JAKARTA – Pasar kendaraan listrik di Indonesia kembali dikejutkan dengan gebrakan terbaru dari raksasa otomotif Indomobil Group. Menjawab tantangan konsumen akan kendaraan ramah lingkungan yang terjangkau namun tetap berkualitas, Indomobil e-Motor resmi meluncurkan lini produk terbaru mereka, yakni Indomobil QT dan QT Pro dalam ajang IIMS 2026. Kehadiran motor listrik murah ini menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama dengan banderol harga yang dimulai dari angka Rp15 juta saja untuk tipe standar.
Indomobil QT hadir sebagai solusi mobilitas harian yang sangat kompetitif. Direktur CEO Indomobil e-Motor, Pius Wan, mengungkapkan bahwa konsep awal motor ini memang dirancang berdasarkan target harga yang dapat dijangkau oleh semua kalangan tanpa mengorbankan kualitas. "Kami melakukan survei mendalam dan komunitas menginginkan motor yang terjangkau. Akhirnya kami riset dalam waktu singkat dan lahirlah QT yang 'Quality and Technology'," ujarnya saat ditemui di JIExpo Kemayoran.
Menariknya, meskipun dibanderol dengan harga ekonomis, Indomobil QT dan varian tertingginya, QT Pro, merupakan hasil karya putra bangsa. Desain bodi yang mengusung gaya skuter retro modern ini digambar langsung oleh desainer internal Indomobil, Nono Sumarno atau yang akrab disapa Mang No. Sentuhan desainnya sengaja dibuat "imut" namun fungsional, menyasar segmen remaja, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga untuk kebutuhan transportasi jarak dekat maupun menengah.
Perbedaan Spesifikasi Indomobil QT vs QT Pro
Meski secara desain fisik sekilas tampak serupa, terdapat perbedaan performa yang cukup signifikan antara kedua tipe ini. Indomobil QT tipe standar dibanderol Rp15 juta dengan satu unit baterai 60V (1,44 kWh) yang mampu menempuh jarak 70 km dan kecepatan maksimal 60 km/jam. Varian ini menggunakan skema warna single tone yang simpel namun elegan.
Sementara itu, kasta tertingginya yaitu Indomobil QT Pro dilepas dengan harga Rp18,8 juta (OTR Jakarta). Sesuai namanya, versi "Pro" ini dibekali dua unit baterai sekaligus (total 2,88 kWh) yang sanggup menempuh jarak fantastis hingga 130 km dalam sekali pengisian daya. Kecepatan puncaknya pun lebih tinggi, menyentuh angka 70 km/jam. Secara estetika, QT Pro tampil lebih berani dengan pilihan warna two-tone yang kekinian serta ukuran ban depan yang lebih lebar (ukuran 100) untuk stabilitas ekstra.
Fitur Melimpah: Dari NFC Hingga Traction Control
Indomobil tidak pelit dalam menyematkan fitur canggih pada motor listrik mungil ini. Baik tipe QT maupun QT Pro sudah dilengkapi dengan kunci berbasis kartu NFC, remote, serta sistem pencahayaan full LED Crystal yang sangat terang. Panel instrumen digitalnya pun informatif, menampilkan indikator baterai ganda (pada tipe Pro), trip meter, hingga mode berkendara yang terdiri dari tiga tingkatan kecepatan.
Sektor keamanan dan kenyamanan juga menjadi perhatian utama. Khusus untuk tipe QT Pro, Indomobil menyematkan fitur premium seperti Traction Control dan Regenerative Braking (pengisian daya saat pengereman). Fitur-fitur ini biasanya hanya hadir di motor listrik dengan harga di atas Rp20 juta. Selain itu, terdapat fitur Reverse (mode mundur) yang sangat memudahkan saat parkir di area sempit, serta soket USB Type-A untuk pengisian daya gawai di kompartemen depan.
Desain Retro yang Fungsional untuk Harian
Mang No, sang desainer, menjelaskan bahwa inspirasi lampu bulat di depan adalah untuk mempertahankan kesan retro yang abadi (timeless), namun dipadukan dengan lampu belakang garis-garis yang sangat futuristik. Keunggulan lain motor ini adalah posisi baterai yang ditanam di bawah dek, sehingga ruang bagasi di bawah jok menjadi sangat luas dan dalam untuk menyimpan barang bawaan.
Dengan dimensi yang ringkas dan bobot yang enteng, Indomobil QT diprediksi akan sangat lincah membelah kemacetan kota. Bagi Anda yang tertarik, unit ini sudah bisa dipesan selama pameran IIMS 2026 berlangsung hingga 25 Februari mendatang. Kehadiran motor listrik murah dari Indomobil ini seolah menegaskan bahwa era kendaraan listrik yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia sudah benar-benar tiba.
Editor : Natasha Eka Safrina