Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review ZO6 Plus 2025: Motor Listrik Side Drive Futuristik Rp37,5 Juta, Tembus 87 Km/Jam tapi Tanpa Fitur Mundur!

Natasha Eka Safrina • Selasa, 3 Maret 2026 | 20:48 WIB

Review ZO6 Plus 2025, motor listrik side drive Rp37,5 juta. Top speed 87 km/jam, desain futuristik tapi tanpa fitur mundur.
Review ZO6 Plus 2025, motor listrik side drive Rp37,5 juta. Top speed 87 km/jam, desain futuristik tapi tanpa fitur mundur.

JAKARTA - Review ZO6 Plus 2025 menjadi sorotan bagi pencinta motor listrik yang mencari model tak biasa. Mengusung sistem penggerak side drive dan desain futuristik, motor ini tampil berbeda dari kebanyakan skuter listrik di Indonesia.

Dalam review ZO6 Plus 2025 yang diuji selama satu pekan pemakaian harian, kesan pertama langsung terasa dari tampilannya. Bodinya ramping dengan garis tegas modern, memberi aura kendaraan masa depan. Konsep ini membuat ZO6 Plus menonjol di jalan.

Tak hanya desain, review ZO6 Plus 2025 juga mengungkap performa, fitur, hingga konsumsi daya real saat dipakai pergi-pulang kerja. Dengan harga Rp37,5 juta, apakah motor listrik ini layak dipinang?

Baca Juga: Review BYD Atto One: Harga Rp195 Juta Rasa Bukan LCGC, Suspensi Empuk dan Fitur Melimpah!

Desain Futuristik dengan Ciri Khas Side Drive

Secara tampilan, ZO6 Plus benar-benar tampil beda. Bagian depan dilengkapi DRL terpisah dan lampu utama LED, sementara lampu jauh berada di bagian atas. Sein juga sudah LED dengan desain modern.

Salah satu keunikan utama ada di sisi kanan belakang yang terlihat kosong. Ini karena sistem penggerak side drive berada di sisi kiri, menciptakan tampilan asimetris yang justru mempertegas identitas motor listriknya.

Velg berukuran 12 inci dibalut ban 90/90 ring 12. Suspensi depan menggunakan teleskopik, sementara bagian belakang hanya satu shockbreaker di sisi kiri. Rem cakram juga terpasang di sisi kiri mengikuti konstruksi penggerak.

Motor ini memiliki fitur otomatis mati saat standar samping terlalu lama terbuka. Setelah beberapa detik, akan terdengar bunyi peringatan sebelum sistem mematikan daya dan lampu.

Baca Juga: 5 Motor Listrik Terbaik 2025 Paling Bertenaga dan Futuristik, dari Indomobil Tirano hingga Polytron Fox 500!

Instrumen Digital dan Fitur Berkendara

Panel instrumen digitalnya cukup lengkap meski layar terlihat agak pudar. Informasi yang ditampilkan mencakup speedometer, odometer, trip meter, indikator baterai, mode berkendara, hingga indikator cruise control.

Mode berkendara terdiri dari Eco, Street, dan Sport. Mode Eco terasa paling berat saat menarik gas, cocok untuk efisiensi. Street lebih seimbang untuk harian, sementara Sport memberikan akselerasi paling agresif.

Fitur cruise control menjadi nilai tambah, begitu juga hazard dan engine kill switch. Namun, motor ini tidak dilengkapi fitur mundur—kekurangan yang cukup disayangkan mengingat banyak motor listrik sudah memilikinya.

Performa Motor 2,5 kW, Top Speed Tembus 87 Km/Jam

ZO6 Plus dibekali motor dengan rated power 2,5 kW dan peak power 5,5 kW. Kecepatan maksimal yang diklaim pabrikan adalah 80 km/jam.

Namun dalam pengujian, motor ini mampu menyentuh 87 km/jam di jalan menurun. Di jalan datar, kecepatan 82 km/jam masih bisa diraih dengan bobot pengendara 171 cm dan postur cukup berat.

Karakter side drive membuat tenaga terasa kuat saat menanjak. Respons torsi instan memudahkan motor melewati tanjakan tanpa kehilangan tenaga berarti. Suara khas side drive juga terdengar halus dan dianggap “merdu” oleh penguji.

Baca Juga: Review Indomobil EMotor Sprinto EV 2025: Motor Listrik 3,5 kW Harga Rp25,5 Juta, Akselerasi Lebih Galak dari Adora dan Tirano!

Baterai dan Konsumsi Daya

Baterainya berkapasitas 69 volt 27 Ah dan ditempatkan di bawah jok. Penempatan ini membuat posisi duduk lebih ergonomis karena dek tetap lega.

Klaim jarak tempuh mencapai 100 km, dengan angka NEDC sekitar 65 km. Namun dalam pemakaian nyata, perjalanan 39 km menyisakan baterai 14 persen. Artinya konsumsi daya tergolong cukup boros, tergantung gaya berkendara dan bobot pengendara.

Charger bawaan memiliki daya sekitar 900 watt. Pengisian dari 50 persen ke penuh memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit. Dari 10 persen hingga penuh berkisar 2 hingga 2,5 jam—tergolong cepat untuk kelasnya.

Kenyamanan dan Kekurangan

Posisi duduk menjadi salah satu kelebihan. Dengan tinggi 171 cm, kaki masih bisa menapak dan sedikit menekuk. Stang terasa dekat dengan badan, memberikan posisi berkendara santai.

Bagasi di bawah jok memang tersedia, tetapi kapasitasnya kecil karena terisi baterai. Hanya cukup untuk charger, jas hujan tipis, dan barang kecil lain. Motor ini juga tidak memiliki standar tengah, hanya standar samping.

Garansi baterai, dinamo, dan kontroler diberikan selama satu tahun.

Baca Juga: Review Inen X2, Sepeda Listrik Warna Sage dengan Kecepatan 50 Km/Jam dan Fitur Lengkap, Cocok untuk Harian?

Layak untuk Penggemar Side Drive?

Dengan harga Rp37,5 juta, ZO6 Plus menyasar pengguna yang menginginkan motor listrik unik dan berbeda. Desain futuristik, karakter side drive yang kuat, serta fitur cruise control menjadi daya tarik utama.

Meski masih ada kekurangan seperti absennya fitur mundur dan bagasi terbatas, motor ini tetap menarik bagi pengendara urban yang ingin tampil beda dan merasakan sensasi berkendara listrik dengan gaya tak biasa.

Editor : Natasha Eka Safrina
#motor listrik indonesia