JAKARTA - Yadea Velux U menjadi sorotan sebagai motor listrik pintar dengan desain yang benar-benar menyerupai motor matic konvensional. Di tengah isu kualitas BBM dan kekhawatiran konsumen, kehadiran motor listrik seperti Yadea Velux U dinilai menjadi alternatif rasional sekaligus ekonomis.
Motor ini merupakan bagian dari lini terbaru dari Yadea Indonesia, brand motor listrik global yang telah menguasai pasar internasional selama delapan tahun berturut-turut. Perusahaan tersebut bahkan telah berinvestasi membangun pabrik di Karawang dengan nilai investasi mencapai Rp2,4 triliun, menandakan keseriusan mereka di pasar Indonesia.
Secara desain, Yadea Velux U tampil seperti motor “beneran”, bukan sekadar sepeda listrik. Proporsi bodinya mirip skuter matic pada umumnya, dengan pilihan enam warna. Unit yang diuji berwarna merah dengan sentuhan aksen gold, memberi kesan elegan dan premium.
Desain Modern dengan Fitur Otomatis
Di bagian depan, Yadea Velux U sudah menggunakan lampu LED yang terang dan dilengkapi fitur auto light. Saat kondisi sekitar gelap, lampu otomatis menyala, sementara di siang hari sistem tetap mengikuti regulasi lampu menyala.
Bagian roda depan menggunakan ban 90/90 ring 14 dengan pengereman cakram. Uniknya, pentil ban dibuat model siku untuk memudahkan pengisian angin. Panel instrumen sudah full digital, menampilkan kecepatan, odometer, indikator baterai, mode berkendara, hingga jam digital.
Meski bukan layar sentuh, tampilannya cukup informatif. Hanya saja, tingkat kecerahan layar terasa kurang optimal saat terpapar matahari langsung.
Tiga Varian, Spesifikasi Berbeda
Yadea Velux hadir dalam tiga tipe: Velux E (entry), Velux H (high), dan Velux U (ultra). Masing-masing menawarkan spesifikasi berbeda sesuai kebutuhan pengguna.
Tipe Velux E menggunakan baterai graphene 72V 38Ah dengan jarak tempuh hingga 120 km dan motor 2.000 watt dengan top speed 60 km/jam.
Velux H mengusung baterai lithium 72V 30Ah dengan klaim jarak tempuh 90 km dan tenaga motor tetap 2.000 watt, dengan kecepatan maksimum sekitar 62 km/jam.
Sementara Velux U sebagai varian tertinggi menggunakan dua baterai lithium 74V 28Ah. Kombinasi ini menghasilkan jarak tempuh hingga 130 km. Motor penggeraknya bertenaga 3.000 watt dengan top speed tembus 80 km/jam. Waktu pengisian daya dari nol hingga penuh diklaim hanya lima jam menggunakan charger 12 ampere.
Fitur Reverse dan Smart Connectivity
Motor listrik ini sudah dibekali transmisi mundur (reverse), memudahkan pengendara saat parkir tanpa perlu mendorong manual. Sistem pengereman depan-belakang sama-sama menggunakan cakram, ditopang dual shock breaker belakang untuk kenyamanan optimal.
Di bawah jok tersedia ruang penyimpanan cukup luas untuk jas hujan dan sepatu, serta dua baterai pada tipe Velux U. Tersedia pula MCB untuk memutus arus listrik utama.
Yadea Velux U juga dilengkapi fitur smart melalui aplikasi resmi di Play Store. Pengguna dapat memanfaatkan fitur AI Safety yang memberi notifikasi jika motor terguncang atau terjatuh. Selain itu tersedia GPS tracking untuk memantau posisi kendaraan secara real-time.
Fitur ini sangat berguna untuk kebutuhan rental maupun keamanan pribadi. Pengguna juga dapat memonitor riwayat penggunaan langsung dari aplikasi.
Harga dan Efisiensi Biaya
Dari sisi harga, Velux E dibanderol mulai Rp19 jutaan. Velux H berada di kisaran Rp23 jutaan. Sedangkan Velux U sebagai varian tertinggi dijual di rentang Rp30 jutaan.
Sebagai motor listrik, biaya operasionalnya jauh lebih hemat dibanding motor bensin. Pengguna tidak perlu membeli BBM, mengganti oli, atau servis rutin mesin konvensional. Cukup isi daya listrik yang relatif lebih murah.
Dengan top speed 80 km/jam dan jarak tempuh hingga 130 km, Yadea Velux U bukan sekadar kendaraan komuter jarak dekat, tetapi juga layak untuk perjalanan menengah.
Desain yang familiar, fitur pintar, serta dukungan pabrik lokal menjadikan Yadea Velux U sebagai salah satu motor listrik yang patut diperhitungkan di pasar Indonesia saat ini.
Editor : Divka Vance Yandriana