JAKARTA - Perbandingan motor listrik vs motor bensin semakin ramai dibahas seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan. Selain faktor tren, isu kenaikan harga BBM juga membuat banyak orang mulai mempertimbangkan beralih ke motor listrik.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan motor listrik di Indonesia terus meningkat. Berbagai merek dengan rentang harga beragam kini tersedia di pasaran. Bahkan, banyak perusahaan pembiayaan menawarkan skema kredit ringan untuk mempermudah masyarakat memiliki kendaraan listrik.
Namun, pertanyaan utama tetap sama: dalam perbandingan motor listrik vs motor bensin, mana yang sebenarnya lebih hemat untuk penggunaan harian?
Klaim Hemat Hingga 40 Persen
CEO PT Swapro Energi Indonesia, Kevin, mengungkapkan bahwa motor listrik mampu memberikan penghematan hingga 40 persen dibandingkan motor konvensional berbahan bakar bensin.
Penghematan ini terutama berasal dari biaya operasional yang lebih rendah. Pengguna motor listrik tidak perlu membeli BBM, melainkan cukup menggunakan listrik atau sistem swap baterai.
Saat ini, sudah tersedia lebih dari 400 titik swap baterai di wilayah Jabodetabek. Pengguna hanya perlu menukar baterai di titik tersebut dengan sistem berlangganan.
“Pengguna cukup membayar biaya swap baterai sesuai paket yang dipilih,” ujarnya.
Sistem Swap Baterai Jadi Andalan
Salah satu model yang mengadopsi sistem ini adalah Smoot Tempur, motor listrik yang terhubung dengan aplikasi smartphone. Motor ini dilengkapi berbagai fitur seperti GPS tracker, informasi kondisi baterai, hingga riwayat perjalanan.
Untuk penggunaan, tersedia beberapa paket swap baterai dengan biaya mulai dari Rp25.000. Sistem ini dianggap lebih praktis karena pengguna tidak perlu menunggu lama untuk pengisian daya.
Motor listrik ini menggunakan baterai lithium berkapasitas 64 volt 22,5 Ah, dengan jarak tempuh hingga 70 km dalam sekali penggunaan. Kecepatan maksimalnya mencapai 60 km/jam, cukup untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan.
Perbandingan Biaya dengan Motor Bensin
Dalam konteks motor listrik vs motor bensin, perbandingan biaya operasional menjadi faktor utama yang diperhatikan.
Sebagai contoh, motor bensin seperti Honda PCX memiliki konsumsi bahan bakar sekitar 45 km per liter. Dengan harga BBM jenis Pertamax sekitar Rp12.500 per liter, biaya yang dikeluarkan untuk menempuh jarak tertentu bisa mencapai Rp25.000.
Sementara itu, motor bensin lain seperti Honda Vario memiliki konsumsi sekitar 29,5 km per liter. Artinya, biaya bahan bakar yang diperlukan juga cukup signifikan untuk penggunaan harian.
Di sisi lain, motor listrik hanya memerlukan biaya swap baterai atau pengisian listrik yang relatif lebih murah. Bahkan dalam beberapa kasus, biaya operasionalnya bisa ditekan hingga setengah dari motor bensin.
Keunggulan dan Kekurangan
Motor listrik memiliki sejumlah keunggulan, seperti biaya operasional rendah, suara mesin yang halus, serta bebas emisi. Selain itu, perawatan juga cenderung lebih sederhana karena tidak memiliki banyak komponen mekanis seperti mesin bensin.
Namun, ada juga beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Infrastruktur seperti stasiun swap baterai masih terbatas di beberapa daerah. Selain itu, jarak tempuh yang relatif pendek juga menjadi kendala bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
Sementara itu, motor bensin masih unggul dalam hal jangkauan dan kemudahan pengisian bahan bakar. Infrastruktur SPBU yang sudah tersebar luas membuat pengguna lebih fleksibel dalam perjalanan jarak jauh.
Tren Masa Depan Kendaraan
Melihat perkembangan saat ini, perbandingan motor listrik vs motor bensin tidak hanya soal biaya, tetapi juga arah masa depan industri otomotif.
Pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan dan insentif. Hal ini bertujuan untuk mengurangi emisi dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Dengan semakin banyaknya pilihan motor listrik dan dukungan infrastruktur yang terus berkembang, bukan tidak mungkin kendaraan listrik akan menjadi pilihan utama di masa mendatang.
Editor : Divka Vance Yandriana