TULUNGAGUNG - Motor listrik Alva Servo kini tengah menjadi primadona di pasar otomotif Indonesia berkat desainnya yang futuristik dan performa yang gahar. Namun, di balik popularitasnya yang melejit, para calon pembeli perlu mengetahui realita penggunaan harian dari sisi penggunanya langsung. Seorang pemilik Alva Servo membagikan pengalaman pahit-manisnya setelah tiga bulan pemakaian rutin dengan jarak tempuh hampir mencapai 500 kilometer.
Meski banyak dipuji oleh para reviewer otomotif ternama, terdapat beberapa kekurangan Alva Servo yang jarang diungkap ke publik namun sangat krusial bagi kenyamanan berkendara. Berdasarkan evaluasi mendalam, setidaknya ada 10 poin kekurangan yang perlu diwaspadai, mulai dari masalah sistem keamanan kunci hingga performa baterai yang dinilai tidak sesuai dengan klaim spesifikasi di brosur.
Masalah utama yang paling sering dikeluhkan adalah tidak adanya kunci emergency untuk membuka jok. Hal ini menjadi fatal karena mayoritas pengguna motor listrik menyimpan charger di bawah bagasi. Jika baterai utama habis total, jok tidak akan bisa dibuka secara elektrik, sehingga pengguna terjebak dalam situasi tidak bisa mengisi daya motor. Solusi yang ditawarkan pihak pabrikan pun dinilai kurang praktis bagi pengguna dalam kondisi darurat.
Baca Juga: HP Murah Cocok untuk Lebaran 2026: Jangan Salah Pilih! Ternyata HP Tahun Lama Justru Lebih Worth It
Masalah Baterai dan Jarak Tempuh
Selain urusan akses bagasi, kekurangan Alva Servo lainnya terletak pada penyusutan daya baterai atau vampire drain. Tercatat, daya baterai menyusut sekitar 3% setiap harinya meskipun motor dalam keadaan mati total. Jika ditinggal selama satu minggu tanpa pemakaian, pemilik bisa kehilangan kapasitas baterai hingga 20%. Hal ini disinyalir karena sistem GPS dan IoT yang tetap aktif memakan daya secara terus-menerus.
Klaim jarak tempuh sejauh 125 kilometer juga menjadi sorotan tajam. Dalam prakteknya, sangat sulit mencapai angka tersebut jika gaya berkendara tidak dijaga dengan sangat ketat. Untuk bisa menembus angka 100 kilometer saja, pengendara harus memenuhi syarat berat yang cukup merepotkan: berkendara sendirian, jalanan harus rata tanpa tanjakan, menggunakan mode Eco, dan kecepatan tidak boleh melebihi 30 km/jam.
Kendala Perangkat Lunak dan Kenyamanan
Dari sisi teknis, ditemukan adanya bug pada perangkat lunak yang menyebabkan tenaga motor tiba-tiba hilang saat melewati jalanan menurun yang panjang. Gas motor tidak merespons dan pengendara dipaksa berhenti total untuk melakukan reset melalui rem. Meskipun masalah ini disebut bisa diselesaikan melalui pembaruan software di pusat servis, hal ini tetap menjadi catatan bagi reliabilitas sistem kontrol motor tersebut.
Kenyamanan berkendara juga tak luput dari kritik. Suspensi atau shock breaker belakang dirasa sangat keras jika digunakan sendirian tanpa penumpang. Bagi mereka yang sering melakukan perjalanan jauh, posisi footstep atau pijakan kaki penumpang juga dinilai terlalu tinggi, sehingga menimbulkan rasa pegal yang berlebih bagi kerabat atau keluarga yang membonceng.
Kualitas Material dan Desain Bagasi
Terakhir, pemilik menyoroti kualitas material penutup baterai yang terkesan tipis dan kurang kokoh. Mengingat harga satu unit baterai Alva Servo mencapai belasan juta rupiah, tutup baterai yang ringkih ini dianggap rawan terhadap tindak pencurian atau perusakan di lokasi parkir umum. Engsel jok yang terasa goyang serta desain bagasi yang tidak rata di bagian tengah juga membuat penyimpanan helm atau tas berukuran besar menjadi tidak memungkinkan.
Meskipun Alva Servo menawarkan teknologi canggih dan kecepatan yang mumpuni, sederet kekurangan Alva Servo di atas menunjukkan bahwa ekosistem motor listrik ini masih memerlukan banyak penyempurnaan. Bagi Anda yang berencana beralih ke kendaraan listrik, pastikan poin-poin kekurangan ini masuk ke dalam pertimbangan sebelum melakukan transaksi di dealer.
Editor : Natasha Eka Safrina