TRENGGALEK NJENGGELEK - Popularitas Indomobil E-Motor Tirano melonjak tajam setelah ramai dibahas di media sosial.
Namun di balik desainnya yang memikat, motor listrik ini ternyata masih memiliki sejumlah catatan penting.
Motor keluaran Indomobil ini memang tampil berbeda dibanding motor listrik lain.
Dengan konsep mirip Yamaha X-Ride dan Honda ADV, Tirano sukses menarik perhatian pasar yang menginginkan tampilan tangguh.
Namun, apakah performa dan fiturnya benar-benar sebanding dengan hype yang beredar ?
Desain Kuat, Tapi Tidak Sepenuhnya Praktis
Tidak bisa dipungkiri, desain Tirano menjadi nilai jual utama. Rangka besi multifungsi dan crash guard membuatnya terlihat kokoh.
Namun di sisi lain, ukuran bodi yang cukup lebar justru menimbulkan kendala.
Pengendara mengeluhkan bagian footstep belakang yang terlalu dekat dengan kaki, sehingga terasa kurang nyaman saat berhenti atau berboncengan.
Selain itu, meski banyak titik penyimpanan, beberapa pengguna menilai aksesnya kurang praktis untuk penggunaan cepat.
Fitur Canggih, Tapi Belum Sempurna
Indomobil E-Motor Tirano dibekali fitur modern seperti layar sentuh, Android Auto, hingga koneksi WiFi.
Sayangnya, implementasinya masih belum optimal. Sistem koneksi WiFi masih manual dan tidak otomatis mendeteksi jaringan, sehingga terasa kurang praktis.
Speaker bawaan juga dinilai kurang relevan untuk hiburan karena suara tidak terdengar jelas di kecepatan tinggi. Fungsinya lebih cocok untuk keamanan dibanding entertainment.
Performa Responsif, Tapi Konsumsi Baterai Jadi Sorotan
Dalam hal performa, mode Sport memang memberikan akselerasi yang agresif.
Namun, respons ini justru terasa terlalu “liar” saat digunakan di kecepatan rendah atau area padat.
Selain itu, konsumsi baterai menjadi perhatian. Saat digunakan secara agresif, daya baterai cepat turun.
Jarak tempuh realistis berkisar 80–90 km, jauh dari klaim maksimal 110 km.
Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi sangat bergantung pada gaya berkendara.
Kenyamanan Masih Perlu Penyempurnaan
Ban dual purpose yang digunakan Tirano memberikan grip baik di medan kasar, namun menimbulkan getaran di kecepatan rendah.
Posisi duduk sebenarnya cukup nyaman, tetapi jok yang licin membuat pengendara mudah bergeser saat pengereman.
Sementara itu, posisi colokan charger di dalam bagasi juga dinilai kurang praktis karena harus membuka jok setiap kali mengisi daya.
Layak Dibeli atau Tidak ?
Indomobil E-Motor Tirano tetap menjadi pilihan menarik di pasar motor listrik Indonesia, terutama dari sisi desain dan fitur.
Namun, motor ini belum sepenuhnya sempurna. Beberapa aspek seperti kenyamanan, efisiensi baterai, dan kemudahan penggunaan masih perlu ditingkatkan.
Bagi pengguna yang mengutamakan gaya dan teknologi, Tirano bisa menjadi opsi menarik.
Namun bagi yang mencari efisiensi dan kepraktisan, perlu mempertimbangkan ulang sebelum membeli.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan