TRENGGALEK NJENGGELEK- Motor listrik Exotic Mizone mulai menarik perhatian pecinta kendaraan listrik di Indonesia. Dengan desain yang cukup bongsor dan fitur dasar yang lengkap, Exotic Mizone hadir sebagai alternatif kendaraan ramah lingkungan dengan harga terjangkau. Namun, di balik keunggulannya, muncul sejumlah catatan penting, terutama terkait legalitas penggunaan di jalan raya.
Exotic Mizone menjadi salah satu motor listrik yang cukup mencuri perhatian karena tampilannya yang sekilas mirip motor konvensional. Meski demikian, motor ini masih memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan oleh calon pengguna.
Dalam tiga paragraf awal, Exotic Mizone sudah menunjukkan daya tarik sekaligus kelemahannya. Selain menawarkan fitur standar yang cukup lengkap, motor listrik ini juga masih memiliki beberapa kekurangan dari sisi material hingga aspek legalitas.
Desain Bongsor dan Fitur Dasar Lengkap
Secara tampilan, Exotic Mizone memiliki bodi yang tergolong besar dengan lebar sekitar 60 cm. Dimensi ini membuatnya terlihat lebih “berisi” dibandingkan motor listrik sekelasnya.
Motor ini sudah menggunakan velg ring 10 dengan ban tubeless di depan dan belakang. Sistem pengereman mengandalkan rem cakram di bagian depan dan tromol di bagian belakang, kombinasi yang masih umum digunakan pada motor entry-level.
Lampu utama dan lampu sein sudah menggunakan teknologi LED, memberikan pencahayaan yang cukup baik serta tampilan modern. Panel instrumen juga menampilkan informasi dasar seperti kecepatan, jarak tempuh, dan indikator baterai.
Baca Juga: New Gova 3 Jadi Sorotan, Motor Listrik Murah dengan Fitur Lengkap Tapi Kecepatan Dipertanyakan
Performa Cukup untuk Penggunaan Ringan
Exotic Mizone dibekali dinamo berkekuatan 1.000 watt dengan baterai 48V 32Ah. Motor ini diklaim mampu mencapai kecepatan hingga 75 km/jam dengan beban maksimal sekitar 150 kg.
Performa tersebut dinilai cukup untuk penggunaan ringan seperti di lingkungan perumahan atau jalan kecil. Namun, untuk kebutuhan perjalanan jauh atau jalan raya besar, kemampuannya masih terbatas.
Fitur tambahan seperti cup holder, gantungan barang, serta sistem keyless menjadi nilai tambah tersendiri. Pengguna juga mendapatkan bagasi yang cukup luas untuk menyimpan barang, termasuk helm sepeda atau belanjaan.
Kelemahan pada Material dan Detail
Di balik kelebihannya, Exotic Mizone memiliki beberapa kekurangan yang cukup mencolok. Salah satunya adalah penggunaan material plastik yang dinilai terlalu tipis, terutama pada bagian bodi dalam dan spakbor.
Selain itu, standar samping dinilai kurang optimal karena tidak bisa terlipat sempurna ke belakang. Hal ini berpotensi menimbulkan risiko saat berkendara, terutama di tikungan.
Bagian sandaran penumpang belakang juga menjadi sorotan karena hanya menggunakan bahan plastik keras tanpa bantalan, sehingga kurang nyaman digunakan dalam perjalanan.
Fitur Keamanan Masih Minim
Motor listrik ini juga belum dilengkapi fitur keamanan lanjutan seperti alarm sein atau indikator suara saat lampu sein aktif. Hal ini berbeda dengan sebagian sepeda listrik yang justru sudah memiliki fitur tersebut.
Selain itu, posisi MCB (pemutus arus) di dalam bagasi dinilai cukup riskan. Jika bagasi terisi penuh, barang bisa saja menggeser MCB dan memutus arus listrik secara tidak sengaja.
Legalitas Jadi Catatan Penting
Salah satu hal paling krusial dari Exotic Mizone adalah belum adanya legalitas untuk digunakan di jalan raya. Hingga saat ini, motor listrik ini belum memiliki surat-surat resmi seperti STNK.
Dengan kondisi tersebut, penggunaan Exotic Mizone masih terbatas di area tertentu seperti perumahan atau jalan lingkungan. Hal ini tentu menjadi pertimbangan utama bagi calon pembeli.
Layak Dibeli untuk Kebutuhan Tertentu
Secara keseluruhan, Exotic Mizone bisa menjadi pilihan bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan listrik sederhana untuk mobilitas jarak dekat. Desain yang menarik, fitur cukup lengkap, dan harga terjangkau menjadi nilai jual utama.
Namun, calon pengguna perlu mempertimbangkan kekurangan yang ada, terutama dari sisi material dan legalitas. Jika digunakan sesuai kebutuhan, motor listrik ini tetap menawarkan manfaat sebagai kendaraan ramah lingkungan.
Editor : Cholifatun Nisak