Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review Winfly T3 Pro Setelah 2 Tahun, Pajak Cuma Rp35 Ribu Setahun tapi Performa Berubah? Ini Faktanya!

Divka Vance Yandriana • Jumat, 6 Maret 2026 | 02:40 WIB

Review Winfly T3 Pro setelah 2 tahun: pajak Rp35 ribu setahun, performa baterai menurun tapi tarikan makin halus.
Review Winfly T3 Pro setelah 2 tahun: pajak Rp35 ribu setahun, performa baterai menurun tapi tarikan makin halus.

JAKARTA - Review Winfly T3 Pro kembali jadi sorotan setelah seorang pengguna membagikan pengalaman pemakaian motor listrik tersebut selama dua tahun. Unit yang dibeli pada 2023 itu masih dalam kondisi layak jalan, meski ada penurunan performa baterai akibat usia pakai.

Dalam video ulasan yang diunggah di kanal YouTube Bayu Prabowo, pemilik menyebut Winfly T3 Pro miliknya sudah resmi terdaftar dan memiliki pelat nomor. Artinya, motor listrik ini legal digunakan di jalan raya sebagaimana kendaraan bermotor lainnya.

“Sudah saya daftarkan ke Polda langsung, jadi sudah bisa dipakai di jalan raya,” ujarnya.

Baca Juga: Gahar Tapi Terlupakan? Review Nissan Terra 2025: Musuh Bebas Pajero dan Fortuner yang Punya Spek Offroad Paling Sadis!

Kondisi Setelah Dua Tahun Pemakaian

Secara tampilan, Winfly T3 Pro yang direview masih terlihat utuh. Hanya saja, pemilik mengakui motor tersebut jarang dicuci sehingga tampak kotor di beberapa bagian. Meski begitu, tidak ada kerusakan berarti pada bodi maupun komponen utama.

Penurunan performa lebih terasa pada sektor baterai. Setelah dua tahun penggunaan, daya tahannya disebut mulai menurun. Hal ini wajar mengingat baterai motor listrik memiliki siklus pengisian tertentu yang akan berkurang seiring waktu.

Meski begitu, motor tetap responsif digunakan untuk kebutuhan harian. Terlebih, ada satu ubahan signifikan yang dilakukan pemilik, yakni mengganti controller standar dengan tipe Fotol EM504.

Baca Juga: Penantang Berat Land Cruiser! Spesifikasi Denza N8 SUV Hybrid Mewah BYD dengan Tenaga Monster 737 HP Siap Mengguncang Pasar Global

Upgrade Controller Bikin Tarikan Lebih Halus

Salah satu poin penting dalam review Winfly T3 Pro ini adalah penggantian controller bawaan pabrik. Menurut pemilik, controller standar cenderung menghasilkan tarikan yang lebih menyentak, terutama saat awal digas.

Dengan penggunaan controller Fotol EM504, akselerasi terasa lebih halus dan tidak menghentak. Hal ini penting, terutama jika motor digunakan untuk berboncengan.

“Kalau masih pakai controller normal, bisa lebih parah nyentaknya. Yang dibonceng bisa kejeglak ke belakang,” jelasnya.

Winfly T3 Pro sendiri memiliki tiga mode kecepatan. Mode satu untuk penggunaan santai, mode dua untuk kecepatan menengah, dan mode tiga untuk performa lebih tinggi. Dalam pengujian kali ini, mode tiga tidak digunakan secara penuh untuk menghemat baterai karena jarak dari rumah cukup jauh.

Baca Juga: Pernah Viral dengan Iklan Deddy Corbuzier! Inilah Rahasia Kejayaan HP Mito yang Sempat Rajai Pasar Lokal Sebelum Tergusur Brand Tiongkok

Sistem keamanan juga cukup praktis. Saat indikator menunjukkan huruf “P”, motor tidak bisa digas. Untuk mengaktifkannya, cukup tarik tuas rem depan atau belakang, maka mode parkir otomatis nonaktif.

Pajak Motor Listrik Cuma Rp35 Ribu Setahun

Hal yang paling menarik perhatian dalam review Winfly T3 Pro ini adalah biaya pajaknya. Pemilik mengungkapkan bahwa pajak tahunan motor listrik tersebut hanya Rp35.000.

Biaya itu disebut hanya untuk SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan). Tidak ada komponen pajak kendaraan bermotor seperti pada motor bensin konvensional.

“Setahun cuma Rp35 ribu. Bayangin, cuma bayar itu doang sudah bisa pakai di jalan raya,” katanya.

Kebijakan pajak murah ini menjadi salah satu daya tarik utama kendaraan listrik di Indonesia. Selain ramah lingkungan, biaya operasionalnya pun relatif rendah.

Sistem Pengereman dan Fitur Tambahan

Dari sisi keselamatan, Winfly T3 Pro sudah dibekali rem cakram di roda depan dan belakang. Ini memberikan daya pengereman yang lebih optimal dibanding sistem tromol konvensional.

Motor juga dilengkapi indikator voltase tambahan yang bisa diaktifkan saat kontak dinyalakan. Dalam video, voltase baterai menunjukkan angka 77,6 volt, menandakan daya masih dalam kondisi cukup untuk penggunaan jarak dekat.

Secara keseluruhan, review Winfly T3 Pro setelah dua tahun pemakaian menunjukkan bahwa motor listrik ini masih layak dipertimbangkan untuk mobilitas harian. Meski baterai mulai mengalami penurunan performa, upgrade pada sektor controller mampu meningkatkan kenyamanan berkendara.

Dengan biaya pajak sangat murah, legalitas resmi di jalan raya, serta sistem pengereman cakram ganda, Winfly T3 Pro menjadi opsi menarik bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan budget terjangkau.

Bagi calon pembeli, pengalaman pemakaian jangka menengah seperti ini bisa menjadi referensi penting sebelum memutuskan membeli motor listrik. Terutama dalam mempertimbangkan faktor usia baterai dan kemungkinan upgrade komponen pendukung demi performa yang lebih optimal.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Winfly #motor lisrik