TRENGGALEK NJENGGELEK - Efisiensi menjadi alasan utama masyarakat beralih ke kendaraan listrik.
Kehadiran Motor Listrik Indomobil Sprinto di pasar otomotif Indonesia seakan memberi jawaban bagi para komuter yang mendambakan kendaraan murah biaya operasional namun tetap bertenaga.
Dengan harga yang kompetitif, motor ini menjanjikan durabilitas yang tidak main-main untuk penggunaan harian maupun jarak jauh.
Uji coba nyata dilakukan untuk melihat seberapa efisien Motor Listrik Indomobil Sprinto jika digunakan berboncengan.
Dengan beban total 120 kg, motor ini diajak menempuh rute Tangerang menuju Bogor.
Hasilnya cukup mengejutkan, meski dipacu dalam berbagai mode berkendara, konsumsi energinya tetap terukur dan tergolong sangat irit untuk ukuran motor listrik di kelasnya.
Keunggulan utama yang ditonjolkan dari Motor Listrik Indomobil Sprinto bukan hanya soal baterai, melainkan ekosistem pendukungnya.
Indomobil telah menyiapkan infrastruktur pengisian daya cepat (fast charging) yang mampu memangkas waktu tunggu secara signifikan.
Hal ini sekaligus menjawab keraguan masyarakat mengenai durasi pengisian baterai motor listrik yang biasanya memakan waktu berjam-jam.
Baca Juga: Berburu Takjil di Masjid Agung Al-Akbar Surabaya, Modal Rp30 Ribu Bisa Dapat Segini Banyak!
Manajemen Mode Berkendara
Sprinto dibekali dengan tiga mode utama: Comfort, Sport, dan Boost. Dalam rute perjalanan Tangerang-Bogor, pemilihan mode ini sangat krusial.
Mode Comfort digunakan untuk menghemat daya sekaligus menjaga kenyamanan saat merayap di kemacetan.
Sementara itu, mode Boost memberikan tenaga instan saat membutuhkan kecepatan tinggi atau saat harus mendahului kendaraan lain.
Saat dilakukan uji top speed di rute Parung yang landai, motor ini mampu melaju kencang dengan handling yang tetap ringan.
Responsivitas gasnya menjadi catatan positif, memberikan rasa aman bagi pengendara saat harus berakselerasi cepat di jalan raya yang padat.
Baca Juga: Duel Offroad Toyota Fortuner vs Mitsubishi Pajero Sport, Siapa Lebih Tangguh di Tanjakan dan Lumpur?
Infrastruktur Fast Charging 24 Jam
Poin krusial yang ditemukan dalam pengujian ini adalah keberadaan layanan pengisian daya di dealer Nissan/Indomobil Yasmin Bogor.
Fasilitas ini terbuka untuk umum selama 24 jam. Dengan daya 5.000 watt di lokasi tersebut, pengisian daya dari nol hingga penuh diklaim tidak sampai satu jam.
"Hanya butuh sekitar 45 menit saja untuk penuh," ujar petugas di lokasi. Kemudahan akses ini membuat perjalanan jarak jauh dengan motor listrik tidak lagi menjadi momok yang menakutkan bagi para penggunanya.
Baca Juga: Mahindra Thar 2020 Masih Layak Dibeli? Ini Jawabannya Setelah 4 Tahun, Lawan Suzuki Jimny dan Gurkha
Spesifikasi dan Kelayakan Investasi
Dengan harga Rp26 jutaan, pengguna mendapatkan motor dengan bodi ramping yang sangat ergonomis untuk membelah kemacetan.
Meskipun ada catatan mengenai suspensi yang agak kaku, hal ini terkompensasi oleh kelincahan dan biaya operasional yang jauh lebih murah dibanding motor konvensional.
Secara keseluruhan, motor ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang memiliki rute harian di bawah 80 km.
Dengan dukungan layanan purna jual Indomobil dan fasilitas fast charging yang mulai tersebar, Sprinto siap menjadi pemain kunci dalam transisi energi di Indonesia.
Baca Juga: Mahindra Thar Meluncur, Calon Rival Berat Suzuki Jimny dengan Harga Mulai Rp 128 Jutaan
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan