Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sejarah Honda Jazz di Indonesia: Dari Generasi GD3 hingga GK5, Hatchback Legendaris yang Masih Diburu di Pasar Mobil Bekas

Ingge Nayla Ayu Karina • Selasa, 10 Maret 2026 | 21:02 WIB

Sejarah Honda Jazz di Indonesia dari generasi GD3 hingga GK5. Hatchback legendaris ini masih diburu di pasar mobil bekas.
Sejarah Honda Jazz di Indonesia dari generasi GD3 hingga GK5. Hatchback legendaris ini masih diburu di pasar mobil bekas.

 

RADAR TRENGGALEK - Honda Jazz di Indonesia menjadi salah satu mobil hatchback paling ikonik yang pernah dipasarkan oleh pabrikan otomotif Jepang, Honda. Sejak pertama kali hadir di Tanah Air pada awal 2000-an, mobil ini berhasil menarik perhatian konsumen karena desain sporty, kabin fleksibel, serta performa mesin yang cukup bertenaga di kelasnya.

 

Secara global, Honda Jazz pertama kali diperkenalkan pada tahun 2001 oleh Honda Motor Company. Mobil ini dikenal dengan nama berbeda di beberapa negara. Di Jepang, Amerika, dan China, mobil ini dipasarkan dengan nama Honda Fit. Sementara di Eropa, Asia, Australia, Timur Tengah, dan Afrika menggunakan nama Honda Jazz.

Baca Juga: Honda Jazz 2026 Hybrid Siap Meluncur, Desain Futuristik, Kabin Canggih, Konsumsi BBM Super Irit Mulai Rp300 Jutaan

Masuk ke Indonesia pada 2003 melalui PT Honda Prospect Motor (HPM), Honda Jazz di Indonesia langsung mendapat sambutan positif dari pasar otomotif. Bahkan secara global, generasi awal mobil ini berhasil terjual hingga dua juta unit antara tahun 2004 hingga 2007.

 

Honda Jazz Generasi Pertama GD3 (2002–2007)

 

Generasi pertama Honda Jazz hadir dengan kode bodi GD3. Model ini sebenarnya lebih dulu dipasarkan di Jepang dengan nama Honda Fit sebelum akhirnya diboyong ke Indonesia oleh HPM.

 

Pada awal peluncurannya, Honda Jazz generasi pertama tersedia dalam dua pilihan mesin, yakni i-DSI dan VTEC. Mesin VTEC menjadi varian tertinggi dengan tenaga mencapai 110 dk pada 5.800 rpm dan torsi 143 Nm pada 4.800 rpm.

 

Sementara itu, mesin i-DSI menghasilkan tenaga 87 dk pada 5.500 rpm dengan torsi 128 Nm pada 2.800 rpm. Kedua mesin tersebut tersedia dengan dua pilihan transmisi, yaitu manual lima percepatan dan transmisi CVT dengan tujuh percepatan.

 

Dari sisi efisiensi bahan bakar, Honda Jazz GD3 dikenal cukup irit. Konsumsi BBM varian i-DSI mencapai sekitar 11 km per liter untuk penggunaan dalam kota dan 13 km per liter di luar kota. Sedangkan varian VTEC mencatat sekitar 10 km per liter di dalam kota dan 14 km per liter di luar kota.

 

Kini, di pasar mobil bekas, harga Honda Jazz generasi pertama bahkan sudah bisa ditemukan di bawah Rp100 juta.

 

Honda Jazz Generasi Kedua GE8 (2008–2013)

 

Perjalanan Honda Jazz di Indonesia berlanjut pada tahun 2008 dengan hadirnya generasi kedua berkode GE8. Model ini tampil lebih besar, modern, serta memiliki desain yang lebih dinamis dibandingkan generasi sebelumnya.

 

Honda membekali generasi ini dengan mesin 1.500 cc i-VTEC yang mampu menghasilkan tenaga hingga 120 dk pada 6.600 rpm serta torsi 145 Nm pada 4.800 rpm.

 

Di Indonesia, Honda Jazz GE8 dipasarkan dalam tiga varian utama, yaitu tipe A sebagai varian entry level, tipe S di kelas menengah, dan tipe RS sebagai varian tertinggi.

 

Varian RS menjadi model paling lengkap dari segi fitur. Mobil ini sudah dilengkapi berbagai teknologi modern seperti head unit layar sentuh 8 inci, paddle shift, cruise control, serta audio steering switch.

 

Pada tahun 2011, Honda memberikan penyegaran tampilan dengan revisi pada bumper depan dan belakang, grille yang lebih modern, serta desain lampu depan baru lengkap dengan lampu kabut.

 

Selain itu, pada 2013 semua varian Honda Jazz akhirnya dilengkapi fitur keselamatan dual SRS airbag serta sistem pengereman ABS dan EBD.

 

Dari sisi konsumsi bahan bakar, Honda Jazz GE8 juga mengalami peningkatan efisiensi. Untuk penggunaan dalam kota, mobil ini mampu mencatat sekitar 12,5 km per liter dan hingga 15 km per liter untuk perjalanan luar kota.

 

Honda Jazz Generasi Ketiga GK5 (2014–2019)

 

Generasi ketiga Honda Jazz hadir pada 2014 dengan kode bodi GK5. Model ini membawa desain yang jauh lebih sporty dan agresif dengan garis bodi tajam serta lampu depan futuristik yang sudah dilengkapi projector dan LED DRL.

 

Honda juga memberikan penyegaran pada 2017 dengan menghadirkan warna baru Phoenix Orange Pearl yang dipadukan dengan atap hitam, serta aksen hitam pada spion yang dapat dilipat otomatis.

Baca Juga: Honda Jazz 2026 Hybrid Bikin Heboh, Desain Futuristik, Interior Premium, Konsumsi BBM Bisa Tembus 25 Km/L

Di sektor mesin, Honda Jazz GK5 masih menggunakan mesin 1.500 cc i-VTEC yang sama seperti generasi sebelumnya. Konsumsi bahan bakarnya juga relatif serupa, yakni sekitar 12,5 km per liter untuk penggunaan dalam kota.

 

Menariknya, harga Honda Jazz generasi ketiga di pasar mobil bekas masih cukup tinggi, berkisar antara Rp195 juta hingga Rp200 juta tergantung kondisi kendaraan.

 

Namun sayangnya, perjalanan Honda Jazz di Indonesia harus berakhir pada generasi ini. Pada 2021, Honda resmi menggantikan Jazz dengan model baru, yaitu City Hatchback RS.

 

Salah satu alasan penghentian Jazz adalah perubahan desain generasi keempat yang diperkenalkan di Tokyo Motor Show 2019. Desainnya yang lebih membulat dianggap kurang sesuai dengan selera konsumen Indonesia yang menyukai hatchback dengan tampilan sporty.

 

Meski sudah tidak lagi dijual dalam kondisi baru, Honda Jazz tetap menjadi salah satu mobil hatchback bekas yang paling diminati di Indonesia hingga saat ini.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#Honda Jazz Indonesia #Sejarah Honda Jazz #honda jazz #Honda Jazz Bekas #Honda Jazz GK5