JAKARTA - Tren kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat, namun banyak calon pembeli yang masih ragu mengenai durabilitas jangka panjangnya. Menjawab keraguan tersebut, seorang pengguna setia Yadea T9 membagikan pengalamannya setelah dua tahun menjadikan motor listrik ini sebagai kendaraan utama untuk mobilitas tinggi, mulai dari bekerja, antar anak sekolah, hingga belanja ke pasar.
Dalam kurun waktu dua tahun, Yadea T9 terbukti mampu mengemban tugas sebagai "motor satu-satunya" dengan jarak tempuh harian mencapai 40 hingga 50 kilometer. Meski telah melewati masa pakai yang cukup lama, motor ini diklaim tetap tangguh dan layak menjadi rekomendasi bagi masyarakat yang ingin beralih dari motor bensin konvensional.
"Motor ini sudah menemani saya ke mana saja selama dua tahun. Dari segi durabilitas, Yadea T9 benar-benar tangguh. Bahkan saat harus menerjang banjir, asalkan ketinggian air masih di bawah tulisan logo Yadea, motor tetap aman dan tidak mengalami korsleting," ujar Junior Ferry dalam unggahan video review terbarunya.
Baca Juga: 7 HP Oppo 5G RAM 8/256 GB Turun Harga, Mulai Rp2 Jutaan dengan Spek Gahar!
Rahasia Perawatan Baterai dan Klaim Garansi
Sektor baterai seringkali menjadi kekhawatiran utama. Pengguna ini mengungkapkan bahwa ia sempat melakukan klaim garansi baterai tepat sebelum masa garansi 2 tahun berakhir. Meski baterai aslinya masih berfungsi normal dengan jarak tempuh mencapai 75-80 km, langkah ini diambil untuk memastikan performa motor tetap prima di tahun-tahun berikutnya.
Kunci keawetan baterai Yadea T9 ternyata terletak pada pola pengisian daya. Pengguna menyarankan untuk tidak selalu mengecas baterai hingga penuh dalam waktu lama. "Saya merawatnya dengan cara tidak mengecas semalaman. Maksimal 3 jam saya cabut, lalu selang beberapa jam baru dicas lagi jika diperlukan. Ini terbukti membuat baterai tidak cepat drop atau kembung," jelasnya.
Upgrade Ban FDR: Solusi handling Lebih Empuk
Salah satu poin menarik dari review ini adalah penggantian ban bawaan merek Cina dengan ban lokal FDR. Pengguna melakukan upgrade ukuran dari 100/80 ke 100/90. Meski sempat mengalami kesulitan saat pemasangan karena profil mesin motor listrik yang berbeda, hasilnya sangat memuaskan.
Dengan profil ban yang lebih tinggi, Yadea T9 terasa lebih empuk dan nyaman saat melewati jalanan berlubang atau tidak rata. Namun, ada catatan penting bagi pengguna yang ingin melakukan upgrade serupa: terdapat besi kecil di dekat roda belakang yang harus dipotong agar tidak berisiko merobek ban saat berputar.
Baca Juga: 7 HP Oppo 5G RAM 8/256 GB Terbaik Akhir 2025, Harga Makin Terjangkau dan Spek Gahar!
Catatan Minus: Kampas Rem Boros dan Indikator Baterai
Dibalik ketangguhannya, Yadea T9 memiliki beberapa catatan yang perlu diperhatikan calon pembeli. Pertama, kampas rem belakang dinilai cukup boros. Dalam dua tahun, pengguna sudah mengganti kampas rem sebanyak dua kali. Beruntung, harga komponen ini sangat terjangkau, berkisar antara Rp25.000 hingga Rp30.000 di toko online, dan bisa dipasang sendiri dengan mudah.
Masalah kedua terletak pada indikator baterai di speedometer yang seringkali tidak aktual atau "loncat-loncat". Hal ini terkadang membuat pengendara bingung menentukan sisa jarak tempuh yang pasti. Pengguna menyarankan untuk lebih mengandalkan prediksi berdasarkan jarak tempuh harian atau memasang indikator baterai tambahan secara eksternal bagi yang menginginkan keakuratan tinggi.
Kesimpulan: Investasi Hemat Tanpa Bensin
Meski ada kendala minor seperti baut shockbreaker yang mudah berkarat jika tidak sering dibersihkan, Yadea T9 dinilai sangat worth it. Pengguna merasa sangat terbantu karena tidak perlu lagi mengantre di SPBU dan bebas dari biaya perawatan mesin rutin yang mahal.
"Setiap lewat SPBU, saya merasa bersyukur tidak perlu isi bensin lagi. Untuk penggunaan dalam kota dengan deck yang luas—bisa angkut dua galon air sekaligus—Yadea T9 benar-benar motor fungsional yang luar biasa," pungkasnya.
Editor : Natasha Eka Safrina