TULUNGAGUNG – Tren kendaraan ramah lingkungan di Indonesia semakin berkembang pesat, dan Volta Mandala muncul sebagai salah satu pilihan motor listrik paling menarik bagi pecinta desain retro. Mengusung gaya Vespa klasik yang ikonik, motor ini tidak hanya sekadar menjual tampilan, tetapi juga menawarkan fleksibilitas yang jarang ditemukan pada kompetitor di kelasnya. Bagi Anda yang baru ingin beralih ke kendaraan listrik, memahami kelebihan dan kekurangan motor ini sangatlah penting.
Sebelum menjatuhkan pilihan pada Volta Mandala, banyak pengguna yang membandingkannya dengan brand besar lain seperti Honda EM1 e: atau Alva One. Namun, Volta memiliki daya tarik tersendiri, terutama pada sisi harga yang lebih terjangkau namun tetap fungsional. Apalagi dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan motor bensin, motor listrik kini menjadi solusi cerdas untuk mobilitas perkotaan yang padat.
Salah satu alasan kuat mengapa Volta Mandala begitu diminati adalah urusan administrasinya yang sangat ringan. Bayangkan saja, pajak tahunan motor ini hanya dibanderol sekitar Rp35.000. Ditambah lagi, Anda tidak perlu lagi dipusingkan dengan biaya ganti oli rutin atau pembersihan transmisi CVT, sehingga penghematan jangka panjangnya sangat terasa bagi kantong masyarakat.
Keunggulan Slot Baterai Ganda dan Opsi SLA
Salah satu fitur unik yang ditawarkan oleh Volta Mandala (khususnya seri 2023) adalah fleksibilitas penggunaan baterai. Motor ini memiliki slot baterai tambahan yang memungkinkan pengguna mengombinasikan baterai SLA (Sealed Lead Acid) dan baterai Lithium. Kelebihan utama dari sistem baterai Volta adalah kemudahannya untuk dicopot (removable), sehingga Anda tidak perlu membawa unit motor ke dekat colokan listrik; cukup ambil baterainya dan isi daya di dalam rumah.
Perbedaan mencolok terasa pada model keluaran terbaru 2024 yang sudah sepenuhnya menggunakan baterai Lithium. Baterai Lithium menawarkan tarikan mesin yang lebih responsif, bobot lebih ringan, dan persentase daya yang terbaca akurat pada panel instrumen digital. Meskipun baterai Lithium harganya lebih mahal, daya tahannya jauh lebih baik dibandingkan baterai tipe SLA konvensional.
Fitur Modern dan Kelengkapan Berkendara
Meski berpenampilan klasik, Volta Mandala sudah dibekali fitur keamanan dan kenyamanan modern. Lampu depan dan belakang sudah menggunakan teknologi LED yang hemat daya namun tetap terang. Tersedia pula tiga mode berkendara (Eco, Standar, dan Sport) yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kecepatan di jalanan. Fitur menarik lainnya adalah adanya mode mundur (Reverse) yang sangat membantu saat pengguna harus keluar dari area parkir yang sempit atau menanjak.
Untuk sektor pengereman, motor ini sudah dilengkapi dengan Double Disc Brake atau rem cakram ganda pada roda depan dan belakang, memberikan rasa aman ekstra saat melakukan pengereman mendadak. Penggunaan teknologi Keyless juga memudahkan pengendara untuk menyalakan motor tanpa perlu memasukkan anak kunci, cukup menggunakan remote jarak jauh.
Kekurangan yang Perlu Diperhatikan
Namun, tidak ada kendaraan yang sempurna. Volta Mandala memiliki beberapa catatan kecil bagi calon pembeli. Posisi jok penumpang belakang dirasa terlalu ke belakang, sehingga bagi yang dibonceng seringkali merasa tidak stabil atau "seperti mau jatuh" jika tidak ditambah sandaran punggung. Selain itu, posisi footstep belakang dianggap terlalu maju ke depan, yang mungkin kurang ergonomis bagi sebagian orang.
Dari sisi build quality, material plastik pada bodi motor ini memang terasa standar dan tidak se-solid motor listrik premium berharga Rp30 jutaan ke atas. Ketersediaan spare part original juga masih terus berkembang dan terkadang harus menggunakan komponen dari motor konvensional yang disesuaikan (plug and play). Meski demikian, dengan harga second yang mulai terjangkau dan biaya operasional yang sangat minim, Volta Mandala tetap menjadi rekomendasi utama bagi Anda yang mencari motor listrik bergaya Vespa untuk penggunaan harian di perkotaan.
Editor : Natasha Eka Safrina