JAKARTA – Huawei kembali membuat gebrakan di pasar smartphone Tanah Air dengan menghadirkan Huawei Mate 80 Pro. Kehadiran seri ini menjadi momen comeback setelah lini Mate sempat absen sejak 2020 di Indonesia. Dengan membawa teknologi terbaru, Huawei Mate 80 Pro langsung menyasar segmen flagship dengan berbagai inovasi unggulan.
Huawei Mate 80 Pro hadir bukan sekadar pembaruan, melainkan simbol kembalinya inovasi khas Huawei. Sejak awal, seri Mate dikenal sebagai lini yang menghadirkan teknologi baru, mulai dari chip AI hingga fitur reverse wireless charging.
Kini, Huawei Mate 80 Pro melanjutkan tradisi tersebut dengan menghadirkan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih. Tak heran, Huawei Mate 80 Pro langsung menarik perhatian, terutama karena kombinasi desain premium, kamera unggulan, serta ketahanan perangkat yang diklaim ekstrem.
Desain Premium dan Tahan Banting
Dari segi desain, Huawei Mate 80 Pro tampil dengan kesan mewah yang kuat. Material bodi belakang dengan finishing matte memberikan sensasi premium saat digenggam. Varian warna seperti gold, green, dan black menambah pilihan sesuai karakter pengguna.
Tak hanya estetika, daya tahan juga menjadi nilai jual utama. Smartphone ini telah dibekali sertifikasi IP68 dan IP69 yang membuatnya tahan air dan debu. Bahkan, Huawei mengklaim perangkat ini mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekstrem, seperti tekanan air tinggi hingga suhu panas.
Pengujian sederhana seperti jatuh ke lantai atau penggunaan di area basah juga menunjukkan ketahanan yang solid. Ini menjadikan Huawei Mate 80 Pro cocok untuk penggunaan harian dengan risiko tinggi.
Kamera AI dengan Hasil Natural
Salah satu keunggulan utama Huawei Mate 80 Pro terletak pada sektor kamera. Smartphone ini dibekali teknologi True to Color 2.0 yang mampu menghasilkan foto dengan warna lebih natural dan mendekati kondisi asli.
Konfigurasi kameranya terdiri dari:
- Kamera utama 50 MP ultra lighting
- Kamera telefoto makro 48 MP dengan 4x optical zoom
- Kamera ultra wide 40 MP
Hasil foto yang dihasilkan cenderung realistis, tidak berlebihan dalam saturasi warna. Bahkan dalam kondisi low light, detail tetap terjaga dengan baik. Fitur seperti variable aperture memungkinkan pengguna mengatur efek blur sesuai kebutuhan.
Sementara fitur AI Composition membantu menentukan komposisi foto terbaik secara otomatis, sangat berguna bagi pengguna yang tidak terbiasa dengan teknik fotografi.Tak hanya itu, fitur AI lainnya seperti AI Remove dan Best Expression semakin memudahkan proses editing langsung dari perangkat.
Performa Kencang dan Layar Imersif
Huawei Mate 80 Pro menawarkan performa yang mulus untuk berbagai aktivitas, mulai dari media sosial hingga gaming. Pengujian pada game populer seperti PUBG Mobile dan Mobile Legends menunjukkan performa stabil tanpa panas berlebih.
Layar berukuran 6,75 inci dengan refresh rate 120 Hz memberikan pengalaman visual yang tajam dan responsif. Lapisan Kunlun Glass generasi terbaru juga menambah perlindungan terhadap goresan dan benturan.
Menariknya, Huawei juga menghadirkan sistem Face ID berbasis 3D yang diklaim setara dengan standar keamanan finansial. Teknologi ini membuat proses membuka kunci lebih cepat dan aman.
Baterai Besar dan Fitur AI Lengkap
Dari sisi daya, Huawei Mate 80 Pro dibekali baterai 5.750 mAh yang mampu bertahan seharian penuh. Pengisian daya juga sangat cepat dengan dukungan 100W wired dan 80W wireless charging.
Fitur AI menjadi nilai tambah lainnya. Mulai dari AI Smart Control, AI Gesture Control, hingga AI Messaging yang menjaga privasi pengguna dari orang lain. Seluruh aplikasi penting juga tersedia melalui Huawei AppGallery, mulai dari perbankan, e-commerce, hingga transportasi online.
Harga dan Promo Menarik
Huawei Mate 80 Pro dibanderol dengan harga Rp16.999.000. Selama periode promo 24 April hingga 24 Mei 2026, konsumen berkesempatan mendapatkan berbagai keuntungan, seperti cashback hingga Rp7,5 juta, cicilan 0 persen, hingga layanan premium.
Dengan kombinasi desain mewah, kamera canggih, dan daya tahan tinggi, Huawei Mate 80 Pro menjadi salah satu flagship yang layak dipertimbangkan di tahun 2026. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana