JAKARTA – Perjalanan mudik dengan motor listrik kini bukan lagi sekadar wacana. Seorang rider mencoba langsung touring Ramadan dari Jakarta menuju Jawa Tengah menggunakan Polytron Fox 500, membuktikan bahwa motor listrik bisa diajak melibas jalur Pantura dengan strategi yang tepat.
Perjalanan dimulai dari Jagakarsa dengan baterai 100 persen. Menggunakan mode Economic, kecepatan dibatasi di kisaran 60–65 km/jam. Tantangan langsung terasa ketika memasuki jalur Pantura yang penuh lubang serta lalu lintas kendaraan berat.
Baca Juga: 7 HP Gaming 1–2 Jutaan Terbaik 2026, Spek Gahar Buat Mabar! Realme C85 Jadi Kuda Hitam?
Strategi Penting: Jangan Tunggu Baterai Habis
Salah satu pelajaran penting dari perjalanan ini adalah manajemen baterai. Saat kapasitas turun ke 20 persen, sistem otomatis memaksa motor masuk mode Eco dan tidak bisa lagi berpindah ke mode Drive atau Sport.
Ketika indikator menyentuh 5 persen, rasa tegang mulai terasa. Untungnya, SPKLU terdekat masih bisa dijangkau dengan sisa daya minim.
Dari pengalaman tersebut, strategi amannya adalah:
-
Di 40 persen mulai cari SPKLU
-
Di 30 persen sudah harus menentukan titik charging
-
Idealnya jarak aman per etape sekitar 70 km saat berboncengan
Dengan beban dua orang dan barang, jarak realistis Fox 500 berkisar 70 km sebelum perlu isi ulang.
Biaya Charging, Lebih Murah dari Bensin?
Pengisian daya dilakukan di beberapa titik SPKLU PLN seperti Klari, Cirebon, Brebes, hingga Pekalongan. Untuk sistem SPLU (model token), pengisian minimal Rp10.000, meski konsumsi riil dari 0–100 persen hanya sekitar 2 kWh.
Jika 1 kWh sekitar Rp3.000, maka dari kosong hingga penuh hanya butuh sekitar Rp6.000 saja. Jauh lebih murah dibanding motor bensin untuk jarak setara.
Namun ada catatan: jika menggunakan sistem token tetap, sisa saldo tidak bisa kembali. Berbeda dengan sistem scan via aplikasi PLN Mobile, di mana sisa saldo bisa direfund ke akun.
Fitur yang Membantu Touring
Fox 500 ternyata punya fitur cruise control yang sangat membantu di jalur lurus Pantura. Saat kecepatan stabil 60 km/jam, pengendara bisa mengaktifkan cruise control sehingga tangan tidak pegal menahan gas.
Namun ada konsekuensi saat hujan. Cipratan air cukup tinggi hingga mengenai jaket pembonceng. Ini jadi catatan penting untuk perjalanan jarak jauh di musim hujan.
Istirahat Nyaman di SPKLU PLN
Salah satu kejutan menyenangkan adalah fasilitas di beberapa kantor PLN. Di Pekalongan misalnya, tersedia ruang istirahat ber-AC, musala, toilet bersih, bahkan area yang nyaman untuk rebahan.
Charging pun terasa seperti momen istirahat wajib setiap 2–3 jam perjalanan. Inilah perbedaan besar dibanding motor bensin: waktu tempuh memang lebih lama, tetapi perjalanan terasa lebih santai.
Tantangan Jalur Pantura
Perjalanan juga diwarnai tantangan klasik Pantura:
-
Lubang besar yang sulit terlihat di belakang truk
-
Kecepatan minimum realistis 50–60 km/jam agar tidak tersalip berbahaya
-
Cuaca panas dan gerah saat puasa
Karena itu, riding harus tetap defensif dan menjaga jarak aman.
Apakah Layak untuk Mudik?
Secara teknis, mudik menggunakan Polytron Fox 500 memungkinkan, dengan catatan:
-
Rencanakan titik charging sebelum berangkat
-
Gunakan aplikasi PLN Mobile untuk mencari SPKLU
-
Jangan memaksakan jarak lebih dari 70 km saat berboncengan
-
Siapkan waktu ekstra karena durasi charging 2–3 jam
Motor listrik memang belum sefleksibel motor bensin untuk perjalanan jauh spontan. Namun dengan perencanaan matang, perjalanan tetap aman dan biaya operasional jauh lebih hemat.
Editor : Divka Vance Yandriana