TRENGGALEK NJENGGELEK- Polytron Fox R motor listrik kembali jadi sorotan setelah diuji langsung oleh Automotive TV dalam sebuah review mendalam yang mengungkap kelebihan sekaligus kekurangannya. Motor listrik ini menarik perhatian karena harganya yang relatif terjangkau di kelasnya, namun tetap membawa desain skutik bongsor bergaya modern.
Sejak awal kemunculannya, Polytron Fox R motor listrik sudah mencuri perhatian publik berkat banderol harga yang disebut berada di kisaran Rp20 jutaan sebelum subsidi. Dengan harga tersebut, motor ini diposisikan sebagai alternatif kendaraan harian ramah lingkungan yang menyasar pengguna perkotaan. Namun, di balik harga yang kompetitif, muncul pertanyaan: apakah performanya benar-benar sepadan?
Desain Maxi Skuter dan Fitur Dasar
Secara tampilan, Polytron Fox R motor listrik mengusung desain maxi skuter yang cukup besar dan modern. Bentuk bodinya memberikan kesan seperti motor skuter premium Jepang, lengkap dengan lampu LED, panel indikator digital sederhana, serta fitur dasar seperti mode berkendara D (Drive) dan S (Sport).
Meski begitu, panel speedometer masih tergolong sederhana tanpa fitur canggih seperti konektivitas smartphone. Informasi yang ditampilkan juga terbatas pada mode berkendara, kapasitas baterai, odometer, dan trip meter.
Performa dan Kecepatan Maksimal
Dari sisi performa, Polytron Fox R motor listrik dibekali motor penggerak 3.000 watt dengan hub motor dari vendor KS Motor. Motor ini menghasilkan dua mode kecepatan, yakni mode D dengan top speed sekitar 64 km/jam dan mode S yang bisa menembus hingga 97 km/jam di speedometer.
Untuk akselerasi 0–60 km/jam, motor ini mencatat waktu sekitar 7,7 detik. Angka tersebut tergolong cukup untuk penggunaan dalam kota, termasuk untuk menyalip kendaraan di kondisi lalu lintas padat.
Namun, penguji menemukan adanya jeda tenaga ketika throttle dilepas dan kembali diputar. Efek “delay” ini membuat respons motor terasa kurang halus dan sedikit mengganggu kenyamanan berkendara, terutama saat menghadapi kondisi stop and go.
Jarak Tempuh dan Sistem Baterai
Masih dalam pembahasan Polytron Fox R motor listrik, sektor baterai menjadi salah satu poin penting. Motor ini menggunakan baterai berkapasitas 3,7 kWh dengan sistem non-removable. Artinya, baterai tidak bisa dicopot dan harus diisi langsung melalui port charging onboard.
Dalam kondisi penggunaan normal, jarak tempuhnya mencapai sekitar 100–130 km tergantung mode berkendara. Mode D mampu mencatat lebih dari 100 km, sementara mode S lebih boros dan menurunkan jarak tempuh secara signifikan.
Waktu pengisian daya dari 0 hingga 100 persen berkisar 5 jam dengan daya charger sekitar 840 watt. Sistem ini dinilai cukup praktis untuk penggunaan harian, meski membutuhkan akses listrik di lokasi parkir.
Kekurangan di Sektor Kenyamanan dan Build Quality
Meski menawarkan harga menarik, Polytron Fox R motor listrik tidak lepas dari kritik. Salah satu yang paling menonjol adalah posisi berkendara yang kurang ergonomis. Jarak antara jok dan dek terlalu dekat sehingga membuat posisi kaki seperti jongkok, yang berpotensi menimbulkan pegal saat perjalanan jauh.
Selain itu, suspensi depan dinilai terlalu pendek travel-nya sehingga kurang nyaman saat melewati jalan bergelombang. Build quality juga masih menjadi catatan karena terdapat celah antar panel bodi dan suara getaran saat melewati jalan tidak rata.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Polytron Fox R motor listrik menawarkan paket menarik di segmen motor listrik murah dengan performa cukup, desain modern, dan biaya operasional rendah. Namun, beberapa aspek seperti kenyamanan, kualitas rakitan, dan respons throttle masih perlu penyempurnaan agar mampu bersaing di pasar yang semakin ketat.
Editor : Cholifatun Nisak