Dalam review Poco X8 Pro kali ini, fokus utama memang diarahkan pada pengalaman gaming. Namun, sebelum masuk ke performa, desain menjadi hal pertama yang mencuri perhatian. Poco tampaknya berhasil membawa “premiumisasi” ke lini mid-range mereka.
Desain Premium, Tapi Ada Catatan Saat Gaming
Secara tampilan, Poco X8 Pro hadir dengan desain yang lebih clean dibanding pendahulunya. Material kaca di bagian belakang memberikan kesan mewah, ditambah dengan sudut melengkung yang mengikuti tren desain smartphone 2026.
Namun, pengalaman saat bermain game sedikit terganggu oleh posisi modul kamera. Letaknya yang menonjol sempat terasa mengganjal di awal penggunaan, terutama saat menggenggam dalam posisi landscape. Meski begitu, setelah beberapa jam penggunaan, adaptasi tangan membuat hal ini tidak lagi terasa signifikan.
Selain itu, penggunaan material kaca membuat perangkat terasa licin jika tanpa casing. Ini menjadi catatan penting, terutama bagi pengguna yang lebih nyaman memakai HP tanpa pelindung tambahan.
Layar AMOLED dan Saran Lepas Anti Gores
Masuk ke sektor layar, Poco X8 Pro dibekali panel AMOLED 6,59 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 120Hz. Secara spesifikasi, ini sudah sangat mumpuni untuk gaming.
Namun, ada satu saran menarik: pengguna disarankan untuk melepas anti gores bawaan. Hal ini karena lapisan tersebut dinilai mengurangi kelicinan layar saat bermain game, sehingga mengganggu kenyamanan kontrol.
Sebagai alternatif, pengguna bisa memakai tempered glass berkualitas dengan coating oleophobic agar pengalaman swipe lebih halus.
Performa Gaming: Stabil di Berbagai Game Berat
Dari sisi performa, Poco X8 Pro ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8500 Ultra, dipadukan RAM 12GB dan storage 512GB. Kombinasi ini tergolong “overkill” di kelas mid-range.
Pengujian gaming dilakukan pada beberapa judul berat seperti Honor of Kings, Arknights Enfield, Wuthering Waves, Delta Force, hingga Windnsmith. Hasilnya cukup impresif:
- Honor of Kings: FPS konsisten hingga 95% di 120 FPS
- Arknights Enfield: Stabil di 83% dari target 60 FPS
- Wuthering Waves: Konsistensi 78%, drop saat eksplorasi udara
- Delta Force: Stabil di 88% dengan performa smooth
- Windnsmith: Berat, tapi masih playable di 30 FPS
Yang menarik, pengujian dilakukan setelah HP dipanaskan terlebih dahulu (pre-heating), sehingga hasil lebih realistis untuk penggunaan jangka panjang.
Thermal dan Baterai Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu keunggulan utama dalam review Poco X8 Pro ini adalah thermal management. Dalam sesi gaming 30 menit, suhu perangkat berada di kisaran 40–42 derajat Celsius. Saat digunakan sambil charging, suhu naik ke 43–44 derajat, yang masih tergolong wajar.
Tak hanya itu, baterai 6500 mAh menjadi daya tarik besar. Dalam penggunaan normal, HP ini bisa bertahan hingga 3 hari. Bahkan untuk gaming intens seperti push rank, konsumsi baterai hanya sekitar 25% dalam beberapa jam.
Dukungan fast charging 100W juga memastikan pengisian daya berlangsung cepat. Kekurangan: Iklan dan Belum Ada Bypass Charging. Meski unggul di banyak aspek, Poco X8 Pro masih memiliki kekurangan klasik, yaitu adanya iklan di sistem HyperOS.
Baca Juga: 7 HP Realme Rp1 Jutaan Terbaik April 2026, Baterai 6300 mAh hingga RAM 24 GB Bikin Kaget!
Namun, hal ini bisa diatasi dengan pengaturan manual seperti mematikan notifikasi dan menghapus aplikasi bawaan. Selain itu, fitur bypass charging belum tersedia, yang mungkin menjadi kekurangan bagi gamer hardcore.
Secara keseluruhan, review Poco X8 Pro menunjukkan bahwa smartphone ini layak disebut sebagai salah satu HP gaming terbaik di kelas mid-range. Performa stabil, baterai besar, dan thermal yang terjaga menjadi kombinasi yang sulit ditandingi.
Kini, satu hal yang paling ditunggu adalah harga resmi saat peluncuran. Jika sesuai ekspektasi, Poco X8 Pro berpotensi menjadi “game changer” di pasar smartphone Indonesia. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana