TRENGGALEK NJENGGELEK- Renault Triber menjadi salah satu mobil keluarga yang cukup mencuri perhatian sejak resmi diluncurkan di Indonesia. Mobil MPV 7 penumpang ini hadir dengan harga terjangkau, bahkan disebut sebagai salah satu mobil merek Eropa termurah di Tanah Air.
Renault Triber pertama kali diperkenalkan oleh PT Maxindo Renault Indonesia pada Juli 2019, sebelum akhirnya mulai dipasarkan secara resmi pada November 2019. Kehadiran Renault Triber langsung menyasar segmen mobil keluarga dengan harga ekonomis, yang selama ini didominasi oleh pabrikan Jepang.
Dengan banderol mulai Rp130 jutaan, Renault Triber menawarkan alternatif menarik bagi konsumen yang menginginkan mobil 7 penumpang dengan fitur cukup lengkap. Renault Triber pun digadang-gadang mampu menjadi pesaing di segmen Low MPV hingga LCGC.
Harga Murah, Jadi Mobil Eropa Paling Terjangkau
Salah satu daya tarik utama Renault Triber adalah harganya yang sangat kompetitif. Dibandingkan dengan kompetitor seperti Toyota Avanza yang dibanderol mulai Rp190 jutaan, Renault Triber jelas jauh lebih terjangkau.
Hal ini membuat Renault Triber masuk ke ceruk pasar unik, yakni di antara Low MPV dan LCGC. Secara harga, mobil ini bahkan bersaing langsung dengan Toyota Calya dan Daihatsu Sigra yang sama-sama mengusung konsep mobil keluarga murah.
PT Maxindo Renault Indonesia menyebut, strategi harga ini merupakan komitmen untuk menghadirkan kendaraan merek Eropa yang bisa dijangkau masyarakat luas di Indonesia.
MPV 7 Penumpang dengan Fitur Lengkap
Renault Triber hadir sebagai MPV kompak dengan konfigurasi 7 penumpang. Meski dimensinya tidak sebesar Low MPV seperti Avanza atau Xenia, mobil ini tetap menawarkan kenyamanan untuk keluarga kecil.
Mobil ini tersedia dalam enam varian, memberikan banyak pilihan bagi konsumen sesuai kebutuhan dan anggaran. Fitur yang ditawarkan juga cukup lengkap untuk kelas harga Rp130 jutaan, menjadikannya value for money.
Selain itu, desain Renault Triber dibuat modern dengan tampilan yang cukup stylish, berbeda dari kebanyakan mobil murah di kelasnya.
Performa Mesin 1.0 Liter
Di sektor dapur pacu, Renault Triber dibekali mesin 1.000 cc tiga silinder yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 72 hp dan torsi 96 Nm. Mesin ini memang tergolong kecil jika dibandingkan dengan kompetitor seperti Avanza dan Xenia yang menggunakan mesin 1.300 cc hingga 1.500 cc.
Karena itu, secara performa, Renault Triber tidak diposisikan untuk bersaing langsung dengan Low MPV bermesin besar. Namun, mesin tersebut dinilai cukup untuk penggunaan harian di dalam kota.
Sebaliknya, keunggulan mobil ini terletak pada efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibandingkan mobil bermesin besar.
Baca Juga: Wapres Dorong Percepatan Bendungan Bagong
Bersaing Ketat di Segmen LCGC
Meski bukan termasuk kategori LCGC, Renault Triber justru lebih relevan dibandingkan dengan Toyota Calya dan Daihatsu Sigra dari segi harga dan spesifikasi.
Kedua mobil tersebut juga sama-sama menawarkan konfigurasi 7 penumpang dengan mesin 1.000 cc hingga 1.200 cc. Hal ini membuat Renault Triber menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang ingin mobil keluarga murah dengan nuansa Eropa.
Namun, tantangan terbesar Renault Triber adalah persepsi pasar terhadap merek dan jaringan purna jual yang masih kalah dibandingkan pabrikan Jepang.
Strategi Renault di Pasar Indonesia
Melalui Renault Triber, Renault mencoba mengubah peta persaingan di segmen mobil keluarga murah. Dengan menawarkan harga rendah dan fitur yang cukup lengkap, pabrikan asal Prancis ini berharap bisa menarik minat konsumen Indonesia.
Strategi ini juga menjadi upaya Renault untuk memperluas pangsa pasar di Indonesia, terutama di segmen entry level yang memiliki volume penjualan besar.
Kesimpulan
Renault Triber merupakan pilihan menarik bagi konsumen yang mencari mobil 7 penumpang dengan harga terjangkau. Meski memiliki keterbatasan di sektor performa, mobil ini tetap unggul dari sisi harga, efisiensi, dan fitur.
Dengan positioning yang unik, Renault Triber berpotensi menjadi alternatif di tengah dominasi mobil Jepang. Kini, keputusan ada di tangan konsumen, apakah lebih memilih harga murah atau performa lebih besar.
Editor : Cholifatun Nisak