Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Adu Tanjak 3 SUV Listrik Rp450–500 Jutaan: Hyundai Ioniq 5, BYD Atto 3, dan Geely EX5 Diuji di Tanjakan, Siapa Paling Tangguh?

Ingge Nayla Ayu Karina • Jumat, 13 Maret 2026 | 03:44 WIB

Adu tanjak SUV listrik Hyundai Ioniq 5, BYD Atto 3, dan Geely EX5. Tes menunjukkan tenaga besar belum tentu paling tangguh.
Adu tanjak SUV listrik Hyundai Ioniq 5, BYD Atto 3, dan Geely EX5. Tes menunjukkan tenaga besar belum tentu paling tangguh.

 

RADAR TRENGGALEK - Adu tanjak SUV listrik kembali menjadi sorotan setelah tiga mobil listrik populer di kelas harga Rp450 juta hingga Rp500 jutaan diuji kemampuannya menaklukkan tanjakan. Dalam pengujian ini, tiga model yang dibandingkan adalah Hyundai Ioniq 5, BYD Atto 3, dan Geely EX5.

 

Pengujian tersebut menarik perhatian karena ketiga mobil listrik ini sama-sama menggunakan penggerak roda depan (FWD), konfigurasi yang umum digunakan pada kendaraan listrik di kelas menengah. Meski memiliki tenaga besar, kemampuan mobil listrik saat menghadapi tanjakan ternyata tidak hanya bergantung pada besarnya tenaga motor listrik.

Baca Juga: Bukan SUV Listrik Biasa! Chery J6 Punya Fitur Offroad Lengkap, AWD, hingga Tembus Genangan 60 Cm

Dalam tes tersebut, masing-masing SUV listrik diuji dengan kondisi yang cukup menantang. Mobil diisi penuh lima penumpang dan harus menaklukkan tanjakan curam dari posisi diam, sebuah skenario yang cukup realistis untuk menggambarkan penggunaan sehari-hari di jalanan menanjak.

 

Hyundai Ioniq 5 Tampil Stabil Meski Tenaganya Paling Kecil

 

Dalam pengujian ini, Hyundai Ioniq 5 justru menjadi salah satu mobil yang tampil paling stabil meskipun memiliki tenaga dan torsi paling kecil dibanding dua rivalnya.

 

Saat menghadapi tanjakan, mobil listrik asal Korea Selatan tersebut mampu melaju secara konsisten sejak awal. Meskipun sempat mengalami sedikit selip pada roda, mobil tetap dapat bergerak maju tanpa drama berarti.

 

Karakter tenaga yang disalurkan secara lebih halus membuat mobil ini mampu menanjak dengan stabil. Hal ini menunjukkan bahwa pengaturan traksi dan distribusi tenaga pada mobil listrik juga memainkan peran penting dalam menentukan kemampuan kendaraan menaklukkan tanjakan.

 

Dengan kontrol traksi yang bekerja efektif, Hyundai Ioniq 5 berhasil menyelesaikan tantangan tanjakan dengan relatif mulus.

 

BYD Atto 3 Punya Tenaga Lebih Besar, Tapi Sempat Kesulitan

 

Sementara itu, BYD Atto 3 yang memiliki tenaga lebih besar ternyata sempat mengalami sedikit kesulitan saat awal start di tanjakan.

 

Mobil ini menunjukkan gejala wheel spin yang lebih banyak dibanding Hyundai Ioniq 5. Kondisi ini terjadi ketika roda berputar lebih cepat dari kemampuan ban mencengkeram permukaan jalan.

 

Meski begitu, setelah beberapa saat, sistem kontrol traksi berhasil membantu mobil untuk mendapatkan cengkeraman yang lebih baik.

 

Akhirnya, BYD Atto 3 tetap mampu menaklukkan tanjakan tersebut. Namun prosesnya tidak semulus Hyundai Ioniq 5 yang sejak awal terlihat lebih stabil.

 

Geely EX5 Paling Bertenaga, Tapi Paling Dramatis

 

Hasil yang paling menarik justru datang dari Geely EX5, mobil listrik yang memiliki tenaga paling besar di antara ketiga SUV listrik tersebut.

 

Secara teori, tenaga besar seharusnya memberikan keuntungan saat menanjak. Namun pada praktiknya, mobil ini justru menjadi yang paling dramatis saat menghadapi tanjakan.

 

Saat mulai bergerak dari posisi diam, Geely EX5 terlihat seperti mencoba mengeluarkan seluruh tenaga sekaligus. Akibatnya, roda sempat mengalami wheel spin yang cukup signifikan.

 

Intervensi dari traction control juga terlihat tidak terlalu efektif untuk meredam putaran roda yang berlebihan.

 

Bahkan setelah mobil berhasil melewati titik awal tanjakan, wheel spin masih beberapa kali terjadi hingga mobil mencapai bagian atas tanjakan.

 

Fenomena ini menunjukkan bahwa tenaga besar tidak selalu menjadi jaminan performa terbaik, terutama jika tidak diimbangi dengan pengaturan traksi yang optimal.

 

Geely EX5 Tetap Jadi yang Tercepat

 

Meski terlihat paling dramatis saat menanjak, Geely EX5 ternyata tetap unggul dalam satu hal penting.

 

Ketika ketiga mobil dibandingkan dalam uji akselerasi atau adu kebut, mobil ini berhasil mencatatkan waktu paling cepat dibanding dua pesaingnya.

 

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun performa traksi saat tanjakan belum sehalus rivalnya, Geely EX5 tetap memiliki keunggulan dalam hal tenaga dan akselerasi.

 

Dengan kata lain, setiap mobil memiliki karakter yang berbeda. Hyundai Ioniq 5 unggul dalam stabilitas, BYD Atto 3 memiliki tenaga lebih besar dengan performa yang cukup seimbang, sementara Geely EX5 menawarkan akselerasi paling agresif.

 

Penggerak Roda Depan Jadi Faktor Penting

 

Pengujian ini juga memperlihatkan bahwa konfigurasi penggerak roda depan pada mobil listrik memiliki karakter tersendiri ketika menghadapi tanjakan.

 

Distribusi tenaga yang terlalu agresif dapat membuat roda depan kehilangan traksi, terutama jika mobil membawa beban penuh.

Baca Juga: Chery J6 SUV Listrik Offroad Makin Mencuri Perhatian, Desain Gagah dan Siap Taklukkan Jalur Ekstrem di Pegunungan

Karena itu, sistem traction control, pengaturan torsi, dan kalibrasi motor listrik menjadi faktor penting dalam menentukan kemampuan mobil listrik menaklukkan medan berat.

 

Dengan semakin berkembangnya teknologi kendaraan listrik, produsen otomotif kemungkinan akan terus menyempurnakan sistem tersebut agar mobil listrik dapat memberikan performa optimal di berbagai kondisi jalan.

 

Bagi konsumen, hasil pengujian ini menunjukkan bahwa memilih mobil listrik tidak hanya soal tenaga besar, tetapi juga soal bagaimana kendaraan tersebut mengelola tenaga untuk menghasilkan traksi terbaik.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#Tes Mobil Listrik #Hyundai Ionic 5 #geely ex5 #suv listrik #BYD Atto 3