JAKARTA - Honda CUV e mendadak viral setelah mendapat diskon lebih dari 60 persen. Motor listrik yang semula dijual Rp52 juta itu tiba-tiba dibanderol hanya Rp19 juta. Tak heran, publik langsung heboh dan unitnya dikabarkan ludes dalam waktu singkat.
Potongan harga lebih dari Rp40 juta ini menjadi salah satu diskon terbesar yang pernah terjadi di pasar roda dua nasional. Dengan harga setara motor matik entry-level, konsumen bisa membawa pulang Honda CUV e:, yang sebelumnya diposisikan sebagai motor listrik premium Honda.
Lalu, seperti apa sebenarnya spesifikasi dan rasa berkendara motor listrik yang sempat dijuluki “rekor dunia diskon” ini?
Desain Futuristik, Velg Ring 12
Secara tampilan, Honda CUV e tampil berbeda dari lini Honda lain yang cenderung tajam dan agresif. Desainnya lebih membulat, futuristik, namun tetap terlihat modern.
Lampu depan full LED dengan model menyambung menjadi ciri khasnya. Ukuran velg ring 12 membuat proporsinya terlihat imut, berada di antara Honda Beat dan Vario. Karena tidak memiliki knalpot, tampilan pelek belakang terlihat lebih terekspos, apalagi dengan model single swing arm.
Secara dimensi, motor ini terasa kompak, namun tetap proporsional untuk penggunaan harian di perkotaan.
Sistem Dua Baterai, Range 80 Km
Honda CUV e menggunakan dua baterai Honda Mobile Power Pack yang bisa dilepas. Total jarak tempuh yang diklaim mencapai 82 km dalam kondisi penuh.
Namun, baterai ini wajib terpasang dua-duanya agar motor bisa berjalan. Jika hanya satu yang dipasang, motor memang bisa menyala, tetapi tidak dapat dikendarai.
Sistem pengisian daya dilakukan melalui docking charger terpisah. Artinya, baterai harus dilepas untuk dicas. Di sinilah muncul catatan minus: masing-masing baterai berbobot hampir 10 kilogram, sehingga cukup berat saat dibawa ke dalam rumah.
Secara konsep, sistem swap ini ideal jika jaringan swapping station sudah banyak. Namun saat ini, jumlah stasiun penukaran baterai Honda masih terbatas, sehingga mayoritas pengguna tetap mengandalkan pengisian di rumah.
Fitur Canggih dan Layar Premium
Salah satu keunggulan utama Honda CUV e terletak pada panel instrumen TFT berukuran besar. Layarnya menampilkan animasi halus, navigasi peta, konektivitas smartphone, hingga pengaturan musik.
Tersedia dua mode berkendara utama, yakni Standard dan Sport, serta mode Econ yang membatasi kecepatan hingga 30 km/jam. Untuk manuver parkir, tersedia fitur mundur dengan kecepatan maksimal 2 km/jam.
Top speed motor ini mentok di kisaran 80–83 km/jam. Dalam uji singkat, akselerasi mode Sport terbukti mampu unggul dari motor 125 cc dalam jarak pendek sekitar 20 meter. Namun untuk top speed panjang, motor bensin tetap lebih unggul.
Rasa Berkendara dan Handling
Dari sisi handling, suspensinya disebut lebih nyaman dibanding beberapa motor matik bensin sekelasnya. Posisi berkendara terasa mirip Honda Vario, dengan ergonomi yang familiar bagi pengguna Honda.
Pengereman masih menggunakan sistem combi brake, dengan rem belakang tromol. Beberapa pengendara mungkin lebih menyukai double disc brake, namun untuk penggunaan harian sistem ini masih cukup memadai.
Torsi instan khas motor listrik terasa signifikan, terutama saat menggunakan mode Sport. Untuk kebutuhan menyalip atau start cepat di lampu merah, performanya tergolong responsif.
Bug Indikator Range?
Dalam pengujian, ditemukan indikasi bahwa angka range dan persentase baterai tidak langsung turun saat digunakan. Data baru ter-update setelah motor dimatikan dan dinyalakan kembali.
Belum diketahui apakah ini hanya terjadi pada unit tertentu atau seluruh produksi. Jika memang sistemik, tentu menjadi catatan serius untuk evaluasi.
Worth It Rp19 Juta?
Dengan teknologi layar canggih, sistem dua baterai, fitur mundur, dan performa responsif, Honda CUV e jelas sangat menarik di harga Rp19 juta.
Namun perlu dicatat, harga tersebut hanya berlaku saat program diskon besar berlangsung dan kini kuotanya telah habis. Harga normalnya kembali ke kisaran Rp52–56 juta, tergantung varian.
Di harga promo, motor ini sangat layak dibeli. Tetapi di harga normal, konsumen tentu akan mempertimbangkan ulang, terutama jika membandingkan dengan motor listrik lain yang menawarkan jarak tempuh lebih jauh di harga lebih rendah.
Diskon 60 persen ini pun memunculkan pertanyaan besar: strategi promosi sesaat atau langkah cuci gudang? Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Honda.
Yang jelas, Honda CUV e berhasil mencuri perhatian dan menjadi salah satu motor listrik paling viral tahun ini.
Editor : Divka Vance Yandriana