JAKARTA - Uji coba Honda Beat konversi listrik Musasi menarik perhatian setelah motor ini menunjukkan performa impresif, namun sempat mengalami kendala saat dites akselerasi penuh. Motor hasil konversi ini menggunakan teknologi side drive terbaru dengan daya 2000 watt yang diklaim lebih halus dibandingkan motor listrik sejenis.
Dalam pengujian di jalan, Honda Beat konversi listrik Musasi langsung diuji pada mode sport untuk melihat kemampuan akselerasinya. Hasilnya cukup mengejutkan. Tarikan awal terasa responsif dan halus, bahkan disebut lebih nyaman dibandingkan beberapa motor konversi lain yang pernah diuji sebelumnya.
Namun, saat dilakukan uji gas penuh atau akselerasi maksimal, motor tiba-tiba mati. Kondisi ini sempat membuat penguji panik karena motor tidak bisa langsung dinyalakan kembali.
Teknologi Side Drive 2000 Watt Jadi Andalan
Motor ini menggunakan sistem powertrain side drive buatan Musasi dengan kapasitas 2 kW atau 2000 watt. Sistem ini juga dilengkapi gearbox yang membuat suara motor lebih halus dibandingkan teknologi sejenis.
Menurut Andreas dari Musasi, produk ini merupakan generasi pertama bernama S1. Sistem ini sudah menggunakan tegangan 72 volt, meningkat dari versi sebelumnya yang masih 48 volt.
“Ini produk pertama kami, S1. Tahun ini kami sudah masuk ke 72 volt karena itu yang umum dipakai di Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, konversi ini juga melibatkan perubahan pada swing arm agar sesuai dengan sistem penggerak baru. Meski begitu, aspek ergonomi tetap diperhatikan sehingga posisi berkendara masih terasa seperti Honda Beat standar.
Fitur Tetap Familiar, Tapi Lebih Modern
Menariknya, tampilan dashboard tidak banyak berubah. Indikator bensin kini berfungsi sebagai indikator baterai. Motor juga memiliki dua mode berkendara, yakni eco dan sport.
Saat dinyalakan, suara motor nyaris tidak terdengar. Bahkan dalam kondisi diam, hanya terdengar suara halus dari sistem penggerak.
“Ini cocok buat dipakai pagi-pagi, enggak ganggu tetangga karena suaranya halus,” ujar penguji.
Uji Akselerasi: Kencang Tapi Sempat Mati
Saat diuji di mode sport, motor menunjukkan performa yang cukup bertenaga. Tarikan terasa ringan dan responsif, bahkan disebut lebih enak dibandingkan motor konversi lain.
Namun, saat dilakukan akselerasi penuh dengan beban tertentu, motor mendadak mati. Dugaan awal mengarah pada sistem pengaman baterai atau Battery Management System (BMS) yang aktif saat terjadi lonjakan arus.
Setelah dilakukan pengecekan, motor kembali menyala. Tim kemudian mencoba mengganti baterai dengan tipe yang lebih sesuai.
Penyebab Mogok Diduga dari Baterai
Setelah penggantian baterai, motor kembali diuji dalam kondisi yang sama. Hasilnya, performa menjadi lebih stabil dan tidak mengalami mati mendadak seperti sebelumnya.
Hal ini mengindikasikan bahwa masalah bukan berasal dari motor atau sistem penggerak, melainkan dari baterai atau sistem BMS yang digunakan.
Dengan baterai yang tepat, akselerasi motor terasa lebih konsisten dan tetap halus saat digunakan dalam berbagai kondisi.
Spesifikasi dan Jarak Tempuh
Motor ini dibekali baterai 72 volt 20 Ah yang mampu menempuh jarak hingga 60 km dalam sekali pengisian. Angka ini cukup kompetitif untuk motor konversi di kelasnya.
Selain itu, paket konversi juga sudah mencakup motor listrik, baterai, controller, swing arm baru, hingga velg. Namun, harga konversi ini masih tergolong tinggi karena belum termasuk unit motor.
Lebih Halus dari Motor Listrik Lain
Salah satu keunggulan utama Honda Beat konversi listrik Musasi adalah tingkat kehalusan suara dan tarikan. Dibandingkan motor listrik lain yang cenderung memiliki suara melengking, motor ini justru terasa lebih senyap.
Penguji bahkan menyebut motor ini sebagai yang paling halus dari beberapa motor konversi yang pernah dicoba.
“Dari empat motor konversi yang saya coba, ini yang paling halus dan paling enak tenaganya,” ungkapnya.
Potensi dan Catatan
Meski menawarkan performa dan kenyamanan, masih ada beberapa catatan penting, terutama terkait kompatibilitas baterai. Pemilihan baterai yang tidak sesuai dapat memicu sistem pengaman aktif dan membuat motor mati mendadak.
Namun secara keseluruhan, Honda Beat konversi listrik Musasi menunjukkan potensi besar sebagai alternatif kendaraan ramah lingkungan dengan performa yang tidak kalah dari motor bensin.
Editor : Divka Vance Yandriana