RADAR TRENGGALEK - Perkembangan motor listrik di Indonesia terus meningkat seiring dorongan pemerintah untuk mengurangi emisi dan penggunaan bahan bakar fosil. Namun di balik popularitasnya, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan berbagai kekurangan motor listrik dibandingkan motor bensin.
Beberapa isu yang sering muncul antara lain jarak tempuh yang dianggap terbatas, waktu pengisian baterai yang lama, hingga ketergantungan pada infrastruktur pengisian daya. Perdebatan mengenai motor listrik pun semakin ramai, terutama di kalangan pengguna kendaraan roda dua yang mempertimbangkan untuk beralih dari motor konvensional.
Lalu, apakah benar motor listrik memiliki banyak kelemahan? Jika ditelusuri lebih dalam, beberapa anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Berikut penjelasan mengenai lima kekurangan motor listrik yang sering dibahas.
Jarak Tempuh Motor Listrik Lebih Pendek
Salah satu kekurangan yang paling sering dibicarakan adalah jarak tempuh motor listrik yang dianggap lebih terbatas dibandingkan motor bensin.
Baca Juga: Indomobil EMotor Sprinto Meluncur di GJAW 2025, Motor Listrik Kencang Harga Rp25 Jutaan
Sebagai gambaran, motor bensin di kelas harga sekitar Rp30 juta seperti Honda PCX dapat menempuh perjalanan hingga sekitar 300 kilometer dalam kondisi tangki penuh.
Sebaliknya, beberapa motor listrik di kelas harga serupa biasanya hanya mampu menempuh sekitar 100 kilometer dalam sekali pengisian baterai.
Contoh lain, motor bensin populer seperti Honda Revo yang dahulu dijual sekitar Rp15 juta dapat menempuh jarak sekitar 150 kilometer dengan tangki penuh.
Sementara itu, motor listrik dengan harga setara biasanya memiliki jarak tempuh sekitar 60 kilometer untuk satu baterai.
Namun perlu diingat, beberapa motor listrik sudah memungkinkan penggunaan dua baterai sekaligus sehingga jarak tempuhnya bisa mencapai sekitar 120 kilometer.
Bagi pengguna yang hanya memakai motor untuk aktivitas harian seperti pergi bekerja atau berbelanja, jarak tersebut sebenarnya masih cukup.
Waktu Pengisian Baterai Lebih Lama
Kekurangan kedua motor listrik adalah waktu pengisian daya yang lebih lama dibandingkan mengisi bahan bakar.
Mengisi bensin di SPBU biasanya hanya memerlukan waktu beberapa menit. Sebaliknya, pengisian baterai motor listrik membutuhkan waktu berjam-jam.
Motor listrik dengan baterai lithium biasanya memerlukan waktu sekitar 4 hingga 5 jam untuk pengisian penuh. Sementara model yang masih menggunakan baterai tipe aki kering bisa membutuhkan waktu hingga 8 sampai 12 jam.
Meski demikian, pengisian baterai sebenarnya cukup praktis karena pengguna hanya perlu mencolokkan charger dan meninggalkannya hingga baterai penuh, seperti mengisi daya ponsel.
Selain itu, biaya listrik untuk sekali pengisian baterai relatif murah, yakni sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000.
Biaya Awal Tidak Selalu Lebih Mahal
Isu lain yang sering muncul adalah anggapan bahwa motor listrik memiliki harga awal lebih mahal dibandingkan motor bensin.
Namun kenyataannya, banyak motor listrik yang justru dijual dengan harga relatif terjangkau.
Saat ini terdapat puluhan model motor listrik yang mendapatkan subsidi pemerintah hingga Rp7 juta. Dengan subsidi tersebut, beberapa motor listrik bahkan dijual di bawah Rp10 juta.
Namun bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas harian dengan jarak cukup jauh, motor listrik dengan harga di atas Rp10 juta biasanya lebih direkomendasikan karena memiliki kualitas dan kapasitas baterai lebih baik.
Selain itu, biaya operasional motor listrik juga cenderung lebih rendah karena tidak memerlukan penggantian oli, tune-up mesin, maupun servis rutin seperti motor bensin.
Ketergantungan Infrastruktur Pengisian
Kekurangan berikutnya adalah ketergantungan pada infrastruktur pengisian daya.
Sebagian orang khawatir akan kesulitan menemukan tempat pengisian baterai jika daya motor listrik habis di tengah perjalanan.
Namun sebenarnya motor listrik yang menggunakan sistem pengisian langsung dapat dicas menggunakan colokan listrik rumah biasa.
Artinya, pengguna bisa mengisi baterai hampir di mana saja selama tersedia sumber listrik.
Untuk motor listrik yang menggunakan sistem swap baterai, pengguna hanya perlu menukar baterai kosong dengan baterai penuh di stasiun penukaran.
Namun sebelum membeli motor listrik dengan sistem swap, pengguna sebaiknya memastikan bahwa lokasi tempat tinggalnya memiliki fasilitas penukaran baterai yang memadai.
Produksi Baterai Gunakan Sumber Daya Langka
Kritik lain terhadap motor listrik adalah penggunaan bahan tambang langka seperti lithium dan kobalt dalam produksi baterai.
Memang benar bahwa bahan-bahan tersebut digunakan dalam industri baterai kendaraan listrik.
Namun para ahli menilai penggunaan kendaraan listrik tetap memberikan dampak lingkungan yang lebih baik dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Tujuan utama penggunaan motor listrik adalah mengurangi emisi gas buang serta polusi udara di perkotaan.
Karena itu, meskipun teknologi baterai masih terus dikembangkan, kendaraan listrik tetap dianggap sebagai langkah penting menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, motor listrik tetap menjadi salah satu solusi transportasi masa depan yang semakin diminati masyarakat.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina