TRENGGALEK - Toyota Starlet Capsul masih menjadi salah satu mobil bekas yang banyak diburu di pasar otomotif Indonesia. Meski usianya sudah lebih dari dua dekade, mobil hatchback legendaris ini tetap diminati karena terkenal irit, mudah dirawat, dan harganya relatif terjangkau.
Di pasar mobil bekas, Toyota Starlet Capsul bahkan bisa didapat dengan harga mulai sekitar Rp30 jutaan, tergantung kondisi dan tahun produksinya. Dengan banderol tersebut, mobil ini kerap menjadi pilihan bagi pembeli yang ingin memiliki kendaraan harian yang praktis tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Selain itu, reputasi mesin yang bandel serta ketersediaan spare part yang masih melimpah membuat mobil ini tetap relevan hingga sekarang.
Sejarah Toyota Starlet di Indonesia
Toyota Starlet sebenarnya memiliki sejarah panjang di dunia otomotif. Model ini pertama kali diperkenalkan pada 1973 dengan kode P40 dan dikenal sebagai Publica Starlet.
Pada generasi awal, mobil ini hadir dalam bentuk coupe dan sedan. Barulah pada generasi kedua yang dirilis pada 1978, Toyota mulai menghadirkan varian hatchback yang kemudian menjadi identitas utama Starlet.
Perkembangan berlanjut hingga generasi ketiga pada 1985 yang hanya tersedia dalam model hatchback. Menariknya, Indonesia menjadi negara kedua setelah Jepang yang memproduksi mobil ini.
Generasi yang paling dikenal di Tanah Air adalah generasi keempat yang muncul pada 1990 dengan desain lebih membulat. Model inilah yang populer dengan sebutan Starlet Capsul.
Pada generasi ini juga hadir varian performa tinggi yaitu Starlet GT Turbo yang populasinya sangat langka di Indonesia dan kini lebih banyak diburu kolektor.
Setelah itu, generasi kelima sebenarnya hadir di Jepang pada 1996 dengan nama Reflet, Glanza, dan Carat. Namun model tersebut tidak pernah dipasarkan di Indonesia.
Desain Khas Hatchback 90-an
Dari sisi desain, Toyota Starlet Capsul memiliki tampilan khas mobil era 1990-an. Bentuk bodinya membulat dengan ukuran yang cukup kompak.
Mobil ini memiliki panjang sekitar 3,7 meter, lebar 1,7 meter, dan tinggi 1,3 meter dengan wheelbase 2,3 meter. Dimensi tersebut membuat mobil ini cukup ideal digunakan di jalan perkotaan atau perumahan dengan garasi terbatas.
Pada bagian lampu depan, terdapat beberapa perbedaan desain tergantung tahun produksinya. Model awal 1990-an memiliki lampu yang lebih tegak, sedangkan model setelah 1993 tampil dengan lampu yang lebih melandai.
Lampu belakang juga mengalami perubahan. Model awal masih menggunakan kombinasi warna oranye, merah, dan putih, sementara versi yang lebih baru menggunakan kombinasi merah dan putih.
Toyota Starlet Capsul hadir dalam beberapa tipe, yakni XL sebagai tipe dasar, SE untuk kelas menengah, dan SE Limited atau SEG sebagai varian tertinggi.
Varian tertinggi biasanya sudah memiliki bumper sewarna bodi serta tambahan fog lamp yang membuat tampilannya lebih menarik.
Pilihan Mesin dan Performa
Di Indonesia, Toyota Starlet Capsul tersedia dengan dua pilihan mesin, yakni 1.000 cc dan 1.300 cc.
Mesin 1.000 cc digunakan pada tipe XL dengan kode mesin 1E. Mesin empat silinder SOHC 12 valve ini mampu menghasilkan tenaga sekitar 55 horsepower pada 6.000 rpm dan torsi 102 Nm pada 3.500 rpm.
Transmisi yang digunakan adalah manual empat percepatan.
Sementara itu, tipe SE dan SEG menggunakan mesin 1.300 cc berkode 2E. Mesin ini juga berkonfigurasi empat silinder SOHC dan mampu menghasilkan tenaga sekitar 65 horsepower.
Transmisi yang digunakan adalah manual lima percepatan. Menariknya, mesin ini masih menggunakan sistem karburator sehingga perawatannya relatif mudah.
Pada unit produksi awal 1990-an, sistem pengapian masih menggunakan platina. Namun pada model tahun 1992 ke atas sudah menggunakan sistem CDI yang lebih modern.
Interior Sederhana Tapi Fungsional
Masuk ke bagian interior, Toyota Starlet Capsul menawarkan desain kabin yang sederhana khas mobil tahun 90-an.
Dashboard didominasi material plastik keras, sementara jok menggunakan bahan fabric yang cukup empuk. Head unit masih berformat single DIN dan seluruh indikator masih analog.
Beberapa fitur seperti power window hanya tersedia di varian tertinggi. Sementara varian bawah masih menggunakan sistem engkol manual.
Pada model produksi setelah 1995, mobil ini juga sudah dilengkapi power steering yang membuat kemudi lebih ringan.
Untuk sistem keselamatan, mobil ini sudah menggunakan rem cakram di bagian depan dan tromol di bagian belakang. Namun fitur modern seperti ABS dan airbag belum tersedia.
Harga Toyota Starlet Capsul Bekas
Di pasar mobil bekas, harga Toyota Starlet Capsul cukup bervariasi.
Untuk unit produksi awal tahun 1990-an, harga umumnya berada di kisaran Rp30 juta hingga Rp40 jutaan.
Sedangkan model produksi akhir tahun 1995 ke atas yang sudah dilengkapi power steering biasanya dijual sekitar Rp50 juta hingga Rp70 jutaan, tergantung kondisi kendaraan.
Dengan harga tersebut, mobil ini masih dianggap sebagai salah satu hatchback klasik yang layak dipilih sebagai kendaraan harian.
Editor : Izahra Nurrafidah