YOGYAKARTA – Dunia offroad kompetisi nasional terus bergeliat. Salah satu tim yang serius membangun kendaraan balapnya dari nol adalah RHJRT Offroad Team melalui markas mereka, Garasi Gede di Yogyakarta.
Dalam kunjungan terbaru, tim memperlihatkan dua unit andalan untuk kelas berbeda, yakni G3 (upper) dan G2, lengkap dengan penjelasan detail spesifikasi teknisnya.
Perbedaan Kelas G1 sampai G4
Dalam kejuaraan offroad nasional, pembagian kelas umumnya berdasarkan kapasitas mesin:
-
G1: hingga 1.000 cc (kelas pemula)
-
G2: 1.000–2.500 cc
-
G3 (Upper): 2.500–4.800 cc
-
G4 (FFA): di atas 4.800 cc (bebas)
Menurut Adib, salah satu pembalap tim, perbedaan paling mendasar memang pada kapasitas mesin. Namun, dalam praktiknya, spesifikasi kaki-kaki, rasio gardan, dan setup suspensi juga sangat menentukan performa.
G3 Andalan: Mesin Cherokee 4.500 cc V8
Unit kelas G3 mereka menggunakan mesin 4.500 cc V8 yang populer disebut mesin Cherokee. Mesin ini dikenal kuat, torsi merata dari putaran bawah hingga atas, dan relatif tahan digunakan 2–3 musim balap tanpa overhaul besar.
Mesin dipadukan dengan:
-
Gearbox dan transfer case Toyota Land Cruiser seri 60
-
Gardan Toyota Land Cruiser 80 Series (VX80)
-
Ban 35 inci
-
Suspensi 4-link dengan shock 5-way adjustable
Pemilihan gardan VX80 dilakukan karena gardan sebelumnya (seri 40) kerap mengalami kerusakan pada bagian ball joint saat menggunakan ban 35 inci dengan hentakan mesin besar.
Sasis Tubular: Ringan dan Kuat
Berbeda dengan mobil ekspedisi yang masih mempertahankan sasis bawaan pabrikan, mobil balap RHJRT sepenuhnya menggunakan rangka tubular berbahan pipa seamless.
Tujuannya:
-
Mengurangi bobot kendaraan
-
Meningkatkan rigiditas
-
Mengoptimalkan geometri suspensi
Material kromoli digunakan di beberapa komponen link suspension karena lebih tahan benturan dan bisa dipakai bertahun-tahun.
Suspensi dan Kaki-Kaki Balap
Sektor kaki-kaki menjadi fokus utama. Mobil G3 ini menggunakan:
-
Shock absorber 5-way adjustable
-
Bump stop
-
Rem cakram depan-belakang
-
Cutting brake terpisah kanan-kiri
Sistem cutting brake memungkinkan roda belakang dikunci secara independen untuk membantu manuver di tikungan ekstrem.
Radiator bahkan dipindahkan ke belakang demi pendinginan maksimal, menggunakan radiator truk dengan kipas dari BMW E36.
Mesin G2: 1.500 cc Avanza yang Tahan Banting
Untuk kelas G2, tim menggunakan mesin 1.500 cc Toyota Avanza. Mesin ini dipilih karena:
-
Tahan lama
-
Torsi cukup untuk kelasnya
-
Minim masalah sejak dipasang tahun 2017
Ban yang digunakan berukuran 31 inci, menyesuaikan dimensi bodi yang lebih compact.
Detail Teknis Tambahan
Beberapa poin teknis menarik lainnya:
-
Alternator 140 ampere
-
Intake upgrade model Wrangler TJ
-
Tangki bahan bakar 30 liter
-
Dual kompresor (air locker & cutting brake dipisah)
-
Sabuk pengaman 5 titik
-
Air locker depan-belakang
Tim juga melakukan upgrade kopling racing, meski konsekuensinya pedal menjadi lebih berat.
Target Juara Nasional 2023
RHJRT sebelumnya meraih runner-up tim upper pada 2020 dan bersaing ketat di final round 2022. Untuk musim 2023, targetnya jelas: juara nasional kelas G3, G4, dan tim upper.
Bagi tim ini, kunci utama bukan hanya tenaga mesin, tetapi bagaimana pembalap menyatu dengan kendaraan dan memahami setiap saklar, tuas, serta karakter mobilnya.
Garasi Gede bukan sekadar bengkel, melainkan laboratorium balap tempat kendaraan dibangun, diuji, dan disempurnakan untuk menghadapi lintasan ekstrem.
Editor : Divka Vance Yandriana