JAKARTA - Sebuah SUV pendatang baru, Jaecoo J8, diuji langsung di habitat alaminya: trek offroad. Dalam sesi pengetesan kali ini, J8 tidak sendirian. Ia dibandingkan langsung dengan SUV legendaris asal Inggris, Range Rover Vogue.
Pengujian dilakukan untuk melihat sejauh mana kemampuan sistem penggerak empat roda J8 yang diklaim memiliki teknologi “All Road Driving Intelligence” dengan kemampuan torque vectoring cerdas.
Warisan Desain dan Teknologi
Jaecoo merupakan sub-brand dari grup Chery yang disebut memiliki kerja sama dan transfer teknologi dengan Jaguar Land Rover. Tak heran jika secara desain, banyak yang menilai siluet dan proporsinya terinspirasi dari Range Rover.
Slogan yang diusung adalah “From Classic Beyond Classic” — membawa nilai heritage SUV klasik ke teknologi modern.
Namun pengujian kali ini bukan sekadar membahas desain, melainkan membuktikan kemampuan offroad-nya secara langsung.
Adu Mode Offroad
Range Rover Vogue
Range Rover Vogue menggunakan sistem Terrain Response dengan beberapa mode seperti:
-
Normal
-
Grass/Gravel/Snow
-
Rock Crawl
-
Low Range otomatis saat dibutuhkan
Saat melewati turunan curam dan jalur berbatu, sistem hill descent control bekerja halus tanpa perlu banyak intervensi pedal rem. Air suspension yang dapat dinaikkan membuat ground clearance bertambah signifikan.
Meski terasa sedikit “ngilu” membawa SUV mewah ke trek tanah, mobil tetap terasa percaya diri. Empat roda bekerja stabil tanpa kehilangan traksi berarti.
Jaecoo J8
Berikutnya giliran Jaecoo J8. Mode berkendara yang tersedia:
-
Normal
-
Sport
-
Snow
-
Offroad
Saat masuk mode Offroad, sistem langsung mengatur distribusi tenaga secara otomatis. Menariknya, J8 dilengkapi kamera 540 derajat dengan efek transparan yang menampilkan visual seolah-olah bagian bawah mobil terlihat — sangat membantu saat melewati jalur sempit dan berbatu.
Dalam uji tanjakan 22 derajat dengan kondisi ban basah setelah melewati kubangan, sistem AWD J8 menunjukkan respons cepat. Saat dua hingga tiga roda kehilangan traksi, tenaga langsung dipindahkan ke roda yang memiliki grip lebih baik.
Respons torque vectoring diklaim bekerja dalam 0,1 detik — dan di lapangan memang terasa cepat tanpa gejala spin berlebihan atau mundur.
Suspensi dan Kenyamanan
Range Rover mengandalkan air suspension yang bisa dinaik-turunkan. Namun dalam posisi paling tinggi, bantingan terasa sedikit lebih firm.
Sementara J8 menggunakan sistem CDC (Continuous Damping Control) adaptif yang membaca kondisi jalan dalam hitungan milidetik dan menyesuaikan karakter redaman. Hasilnya, bantingan terasa lebih empuk dan tenang meski menggunakan ban aspal standar.
Interior J8 juga menawarkan kenyamanan seperti:
-
Bangku belakang individual
-
Ventilated & heated seat
-
Boss mode
-
Sunshade
Meski secara kemewahan absolut Range Rover masih unggul (sesuai kelas dan harga), J8 menawarkan fitur yang kompetitif dengan harga jauh lebih terjangkau.
Hasil Uji Singkat
Di trek:
-
Keduanya sama-sama lolos tanjakan dan turunan teknis
-
Sistem traksi J8 bekerja cepat dan meyakinkan
-
Range Rover tetap terasa sebagai benchmark kemewahan dan heritage offroad
-
J8 mengejutkan dari sisi value dan teknologi
Kesimpulannya, Jaecoo J8 bukan pesaing langsung Range Rover dalam hal status dan harga. Namun dari sisi kemampuan teknis offroad modern, ia menunjukkan potensi serius sebagai SUV luxury dengan DNA petualang.
Pengujian ini baru permulaan, karena setelah sesi offroad, rencananya mobil akan diajak road trip jarak jauh untuk menguji kenyamanan lintas kota.
Editor : Divka Vance Yandriana