JAKARTA - Kawasaki Ninja E-1 dan Z E-1 resmi hadir di Indonesia sebagai motor listrik sport premium dengan banderol fantastis. Dua model ini langsung mencuri perhatian pecinta otomotif karena membawa nama besar Ninja dan Z ke era elektrifikasi.
Kawasaki Ninja E-1 dan Z E-1 menjadi perbincangan karena harganya menyentuh Rp 149,9 juta untuk Ninja E-1 dan Rp 146,9 juta untuk Z E-1 on the road Jakarta. Dengan harga setara motor sport 250 cc bahkan lebih, publik tentu penasaran: bagaimana performa motor listrik ini?
Secara tampilan, Kawasaki Ninja E-1 dan Z E-1 memang identik dengan versi mesin bensin. Desain fairing Ninja tetap agresif, sementara Z E-1 tampil dengan gaya naked bike khas keluarga Z. Namun di balik tampilannya, keduanya sepenuhnya mengandalkan tenaga listrik.
Baca Juga: 5 HP Snapdragon 870 Harga 2 Jutaan Terbaik, Performa Ngebut Buat Gaming di Tahun 2026
Performa Setara Motor 150 cc, Bukan 250 cc
Meski menyandang nama Ninja, performanya tidak berada di level 250 cc. Di Eropa, motor ini masuk kategori lisensi A1 atau setara motor 125 cc berbahan bakar bensin. Saat diuji, akselerasinya terasa mirip motor sport 150 cc.
Motor ini dibekali dinamo listrik model mid-drive dengan tenaga nominal 5 kW dan tenaga puncak hingga 9 kW. Torsi maksimalnya mencapai 40,5 Nm yang sudah tersedia sejak putaran rendah sekitar 2.000 rpm. Inilah yang membuat tarikan awal terasa responsif khas motor listrik.
Untuk akselerasi 0–60 km/jam, catatannya sekitar 4 detik. Sementara top speed yang dicapai saat pengujian berada di kisaran 101–104 km/jam. Angka tersebut sedikit di bawah klaim pabrikan yang menyebutkan bisa mencapai 105 km/jam.
Baca Juga: Komisi IV DPRD Trenggalek Genjot RSUD dr. Soedomo Buka Layanan Ring Jantung
Tiga Mode Berkendara dan Fitur Boost 15 Detik
Kawasaki menyematkan tiga mode berkendara, yakni Eco, Road, dan e-Boost. Mode Eco cocok untuk efisiensi dan kondisi jalan licin karena respons gas lebih halus dan tenaga dibatasi.
Mode Road menawarkan performa standar harian. Sementara e-Boost menjadi fitur menarik karena bisa menambah performa maksimal selama 15 detik. Fitur ini sangat membantu saat hendak menyalip kendaraan panjang di jalan raya.
Namun setelah digunakan, sistem membutuhkan waktu sekitar 30 detik hingga satu menit untuk mengisi ulang fitur Boost agar kembali penuh.
Baterai Ganda, Bisa Dicopot
Kawasaki Ninja E-1 dan Z E-1 menggunakan dua baterai lithium-ion yang ditempatkan di bawah tangki. Masing-masing baterai memiliki bobot 11,5 kg dan dapat dilepas untuk pengisian terpisah.
Kapasitas jarak tempuh diklaim mencapai 72 km dalam mode Eco. Dalam penggunaan mode Road, jarak tempuh diperkirakan berada di kisaran 50 km. Waktu pengisian satu baterai membutuhkan sekitar 3,7 jam.
Pengisian daya bisa dilakukan dengan tiga metode: langsung ke motor (on-board charging), melepas baterai dan mengisi secara terpisah, atau menggunakan docking charger khusus yang dijual terpisah.
Menariknya, harga satu baterai tambahan mencapai Rp 25 juta. Artinya, dua baterai bernilai Rp 50 juta—setara satu unit motor entry-level bermesin bensin.
Handling Ringan, Sensasi Berkendara Unik
Bobot Kawasaki Ninja E-1 mencapai 140 kg, sedangkan Z E-1 lebih ringan di angka 135 kg. Meski terlihat besar seperti Ninja 250, motor ini terasa ringan dan mudah dikendalikan, mirip motor sport 150 cc.
Tinggi jok 785 mm membuatnya relatif ramah untuk pengendara dengan postur rata-rata. Posisi berkendara Ninja E-1 lebih sporty dengan setang jepit, sementara Z E-1 lebih tegak.
Karena tanpa kopling dan transmisi manual, pengendara membutuhkan adaptasi. Tangan kiri dan kaki kiri terasa “menganggur”. Motor ini juga dilengkapi fitur walk mode yang memungkinkan motor bergerak maju maksimal 5 km/jam dan mundur 3 km/jam hanya dengan memutar throttle.
Suara yang terdengar saat berkendara hanya desingan motor listrik dan suara rantai, mengingat sistem penggeraknya tetap menggunakan rantai, bukan belt.
Motor Listrik Sport untuk Segmen Premium
Kawasaki Ninja E-1 dan Z E-1 jelas bukan motor listrik murah. Dengan harga mendekati Rp 150 juta, motor ini menyasar konsumen premium yang menginginkan motor sport listrik dengan brand kuat dan sensasi berkendara berbeda.
Performa memang tidak sebuas Ninja 250, tetapi untuk penggunaan harian di dalam kota, keduanya masih tergolong mumpuni. Sensasi throttle yang halus dan respons torsi instan menjadi nilai jual utama.
Bagi kolektor atau penggemar Kawasaki yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa kehilangan aura sporty, Ninja E-1 dan Z E-1 bisa menjadi pilihan unik di garasi.
Editor : Divka Vance Yandriana