Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Perjalanan Jauh Pakai Motor Listrik Jadi Sorotan, Regenerative Braking Bantu Hemat Baterai Saat Lewati Tanjakan Cisadon

Ingge Nayla Ayu Karina • Selasa, 10 Maret 2026 | 07:20 WIB

Perjalanan motor listrik di tanjakan Cisadon menunjukkan peran regenerative braking yang membantu menambah daya baterai.
Perjalanan motor listrik di tanjakan Cisadon menunjukkan peran regenerative braking yang membantu menambah daya baterai.

 

RADAR TRENGGALEK - Penggunaan motor listrik untuk perjalanan jarak jauh masih menjadi perbincangan di kalangan pengendara roda dua. Salah satu pengalaman menarik datang dari perjalanan menggunakan motor listrik yang sempat mengalami kendala saat melewati tanjakan di kawasan Cisadon.

Baca Juga: Motor Listrik Cina Kuasai Jalanan Dunia, dari Skuter Murah hingga Motor Performa Tinggi Siap Saingi Jepang

Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana keterbatasan daya baterai pada motor listrik bisa menjadi tantangan ketika digunakan di jalur menanjak. Bahkan dalam kondisi tertentu, pengendara terpaksa mendorong kendaraan karena sisa daya baterai tidak cukup untuk melanjutkan perjalanan.

 

Namun di sisi lain, teknologi yang dimiliki motor listrik seperti regenerative braking terbukti cukup membantu dalam kondisi tertentu, terutama saat melewati jalur menurun.

 

Kendala Baterai Saat Melintasi Tanjakan

 

Dalam perjalanan tersebut, motor listrik mengalami penurunan daya saat berada di tanjakan Cisadon. Kondisi ini membuat kendaraan tidak mampu melanjutkan perjalanan secara optimal.

 

Situasi seperti ini sebenarnya cukup umum terjadi pada kendaraan listrik ketika digunakan di jalur dengan kontur medan berat, terutama jika kondisi baterai sudah mulai menipis.

 

Pengendara pun memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan dengan memanfaatkan sisa daya baterai yang masih tersedia. Meski tidak ideal, keputusan tersebut diambil karena tidak tersedia fasilitas pengisian daya di lokasi tersebut.

 

Regenerative Braking Jadi Penyelamat

 

Beruntung, saat perjalanan pulang kondisi jalan lebih banyak menurun. Hal ini memungkinkan pengendara memanfaatkan teknologi regenerative braking yang ada pada motor listrik.

 

Teknologi regenerative braking bekerja dengan cara mengubah energi pengereman menjadi energi listrik yang kemudian disimpan kembali ke baterai.

 

Meskipun tambahan energi yang dihasilkan tidak terlalu besar, sistem ini cukup membantu menambah sedikit daya baterai yang tersisa.

 

Dengan bantuan fitur tersebut, motor listrik masih mampu melanjutkan perjalanan hingga mencapai tempat istirahat.

 

Istirahat Sekaligus Mengisi Daya

 

Setelah berhasil keluar dari jalur menanjak, pengendara akhirnya berhenti di sebuah warung makan untuk beristirahat sekaligus mengisi daya baterai.

 

Pengisian baterai dilakukan menggunakan charger tambahan yang dikenal sebagai Maka Charger Plus. Perangkat ini dijual terpisah dari motor listrik dan diklaim mampu mempercepat proses pengisian daya dibanding charger standar.

 

Awalnya kondisi baterai hanya tersisa sekitar 12 persen. Setelah melakukan pengisian selama kurang lebih dua jam, kapasitas baterai meningkat hingga sekitar 60 persen.

 

Hasil tersebut dinilai cukup untuk melanjutkan perjalanan pulang dengan lebih aman.

 

Untuk mengantisipasi kondisi seperti ini, pengendara juga menyarankan agar pengguna motor listrik membawa kabel ekstensi. Kabel tambahan ini sangat berguna jika posisi sumber listrik berada cukup jauh dari kendaraan.

 

Mode Berkendara Lebih Hemat Energi

 

Setelah baterai terisi sebagian, perjalanan pulang dilanjutkan dengan menggunakan mode berkendara yang lebih hemat energi.

 

Pengendara memilih menggunakan mode full high regeneration agar proses pengisian energi dari pengereman bisa lebih maksimal.

 

Konsekuensinya, motor tidak lagi menggunakan mode high torque yang biasanya memberikan akselerasi lebih kuat.

 

Meski begitu, motor listrik tersebut masih mampu melaju dengan kecepatan sekitar 60 hingga 70 kilometer per jam tergantung kondisi jalan.

 

Kecepatan ini dinilai masih cukup untuk perjalanan normal di jalan raya.

 

Tantangan Berkendara dengan Regenerasi Tinggi

 

Penggunaan mode regeneratif tinggi ternyata juga memiliki konsekuensi tersendiri bagi pengendara.

 

Karena sistem regenerative braking bekerja cukup kuat, pengendara harus lebih sering menahan posisi akselerator agar motor tetap stabil saat melaju di jalan menurun.

 

Jika akselerator dilepas terlalu banyak, efek pengereman dari sistem regeneratif akan langsung terasa.

 

Hal ini membuat tangan pengendara terasa lebih cepat lelah karena harus menjaga posisi throttle secara konsisten.

 

Meski demikian, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa fitur teknologi pada motor listrik mampu membantu mengatasi keterbatasan baterai dalam situasi tertentu.

 

Pengalaman yang Jadi Pelajaran Pengguna Motor Listrik

 

Perjalanan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi pengguna motor listrik yang ingin melakukan perjalanan jarak jauh.

 

Selain memastikan kondisi baterai penuh sebelum berangkat, pengguna juga perlu memperhatikan kondisi rute yang akan dilalui.

Baca Juga: 5 Kekurangan Motor Listrik Dibongkar, Benarkah Motor Listrik Kalah dari Motor Bensin? Ini Fakta Jarak Tempuh, Biaya, dan Pengisian Baterai

Medan menanjak tentu membutuhkan energi lebih besar dibandingkan jalan datar.

 

Selain itu, membawa charger tambahan dan kabel ekstensi juga menjadi langkah penting sebagai antisipasi jika harus mengisi daya di tempat yang tidak memiliki fasilitas khusus kendaraan listrik.

 

Dengan perencanaan yang tepat, perjalanan menggunakan motor listrik tetap bisa dilakukan dengan aman dan nyaman, bahkan untuk rute yang cukup menantang.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#Regenerative Breaking #perjalanan motor listrik #motor listrik #baterai motor listrik #Ngecas motor listrik