JAKARTA – Uji jalan motor listrik FLM 100 membuktikan efisiensi yang cukup mengesankan untuk kelas harga Rp7 jutaan. Dalam pengujian jarak hampir 50 kilometer, baterai yang tersisa masih 16 persen, dengan performa yang tetap stabil hingga akhir perjalanan.
FLM 100 sendiri dikenal sebagai motor listrik entry level yang menyasar pengguna harian dengan kebutuhan mobilitas jarak dekat hingga menengah.
Uji 40 Km Hanya Habis 35 Persen
Pengujian pertama dilakukan pada malam hari dengan jarak tempuh 20 km. Dari posisi awal baterai 100 persen, setelah menempuh 8 km baterai berkurang 6 persen. Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga total 20 km.
Hasilnya, untuk 40 km perjalanan pulang-pergi, baterai hanya berkurang sekitar 35 persen. Artinya, dengan pola berkendara normal dan bobot pengendara sekitar 60 kg, motor ini cukup efisien untuk penggunaan komuter.
Jika diasumsikan perjalanan harian 40 km, motor ini bisa dipakai hingga dua hari tanpa pengisian ulang. Sementara untuk jarak 20 km per hari, potensi pemakaian bisa mencapai empat hari sekali cas.
Uji Lanjutan 49 Km, Sisa 16 Persen
Pengujian lanjutan dilakukan tanpa mengisi ulang baterai. Setelah didiamkan tiga hari, kapasitas baterai turun sekitar 5–6 persen. Penurunan ini dinilai wajar karena sistem baterai tetap melakukan sirkulasi internal untuk menjaga kesehatan sel.
Pada perjalanan berikutnya, motor digunakan sejauh 49 km. Berangkat dari sisa 59 persen, dan setibanya di rumah tersisa 16 persen baterai.
Dengan perhitungan tersebut, estimasi jarak tempuh maksimal dari 100 persen baterai dinilai bisa mendekati 100 km dalam kondisi penggunaan normal.
Baca Juga: 7 HP 5 Jutaan Terbaik Februari 2026, Spek Gahar dan Tahan Lama! Samsung A56 5G Jadi Juara?
Performa dan Top Speed
Untuk kecepatan puncak, FLM 100 mampu menyentuh 71–72 km/jam saat baterai penuh. Saat kapasitas turun ke kisaran 30 persen, top speed ikut menurun menjadi sekitar 60 km/jam.
Meski begitu, akselerasi dinilai tetap responsif. Bahkan saat baterai di bawah 30 persen, tarikan masih terasa “mendorong dari belakang”, terutama saat menyalip kendaraan lain atau menghadapi tanjakan.
Karakter ini menjadi salah satu keunggulan baterai lithium dibandingkan aki SLA (sealed lead acid), karena performanya relatif stabil hingga kapasitas rendah.
Kelebihan Baterai Lithium
Motor ini menggunakan baterai lithium yang dikenal lebih awet dan memiliki siklus pengisian lebih panjang dibandingkan baterai timbal.
Penurunan daya saat didiamkan beberapa hari juga dianggap sebagai fitur manajemen baterai, mirip dengan sistem intelligent battery pada drone seperti produk dari DJI, yang memang dirancang untuk menjaga kesehatan sel dalam jangka panjang.
Selain lebih stabil dalam performa, baterai lithium juga cenderung lebih ringan dan memiliki efisiensi energi lebih baik, meskipun harga unitnya lebih mahal dibandingkan motor listrik berbasis SLA.
Cocok untuk Komuter Harian
Dengan harga di kisaran Rp7 jutaan, jarak tempuh realistis mendekati 100 km, top speed 70 km/jam, serta performa yang tetap stabil hingga baterai rendah, FLM 100 dinilai cukup layak untuk kebutuhan kerja harian.
Bagi pengguna dengan jarak tempuh 20–40 km per hari, motor ini bisa menjadi solusi transportasi hemat tanpa perlu sering mengisi daya.
Secara keseluruhan, hasil pengujian menunjukkan bahwa FLM 100 bukan sekadar motor listrik murah, tetapi juga cukup bisa diandalkan untuk mobilitas rutin dengan biaya operasional yang rendah.
Editor : Divka Vance Yandriana