TRENGGALEK NJENGGELEK - Sprinto EV resmi diperkenalkan oleh Indomobil E Motor pada 22 November dalam sebuah peluncuran produk terbaru.
Motor listrik bergaya sport ini langsung mencuri perhatian karena diklaim lebih kencang dari Tirano, namun dibanderol lebih murah.
Dengan harga Rp25.500.000, Sprinto EV menjadi opsi menarik di segmen motor listrik 70–80 km jarak tempuh harian.
Sejak awal diperlihatkan, Sprinto EV langsung menegaskan identitasnya sebagai motor sport listrik.
Berbeda dengan Tirano yang bergaya adventure dan Adora yang elegan, Sprinto EV tampil agresif dengan garis tajam serta proporsi besar. Wheelbase-nya mencapai 1.360 mm, setara skutik gambot kelas maxi.
Secara desain, bagian depan motor ini menampilkan tiga cluster headlamp LED yang unik.
Dua di sisi kiri dan kanan, satu lagi menukik di tengah, memberikan kesan agresif. DRL menyala penuh di bagian atas, lengkap dengan logo Indomobil E Motor yang ikut menyala.
Desain Sporty dan Dimensi Gambot
Velg 14 inci dipadukan ban depan 90/90 dan belakang 100/80 membuat tampilannya padat.
Suspensi depan teleskopik diameter 30 mm dan pengereman cakram depan belakang dengan kaliper double piston memberi kesan serius di sektor handling dan keselamatan.
Masuk ke area kokpit, panel instrumen sudah menggunakan layar sentuh. Tersedia fitur mirroring, diagnosis, hingga pengaturan musik.
Mode berkendara terdiri dari Comfort, Sport, dan Boost. Tidak ada mode eco, karena default-nya langsung Sport.
Fitur regenerative braking juga tersedia dengan tiga level: tanpa regen, 50 persen, dan 100 persen.
Tombol mundur serta throttle assist turut disematkan, fitur yang sebelumnya juga hadir di Adora.
Performa 3.500 Watt, Tembus 95 Km/Jam
Di sektor dapur pacu, Sprinto EV mengusung motor listrik 3.500 watt. Angka ini lebih besar 500 watt dibanding Tirano dan Adora. Saat diuji tanpa beban, mode Comfort mentok di 40 km/jam, Sport menyentuh 83–84 km/jam, sementara Boost tembus 101 km/jam.
Indomobil mengklaim top speed 95 km/jam, angka yang dinilai realistis. Handling terasa stabil di kecepatan tinggi, berbeda dengan karakter Tirano yang lebih lincah namun kurang anteng saat melaju cepat.
Suspensinya juga disebut lebih nyaman. Double shock belakang dengan setelan preload adjustable memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan.
Baterai LFP 76,8 Volt dan Fast Charging
Sprinto EV memakai baterai LFP 24S 76,8 volt 32 Ah merek Pilion, sama seperti Tirano dan Adora.
Keunggulan baterai LFP adalah daya tahan dan kemampuan fast charging. Indomobil bahkan menyediakan fast charger hingga 35 ampere di beberapa dealer.
Klaim jarak tempuh mencapai 110 km. Namun penggunaan realistis diperkirakan di kisaran 70–80 km untuk pemakaian harian normal.
Dengan jok setinggi 770 mm, posisi duduk terasa ramah untuk tinggi badan 170–175 cm. Jok lebih empuk dan sedikit lebih lega dibanding Tirano.
Dengan harga Rp25,5 juta, performa lebih kencang, suspensi lebih nyaman, serta desain lebih sporty, Sprinto EV berpotensi jadi pilihan menarik bagi komuter harian maupun pengguna Tirano yang ingin upgrade.