JAKARTA - Alpha Entry Next Generation kembali mencuri perhatian pecinta kendaraan listrik di Indonesia. Motor listrik terbaru ini hadir sebagai penyempurnaan dari generasi sebelumnya, dengan fokus utama pada peningkatan sektor baterai yang kini lebih modern dan tahan lama.
Alpha Entry Next Generation sebenarnya sudah diperkenalkan setelah versi awalnya meluncur lebih dulu. Namun, pembaruan yang dibawa membuat motor ini terasa jauh lebih matang. Meski dari segi desain nyaris tidak mengalami perubahan, peningkatan signifikan justru hadir pada teknologi baterai yang kini menggunakan jenis LFP (Lithium Iron Phosphate).
Baterai LFP Jadi Andalan Baru
Penggunaan baterai LFP menjadi pembeda utama Alpha Entry Next Generation. Teknologi ini dikenal lebih awet dibandingkan baterai NCM (Nickel Cobalt Manganese) yang umum digunakan. Selain itu, biaya produksinya lebih terjangkau meski memiliki kekurangan dari sisi bobot yang lebih berat.
Baca Juga: Evaluasi JKN: Kontribusi, Masalah, dan Langkah Peningkatan Berkelanjutan
Motor ini dibekali baterai berkapasitas 3,5 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 140 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Angka ini tergolong tinggi untuk motor listrik di kelasnya, sehingga cocok digunakan untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak menengah.
Pengisian daya juga cukup fleksibel. Dengan charger standar 840 watt, waktu pengisian dari nol hingga penuh berkisar 3–4 jam. Sementara jika menggunakan mode 500 watt, waktu pengisian bisa mencapai sekitar 7 jam.
Harga dan Skema Pembelian Fleksibel
Alpha Entry Next Generation dipasarkan dengan harga Rp30,5 juta. Namun menariknya, tersedia opsi pembelian dengan sistem sewa baterai. Konsumen cukup membayar sekitar Rp15 juta untuk unit motor, sementara baterai disewa dengan biaya mulai Rp15.000 per bulan untuk pemakaian hingga 700 km.
Baca Juga: Rekomendasi HP Gaming 1 Jutaan Terbaik, Ini 5 Pilihan Murah tapi Ngebut Buat Push Rank!
Jika kebutuhan jarak lebih tinggi, tersedia paket hingga 1.800 km per bulan dengan biaya sekitar Rp200.000. Bahkan tersedia opsi unlimited dengan tarif sekitar Rp350.000 per bulan.
Skema ini dinilai menguntungkan bagi pengguna dengan mobilitas rendah hingga menengah.
Desain Tetap Futuristis dan Fungsional
Secara tampilan, Alpha Entry Next Generation masih mempertahankan desain futuristis khas Alpha. Lampu LED depan terlihat modern, sementara bodi motor tetap clean dengan aksen minimalis.
Baca Juga: Rekomendasi HP 1,5–1,9 Jutaan Terbaik, Ini 7 Pilihan Spek Gahar dari Samsung hingga Tecno!
Pilihan warna baru “Moonlight” menjadi daya tarik tambahan, menghadirkan nuansa silver elegan dengan sedikit sentuhan keemasan saat terkena cahaya.
Panel instrumen digitalnya juga informatif, menampilkan kecepatan, mode berkendara, hingga indikator baterai dengan jelas. Tersedia tiga mode berkendara: Eco, Urban, dan Sport yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Performa Halus, Cocok untuk Harian
Dari sisi performa, motor ini menggunakan dinamo listrik 3.000 watt yang mampu mencapai kecepatan hingga sekitar 80 km/jam. Akselerasinya tergolong halus, bahkan saat digunakan dari posisi diam.
Fitur regenerative braking juga disematkan, memungkinkan energi kembali ke baterai saat deselerasi. Selain itu, terdapat fitur hill start assist yang membantu saat berhenti di tanjakan.
Handling motor ini juga cukup stabil, dengan suspensi yang nyaman untuk penggunaan harian. Meski belum dilengkapi ABS, sistem pengereman sudah cukup pakem berkat teknologi CBS (Combi Brake System).
Kenyamanan dan Catatan Minor
Posisi duduk Alpha Entry Next Generation tergolong ergonomis, cocok untuk berbagai postur tubuh. Namun, jok dinilai agak licin sehingga perlu penyesuaian untuk penggunaan jangka panjang.
Baca Juga: 7 HP 1 Jutaan Baterai Besar untuk Mudik Lebaran, Tahan Seharian dari Pagi Sampai Sahur!
Selain itu, ukuran ban belakang yang relatif kecil juga menjadi catatan, meski hal ini berpengaruh pada efisiensi jarak tempuh.
Motor Listrik Paling Matang di Kelasnya
Secara keseluruhan, Alpha Entry Next Generation dinilai sebagai salah satu motor listrik paling matang di kelas entry level. Kombinasi baterai LFP, jarak tempuh panjang, serta fitur yang semakin lengkap membuatnya semakin kompetitif.
Motor ini menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan performa stabil dan biaya operasional rendah.
Editor : Novica Satya Nadianti