Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sejarah Honda Jazz di Indonesia: 18 Tahun Jadi Raja Hatchback, Dari Generasi GD3 hingga Akhirnya Pensiun Digantikan City Hatchback

Ingge Nayla Ayu Karina • Selasa, 10 Maret 2026 | 21:15 WIB

Sejarah Honda Jazz di Indonesia selama 18 tahun, dari generasi pertama hingga akhirnya pensiun dan digantikan City Hatchback RS.
Sejarah Honda Jazz di Indonesia selama 18 tahun, dari generasi pertama hingga akhirnya pensiun dan digantikan City Hatchback RS.

 

RADAR TRENGGALEK - Sejarah Honda Jazz di Indonesia menjadi salah satu kisah paling menarik di industri otomotif nasional. Mobil hatchback ini sempat menjadi ikon kendaraan anak muda berkat desainnya yang stylish, ukuran kompak, dan performa yang cukup bertenaga di kelasnya.

 

Selama hampir dua dekade, Honda Jazz di Indonesia berhasil mencuri perhatian konsumen dan menjadi salah satu mobil hatchback terlaris di Tanah Air. Popularitasnya bahkan membuat mobil ini menjadi pesaing utama Toyota Yaris di segmen yang sama.

Baca Juga: Sejarah Honda Jazz di Indonesia: Dari Honda Fit 2001 hingga Digantikan City Hatchback RS, Inilah Perjalanan Hatchback Ikonik Favorit Anak Muda

Namun perjalanan panjang Honda Jazz di Indonesia akhirnya harus berakhir pada 2021. PT Honda Prospect Motor (HPM) resmi menghentikan produksi dan penjualan mobil ini setelah sekitar 18 tahun hadir di pasar domestik.

 

Awal Kehadiran Honda Jazz di Indonesia

 

Secara global, Honda Jazz pertama kali diperkenalkan pada 2001 untuk pasar Jepang. Setelah itu, mobil ini mulai diekspor ke berbagai negara seperti Eropa dan Australia pada 2002.

 

Ekspansi Honda Jazz kemudian terus meluas. Pada 2003 mobil ini mulai dipasarkan di beberapa wilayah seperti Amerika Selatan, Afrika Selatan, dan Asia Tenggara. Setahun kemudian, pada 2004, Honda Jazz akhirnya resmi masuk ke pasar Indonesia.

 

Menariknya, model yang dipasarkan di Indonesia saat itu tidak diimpor langsung dari Jepang. Honda mendatangkannya dari pabrik di Thailand.

 

Kehadiran mobil ini langsung mendapat sambutan positif dari konsumen. Desainnya yang modern dan kabin luas membuat Honda Jazz cepat menjadi favorit, khususnya bagi masyarakat urban yang membutuhkan kendaraan praktis untuk mobilitas sehari-hari.

 

Generasi Pertama GD3: Awal Kesuksesan

 

Generasi pertama Honda Jazz yang dipasarkan di Indonesia dikenal dengan kode bodi GD3. Model ini tersedia dalam dua pilihan mesin yakni i-DSI dan VTEC dengan kapasitas 1.500 cc.

 

Mesin i-DSI (Intelligent Dual Sequential Ignition) dikenal memiliki konsumsi bahan bakar yang cukup efisien karena menggunakan dua busi dalam satu silinder. Sementara mesin VTEC (Variable Valve Timing and Lift Electronic Control) menawarkan performa lebih tinggi dengan pengaturan katup yang lebih optimal.

 

Kesuksesan Honda Jazz generasi pertama bahkan membuat kompetitor utama, Toyota, merilis Toyota Yaris di Indonesia pada 2005. Sejak saat itu persaingan di segmen hatchback semakin sengit.

 

Generasi Kedua: Dimensi Lebih Besar dan Modern

 

Pada 2007 hingga 2008, Honda memperkenalkan generasi kedua Honda Jazz dengan berbagai pembaruan. Mobil ini tampil dengan dimensi yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya, baik dari segi panjang, lebar, maupun wheelbase.

 

Perubahan desain juga membuat tampilannya terlihat lebih modern dan dinamis. Honda tetap mempertahankan mesin 1.5 liter i-VTEC yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 120 hp dengan torsi 145 Nm.

 

Pada generasi ini Honda juga menghadirkan beberapa varian seperti tipe S dan tipe RS. Varian RS menjadi model tertinggi yang menawarkan tampilan lebih sporty serta fitur lebih lengkap.

 

Generasi kedua Honda Jazz bertahan cukup lama di pasar Indonesia dan menjadi salah satu hatchback paling populer di masanya.

 

Generasi Ketiga: Desain Lebih Sporty dan Fitur Modern

 

Memasuki 2014, Honda kembali memperbarui Jazz dengan meluncurkan generasi ketiga. Model ini mengalami perubahan desain yang cukup signifikan baik pada eksterior maupun interior.

 

Tampilan mobil menjadi lebih sporty dengan garis desain tajam. Lampu utama sudah menggunakan projector headlamp yang dilengkapi LED Daytime Running Light (DRL) sehingga terlihat lebih modern.

 

Selain desain, Honda juga menambahkan berbagai fitur baru untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan berkendara. Hal ini membuat Honda Jazz tetap kompetitif di tengah persaingan pasar hatchback yang semakin ketat.

 

Pada 2017, Honda kembali melakukan penyegaran melalui facelift yang memberikan beberapa perubahan pada tampilan eksterior dan fitur.

 

Generasi Keempat dan Akhir Perjalanan Jazz

 

Pada 2019 Honda memperkenalkan generasi terbaru Honda Jazz secara global dengan desain yang cukup berbeda. Mobil ini tampil dengan konsep lebih sederhana dan tidak terlalu sporty seperti generasi sebelumnya.

 

Perubahan desain tersebut dinilai kurang sesuai dengan selera konsumen Indonesia yang selama ini mengenal Jazz sebagai hatchback dengan karakter sporty.

Baca Juga: Sejarah Honda Jazz di Indonesia: Dari Debut 2004 hingga Disuntik Mati 2021, Hatchback Ikonik yang Pernah Menjadi Raja Anak Muda

Akhirnya pada 2021 Honda resmi menghentikan produksi Honda Jazz di Indonesia. Keputusan tersebut sekaligus menandai berakhirnya perjalanan mobil ini setelah hampir dua dekade menemani masyarakat Tanah Air.

 

Sebagai pengganti, Honda menghadirkan City Hatchback RS yang diharapkan dapat melanjutkan dominasi Honda di segmen hatchback.

 

Meski sudah tidak lagi diproduksi, Honda Jazz tetap dikenang sebagai salah satu mobil hatchback paling ikonik di Indonesia. Mobil ini tidak hanya menawarkan kendaraan praktis, tetapi juga menjadi simbol gaya hidup anak muda selama bertahun-tahun.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#Honda Jazz Indonesia #Sejarah Honda Jazz #Honda Jazz RS #Honda Jazz GD3 #honda city hatchback