RADAR TRENGGALEK - Motor listrik semakin menunjukkan eksistensinya di Indonesia, terutama untuk kebutuhan transportasi harian seperti ojek online. Salah satu yang mulai mencuri perhatian adalah Daidong Mobility GS1 L, motor listrik asal Korea yang digadang-gadang bakal menjadi andalan baru bagi para driver ojol di wilayah Jabodetabek.
Dalam sebuah uji coba berkendara, motor listrik ini langsung mendapat respons positif, terutama dari sisi kenyamanan. Bahkan, penumpang yang turut menjajal motor ini mengaku jok belakangnya terasa empuk dan nyaman, jauh lebih baik dibandingkan beberapa motor listrik lain di kelasnya.
Kenyamanan ini menjadi poin penting, mengingat target utama Daidong Mobility GS1 L adalah pasar ojek online. Dengan mobilitas tinggi dan durasi penggunaan yang panjang, faktor ergonomi seperti jok, suspensi, dan posisi duduk menjadi krusial bagi pengemudi maupun penumpang.
Suspensi Disesuaikan untuk Jalanan Indonesia
Salah satu keunggulan utama motor ini terletak pada sektor suspensi. Berbeda dengan versi sebelumnya yang masih terasa keras, model terbaru ini disebut sudah mengalami penyesuaian khusus untuk kondisi jalanan di Indonesia.
Hasilnya cukup signifikan. Saat melintasi jalan berlubang atau berbatu, motor tetap terasa stabil dan tidak menimbulkan guncangan berlebih. Hal ini menjadi nilai tambah besar, terutama bagi driver ojol yang sering menghadapi kondisi jalan yang tidak selalu mulus.
Selain itu, desain motor bergaya skuter maxi ala NMAX atau PCX membuat posisi berkendara terasa santai. Jok yang terpisah antara pengendara dan penumpang juga menambah kenyamanan, sekaligus memberikan ruang duduk yang lebih ergonomis.
Performa 6 KW yang Halus dan Stabil
Dari sisi performa, Daidong Mobility GS1 L dibekali motor listrik mid drive dengan tenaga puncak sekitar 6 kW. Meski tidak tergolong buas, karakter tenaga yang dihasilkan justru cenderung halus dan stabil.
Motor ini memiliki tiga mode berkendara, yakni Eco, Normal, dan Sport. Mode Eco cocok untuk efisiensi energi, sementara mode Sport memberikan akselerasi lebih responsif. Meski begitu, tenaga yang dihasilkan tetap terasa lembut dan tidak menghentak, sehingga nyaman digunakan dalam aktivitas harian.
Kecepatan maksimalnya mencapai sekitar 90 km/jam, cukup untuk kebutuhan dalam kota. Menariknya, sistem penggerak menggunakan rantai pada mid drive, bukan belt, yang memberikan sensasi berkendara berbeda dibanding motor listrik hub drive.
Siap Dukung Skema Sewa Milik untuk Ojol
Kabar menarik lainnya, motor listrik ini disebut akan masuk dalam skema sewa milik untuk pengemudi ojek online. Program ini tengah dipersiapkan oleh PT D Mobility System dan diproyeksikan mulai berjalan dalam waktu dekat.
Dengan harga unit yang diperkirakan di kisaran Rp60 jutaan, skema ini menjadi solusi bagi driver yang ingin beralih ke motor listrik tanpa harus membeli secara tunai. Bahkan, di beberapa daerah seperti Bali, model serupa sudah lebih dulu digunakan untuk operasional ojol.
Selain itu, sistem baterai swap atau tukar baterai menjadi keunggulan tersendiri. Motor ini menggunakan dua baterai sekaligus, sehingga tidak bisa dioperasikan hanya dengan satu baterai. Dengan adanya stasiun penukaran baterai (BSS), waktu tunggu pengisian bisa dipangkas secara signifikan.
Fitur Penunjang untuk Kebutuhan Ojol
Motor ini juga dilengkapi berbagai fitur yang mendukung kebutuhan pengemudi ojol. Salah satunya adalah dudukan khusus di bagian tengah untuk meletakkan smartphone, memudahkan penggunaan navigasi selama perjalanan.
Bagasi yang cukup luas juga menjadi nilai tambah, memungkinkan pengendara membawa barang tambahan. Selain itu, tersedia port charger yang bisa digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik.
Secara keseluruhan, Daidong Mobility GS1 L menawarkan paket lengkap sebagai motor listrik harian. Mulai dari kenyamanan, efisiensi, hingga fitur pendukung, semuanya dirancang untuk menunjang aktivitas mobilitas tinggi seperti ojek online.
Dengan hadirnya motor ini, persaingan di pasar kendaraan listrik Indonesia dipastikan semakin menarik. Terlebih, jika skema sewa milik benar-benar terealisasi, bukan tidak mungkin motor ini akan menjadi pilihan utama para driver ojol ke depan.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina