JAKARTA – Dengan budget Rp100 jutaan, pilihan mobil bekas 100 jutaan tetap menarik untuk keluarga maupun pemula yang ingin memiliki MPV nyaman dan irit. Beberapa model bahkan menawarkan interior luas, performa stabil, serta harga jual yang masih relatif stabil.
Pilihan pertama jatuh pada Toyota Avanza generasi kedua (2011–2020). Generasi kedua dianggap ideal karena desainnya lebih modern dibanding generasi pertama, dan tetap menggunakan penggerak roda belakang, berbeda dengan generasi ketiga yang beralih ke front wheel drive. Ada beberapa versi Avanza, mulai pre-facelift, facelift pertama, hingga facelift kedua, termasuk versi taksi bernama Transmover.
Mesin Avanza bervariasi: 1.3L menggunakan kode K3VE atau 1NRV dengan dual VVTi, sedangkan 1.5L memakai KZVE atau 2NRV. Mesin dual VVTi menawarkan tenaga lebih besar dan konsumsi bahan bakar lebih efisien. Transmisi tersedia manual 5 percepatan dan matic 4 percepatan. Avanza unggul karena mesin bandel, spare part melimpah dan terjangkau, serta fitur standar yang cukup untuk keluarga, seperti AC, power window, electric mirror, dual SRS airbag, dan rem ABS. Kekurangannya meliputi kedap suara biasa dan kestabilan di kecepatan tinggi. Harga bekas saat ini berkisar Rp100–Rp170 jutaan tergantung tipe dan tahun.
Selanjutnya, Toyota Innova Barong (2013–2015) menawarkan MPV lebih besar dengan kabin lega. Varian bensin 1TRFE 2000 cc dual VVTi cukup efisien dan hemat, sementara varian diesel 2KD FTV 2500 cc DOHC D4D lebih bertenaga namun biaya perawatan lebih tinggi. Suspensi Innova Barong nyaman dan kaki-kakinya empuk, posisi duduk commanding, serta banyak ruang penyimpanan. Kekurangannya adalah bobot berat, performa matic terasa lambat, dan rem belakang masih tromol. Harga bekas varian bensin ada di Rp120–Rp160 jutaan, diesel lebih mahal.
Pilihan ketiga adalah Suzuki Ertiga generasi pertama pre-facelift (2012–2018). Mobil ini dikenal memiliki suspensi lebih nyaman dibanding Avanza, dengan harga terjangkau Rp95–Rp130 jutaan. Mesin K14B 1.4L DOHC VVT mampu menghasilkan 95 hp dan torsi 130 Nm. Kelebihannya termasuk pintu tengah panjang untuk akses baris ketiga, jok empuk, AC yang cukup dingin, dan fitur keselamatan standar seperti dual airbag, ABS, immobilizer, serta IBD. Kekurangannya, bagasi dan kursi baris ketiga relatif sempit, performa mesin biasa saja, interior standar, belum ada kamera mundur, dan AC belum double blower di varian terendah.
Terakhir, Mitsubishi Xpander pre-facelift (2017–2020) menjadi opsi modern dengan desain elegan dan mesin 1.5L DOHC 16 valve berkode 4A91. Tenaga mencapai 103–104 hp dengan torsi 141 Nm, menawarkan kenyamanan suspensi, interior luas, serta fitur keselamatan lengkap: dual SRS airbag, ABS, BA, IBD, stability control, dan hill start assist. Kekurangannya meliputi lampu halogen kurang terang, bumper mudah geser, cat belang, beberapa unit awal ada masalah idle up, spion rawan macet, serta bunyi-bunyi interior. Harga Xpander bekas masih di atas Rp160 jutaan karena unit relatif baru.
Bagi calon pembeli, tips utama adalah menyesuaikan mobil dengan kebutuhan: apakah untuk keluarga kecil, perjalanan jauh, atau membawa banyak barang. Penting juga memeriksa histori mobil, kilometer, dan kondisi kaki-kaki. Dengan strategi cermat, mobil bekas 100 jutaan tetap menjadi pilihan cerdas, irit, dan nyaman untuk penggunaan jangka panjang.
Baca Juga: 5 Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik 2026: Spek Dewa, Baterai Badak, dan Anti Lemot!
Editor : Divka Vance Yandriana