JAKARTA - Tren penggunaan sepeda listrik Uwinfly D66B mulai meningkat di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kenaikan harga BBM. Kendaraan ini menjadi alternatif menarik karena harga terjangkau dan fitur yang semakin modern, bahkan menyerupai motor listrik.
Salah satu pengguna membagikan pengalaman unboxing dan uji coba sepeda listrik Uwinfly D66B yang dibelinya sebagai langkah antisipasi jika bahan bakar semakin mahal akibat situasi global. Dengan desain menyerupai motor, kendaraan ini tetap masuk kategori sepeda listrik sehingga tidak memerlukan plat nomor maupun surat kendaraan.Baca Juga: Hasil Proliga 2026: Pertamina Enduro Menang Dramatis atas Popsivo Polwan, Laga Sengit Empat Set di Final Four
Desain Mirip Motor, Tapi Tanpa Ribet Administrasi
Dari segi tampilan, Uwinfly D66B tampil modern dan futuristik. Lampu depan sudah menggunakan proyektor dengan DRL memanjang yang menyatu dengan lampu sein. Seluruh sistem pencahayaan juga sudah menggunakan LED.
Meski bodinya masih didominasi material plastik, desainnya dinilai cukup premium untuk kelas sepeda listrik. Ukuran ban yang kecil serta penggunaan rem tromol di depan dan belakang menegaskan bahwa kendaraan ini memang bukan motor, melainkan sepeda listrik.
Keunggulan lain adalah bagasi luas karena posisi baterai ditempatkan di bawah pijakan kaki. Hal ini memberikan ruang penyimpanan ekstra yang jarang ditemukan di kendaraan sekelasnya.
Fitur Modern: Keyless hingga Cruise Control
Salah satu daya tarik utama sepeda listrik Uwinfly D66B adalah fitur canggih yang dibawanya. Kendaraan ini sudah dilengkapi sistem keyless dengan kartu NFC yang cukup ditempelkan untuk menyalakan mesin.
Selain itu, tersedia juga aplikasi khusus yang memungkinkan pengguna mengontrol kendaraan dari jarak jauh, seperti mengunci atau membuka kunci.
Panel instrumen sudah full digital dengan tampilan modern. Pengguna juga bisa memilih tiga mode kecepatan, yakni:
- Mode 1: maksimal 19 km/jam
- Mode 2: maksimal 23 km/jam
- Mode 3: maksimal 27 km/jam
Menariknya, sepeda listrik ini juga memiliki fitur cruise control. Pengendara bisa mempertahankan kecepatan tanpa perlu terus menarik tuas gas, sehingga lebih nyaman saat digunakan di jalan datar.
Baterai Masih Lead Acid, Bisa Upgrade
Untuk sumber tenaga, Uwinfly D66B masih menggunakan baterai jenis lead acid (aki). Baterai ini memang lebih berat dibandingkan lithium, namun masih umum digunakan pada sepeda listrik entry level.
Meski begitu, pengguna tetap memiliki opsi untuk melakukan upgrade ke baterai lithium agar performa lebih optimal.
Proses pengisian daya juga cukup mudah karena bisa langsung menggunakan listrik rumah tangga. Posisi port charging berada di bawah jok, sehingga praktis digunakan.
Performa: Halus Tapi Tenaga Terbatas
Saat diuji di jalan, sepeda listrik ini menawarkan pengalaman berkendara yang halus dan nyaris tanpa suara. Hal ini menjadi salah satu keunggulan utama dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.
Namun, dari sisi tenaga, performanya tergolong standar. Akselerasi tidak terlalu kuat, terutama saat menghadapi tanjakan. Kecepatan maksimal yang tercapai juga hanya sekitar 27 km/jam, sedikit di bawah klaim spesifikasi.
Meski demikian, performa tersebut masih cukup untuk kebutuhan harian jarak dekat, seperti pergi ke warung atau berkeliling lingkungan sekitar.
Kenyamanan dan Keamanan
Dari sisi kenyamanan, jok yang empuk dan dek luas membuat posisi berkendara terasa santai. Pengendara bahkan bisa sedikit selonjoran saat berkendara.
Untuk keamanan, kendaraan ini dilengkapi sistem penguncian otomatis pada roda belakang. Saat motor dimatikan, roda akan terkunci sehingga tidak bisa didorong sembarangan.
Selain itu, terdapat suara alarm sebagai indikator bahwa sistem pengamanan aktif.
Worth It untuk Mobilitas Ringan
Dengan harga di kisaran Rp jutaan, sepeda listrik Uwinfly D66B dinilai cukup worth it bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan praktis dan hemat biaya operasional.
Meski memiliki keterbatasan dari sisi tenaga dan sistem pengereman, fitur modern serta biaya penggunaan yang murah menjadi nilai jual utama.
Di tengah isu kenaikan BBM, sepeda listrik seperti ini bisa menjadi solusi alternatif untuk mobilitas harian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Editor : Divka Vance Yandriana