pun serius. Desain dibuat menggunakan software engineering seperti SolidWorks, disimulasikan kekuatannya, diuji deformasi dan flow (untuk part seperti header), lalu diproduksi menggunakan Mastercam sebelum masuk ke mesin CNC.
Artinya, setiap komponen bukan hanya keren secara tampilan, tetapi juga terukur secara teknis.
Beberapa komponen yang diproduksi sendiri antara lain:
-
Upper arm long travel
-
Housing gardan custom
-
As roda heavy duty
-
Komponen suspensi dengan setting shim khusus
-
Part mesin balap offroad
Untuk mobil balapnya sendiri, Lamban Garage mengandalkan mesin LS bertenaga hingga 500 HP dengan torsi 600 Nm, dipadukan transmisi Powerglide 2-speed untuk kategori speed offroad.
Restorasi Defender hingga Koleksi FJ Cruiser
Selain proyek balap, bengkel ini juga menangani restorasi klasik seperti Land Rover Defender generasi lama hingga berbagai seri Toyota FJ.
Beberapa unit seperti FJ Cruiser, Troop Carrier, hingga Land Rover klasik bahkan disimpan sebagai koleksi pribadi.
Konsepnya bukan sekadar membangun mobil gaya-gayaan, tetapi benar-benar kendaraan fungsional untuk ekspedisi dan pembukaan jalur — sesuai filosofi awal kendaraan offroad.
Komunitas dan Event Organizer
Menariknya, Lamban Garage juga memiliki divisi apparel dan event organizer. Mereka rutin mengadakan event overland dan offroad untuk komunitas, sekaligus memproduksi merchandise sendiri.
Ruang R&D, workshop besar, area bubut, hingga kantin karyawan menunjukkan bahwa ini bukan bengkel biasa, melainkan ekosistem otomotif terpadu.
Bengkel Rasa Pabrik
Melihat skala fasilitas dan alur produksinya, Lamban Garage lebih pantas disebut pabrik kecil ketimbang bengkel konvensional. Mulai dari desain, simulasi, produksi, finishing (powder coating, sand blasting), hingga instalasi dilakukan dalam satu kawasan.
Bagi pecinta otomotif yang berkunjung ke Jogja, tempat ini bukan hanya destinasi modifikasi, tetapi juga tempat belajar dan berbagi inspirasi.
Satu hal yang pasti, meski namanya “Lamban”, laju inovasinya jelas tidak lamban sama sekali.
Editor : Divka Vance Yandriana