RADAR TRENGGALEK - Motor listrik Smooth kembali jadi sorotan publik. Isu soal baterai swap yang kerap hilang hingga kualitas baterai yang dinilai menurun ramai diperbincangkan. Namun, pihak perusahaan akhirnya buka suara. Melalui wawancara eksklusif dengan CEO PT Swap Energy, berbagai isu tersebut dijelaskan secara terbuka.
Baca Juga: Baterai Swap Motor Listrik Makin Canggih, Cuma Hitungan Detik Sudah Ganti Baterai Baru Tanpa Ribet!
Motor listrik Smooth dan sistem baterai swap menjadi topik hangat di industri kendaraan listrik Indonesia. Apalagi, konsep tukar baterai (battery swapping) dianggap sebagai solusi praktis untuk mengatasi keterbatasan pengisian daya. Namun, di balik inovasi tersebut, muncul sejumlah tantangan di lapangan.
CEO PT Swap Energy, Mirwan, menjelaskan bahwa perusahaan yang menaungi Smooth memang sejak awal fokus pada bisnis energi, bukan sekadar produksi motor listrik. “Kami ingin menjual energi melalui sistem battery swapping. Motor Smooth dibuat sebagai pembuktian bahwa sistem ini bisa berjalan,” ujarnya.
Awal Mula Smooth dan Sistem Battery Swap
Menurut Mirwan, kehadiran motor listrik Smooth berawal dari kondisi pasar yang belum siap. Saat itu, jumlah kendaraan listrik masih sangat terbatas sehingga sulit membangun ekosistem swap baterai secara luas.
Karena itu, perusahaan akhirnya mengembangkan motor sendiri. Tujuannya untuk mempercepat adopsi sistem battery swapping di Indonesia. Dengan konsep ini, pengguna tidak perlu menunggu lama untuk mengisi daya, cukup menukar baterai di stasiun yang tersedia.
Seiring waktu, teknologi baterai juga berkembang pesat. Harga baterai yang dulu mahal kini semakin terjangkau, membuat kendaraan listrik lebih kompetitif bahkan tanpa subsidi pemerintah.
Upgrade Baterai 72 Volt Jadi Sorotan
Salah satu inovasi terbaru dari motor listrik Smooth adalah penggunaan baterai 72 volt. Sebelumnya, sistem yang digunakan masih 60 volt.
Mirwan menjelaskan, upgrade ini bukan sekadar meningkatkan voltase, tetapi juga kapasitas baterai. Teknologi terbaru yang digunakan merupakan kombinasi keunggulan baterai LFP (aman) dan NMC (berkapasitas tinggi).
“Dengan ukuran yang sama, baterai sekarang bisa punya kapasitas lebih besar. Jadi performanya meningkat tanpa mengorbankan keamanan,” jelasnya.
Meski begitu, pengguna lama tidak perlu khawatir. Baterai 60 volt tetap digunakan dan tidak dihapus. Upgrade ke 72 volt bersifat opsional, tergantung kebutuhan pengguna.
Isu Baterai Hilang dan Kosong
Salah satu isu terbesar yang ramai dibahas adalah hilangnya baterai di stasiun swap. Mirwan mengakui, masalah ini sempat terjadi cukup serius.
“Kasus pencurian memang ada, bahkan sampai puluhan orang sudah diproses hukum,” ungkapnya.
Namun, dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan telah melakukan berbagai perbaikan. Mulai dari peningkatan sistem keamanan hingga pembentukan tim khusus di lapangan. Hasilnya, kasus pencurian kini hampir tidak ada.
Selain itu, ketersediaan baterai juga mulai stabil. Dalam satu minggu terakhir saja, terjadi penambahan sekitar 500 unit baterai di jaringan swap.
Masalah Kualitas Baterai
Keluhan lain datang dari pengguna yang mendapatkan baterai dengan performa menurun. Menurut Mirwan, hal ini bukan semata karena kerusakan fisik, melainkan adanya bug pada firmware.
Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan terus melakukan pembaruan sistem. Baterai yang bermasalah akan ditarik dan diperbaiki, atau diganti jika sudah tidak layak pakai.
“Ini proses yang berjalan terus. Kami pastikan kualitas baterai tetap terjaga,” tegasnya.
Ekspansi dan Masa Depan Swap Energy
Ke depan, PT Swap Energy tidak hanya fokus pada motor listrik Smooth. Perusahaan juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai merek lain yang ingin menggunakan sistem battery swapping.
Ekspansi jaringan juga terus dilakukan. Setelah Jakarta, pengembangan akan difokuskan ke kota besar seperti Surabaya, Bandung, Bali, dan Medan.
Selain itu, konsep “swap center” mulai dikembangkan. Dalam satu lokasi, tersedia banyak mesin penukaran baterai sekaligus untuk meningkatkan efisiensi, terutama bagi pengemudi ojek online.
Mirwan optimistis, sistem battery swapping akan menjadi solusi utama di masa depan. Terutama untuk kendaraan operasional yang membutuhkan mobilitas tinggi tanpa downtime lama.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina