JAKARTA - Polytron kembali meramaikan pasar kendaraan listrik Tanah Air lewat kehadiran Polytron Fox S, motor listrik yang dibanderol dengan harga lebih terjangkau dibandingkan saudaranya. Hadir di kisaran Rp11 jutaan (subsidi), Polytron Fox S langsung menyasar pengguna yang membutuhkan kendaraan praktis untuk mobilitas jarak dekat.
Sebagai varian paling ekonomis, Polytron Fox S diposisikan di bawah Fox Air. Secara desain, motor ini nyaris identik dengan sang kakak. Perbedaan paling mencolok hanya terlihat di bagian depan, di mana Fox S tidak dibekali windshield tinggi seperti Fox Air. Selebihnya, mulai dari lampu, kaki-kaki, jok, hingga tampilan speedometer LED masih serupa.
Namun, perbedaan utama Polytron Fox S terletak pada sektor performa. Motor listrik ini dibekali baterai berkapasitas 1,94 kWh dengan tenaga motor listrik sebesar 3 kW. Spesifikasi tersebut membuatnya memiliki jarak tempuh hingga 70 km dan kecepatan maksimum sekitar 80 km/jam. Angka ini lebih rendah dibandingkan Fox Air yang mampu menempuh hingga 130 km dengan kecepatan puncak 90 km/jam.
Cocok untuk Mobilitas Harian Jarak Dekat
Dengan spesifikasi tersebut, Polytron Fox S jelas lebih cocok digunakan untuk aktivitas ringan seperti pergi ke sekolah, pasar, atau sekadar ke pusat perbelanjaan terdekat. Untuk penggunaan harian dengan jarak sekitar 20 km pulang-pergi, motor ini dinilai sudah lebih dari cukup.
Perlu dipahami, jarak tempuh 70 km merupakan estimasi dalam kondisi ideal. Faktor seperti jalan menanjak, gaya berkendara stop-and-go, serta penggunaan mode berkendara juga akan memengaruhi daya jelajah.
Menariknya, Polytron masih mempertahankan skema sewa baterai. Artinya, pengguna tidak membeli baterai secara langsung, melainkan membayar biaya langganan sekitar Rp125 ribu per bulan. Sistem ini membuat harga awal motor menjadi lebih terjangkau.
Untuk pengisian daya, pengguna bisa melakukan charging di rumah dengan waktu sekitar 4–5 jam dari nol hingga penuh. Selain itu, Polytron juga menyediakan fasilitas fast charging yang mampu menambah jarak hingga 25 km hanya dalam waktu 10 menit, meski saat ini masih terbatas di beberapa titik.
Impresi Berkendara: Nyaman tapi Ada Kekurangan
Dari sisi pengalaman berkendara, Polytron Fox S tetap menawarkan karakter khas motor listrik: tarikan instan. Motor ini memiliki dua mode berkendara, yaitu Drive (D) dan Sport (S). Mode D sudah cukup responsif untuk penggunaan normal, sementara mode S memberikan akselerasi lebih agresif.
Namun, penggunaan mode Sport tentu berdampak pada konsumsi baterai yang lebih boros, sehingga jarak tempuh bisa berkurang dari klaim maksimal.
Dari segi kenyamanan, motor ini cukup unggul. Suspensi terasa empuk, begitu juga dengan jok yang tebal dan nyaman untuk perjalanan. Posisi duduk pun relatif santai, meski ada catatan penting.
Bagi pengendara dengan tinggi sekitar 170 cm, posisi dek terasa terlalu tinggi. Hal ini membuat posisi kaki sedikit terangkat dan terasa kurang ergonomis, terutama saat duduk di bagian depan jok. Selain itu, jarak antara dek dan setang juga cukup dekat, sehingga ruang gerak kaki menjadi terbatas.
Build Quality Jadi Catatan
Selain ergonomi, aspek build quality juga menjadi perhatian. Saat melintasi jalan tidak rata, muncul bunyi dari bagian bodi yang mengindikasikan adanya kekurangan dalam perakitan. Hal ini wajar mengingat Polytron masih tergolong baru di industri motor listrik, namun tetap menjadi catatan penting bagi konsumen.
Di sisi lain, fitur keyless menjadi nilai tambah. Pengguna bisa menyalakan motor menggunakan remote, meski tetap harus membuka kunci stang secara manual terlebih dahulu.
Baca Juga: 7 HP Kamera 50MP & 64MP OIS Terbaik 2026, Foto Tajam dan Video Stabil Mulai Rp2 Jutaan!
Selisih Tipis, Pilih Fox S atau Fox Air?
Dengan selisih harga sekitar Rp2 juta, calon pembeli dihadapkan pada pilihan menarik antara Fox S dan Fox Air. Jika hanya digunakan untuk jarak dekat, Polytron Fox S sudah sangat memadai. Namun, bagi yang menginginkan jarak tempuh lebih jauh dan performa lebih tinggi, Fox Air bisa jadi pilihan lebih rasional.
Terlebih, harga subsidi hanya berlaku untuk pembelian pertama motor listrik. Jika membeli tanpa subsidi, harga Fox S bisa mencapai sekitar Rp18,5 juta, sedangkan Fox Air sekitar Rp20,5 juta.
Baca Juga: 7 HP Oppo 5G RAM 8/256 GB Turun Harga, Mulai Rp2 Jutaan dengan Spek Gahar!
Pada akhirnya, pilihan kembali pada kebutuhan pengguna. Mau hemat untuk pemakaian ringan, atau sekalian investasi untuk mobilitas lebih fleksibel.
Editor : Dyah Wulandari