TRENGGALEK NJENGGELEK- Realme Narzo 50A Prime kembali mencuri perhatian pasar smartphone entry-level di Indonesia setelah harga jualnya dilaporkan turun signifikan hingga berada di kisaran di bawah Rp1,5 juta di berbagai toko online. Penurunan ini membuat Realme Narzo 50A Prime semakin agresif bersaing di segmen HP murah, yang biasanya hanya menawarkan spesifikasi standar tanpa performa menonjol.
Menariknya, meski berada di kelas harga rendah, Realme Narzo 50A Prime justru membawa kombinasi spesifikasi yang tidak umum di kelasnya. Smartphone ini disebut mengusung chipset dengan inti performa Cortex-A75, yang biasanya hanya ditemukan pada perangkat di kelas lebih tinggi. Selain itu, perangkat ini juga sudah menggunakan penyimpanan UFS 2.2 yang membuat proses loading aplikasi jauh lebih cepat dibandingkan eMMC yang masih banyak digunakan pada HP murah lainnya.
Penurunan harga ini membuat Realme Narzo 50A Prime semakin dilirik oleh pengguna yang membutuhkan smartphone terjangkau namun tetap bisa diandalkan untuk aktivitas harian hingga gaming ringan.
Performa di Kelas Entry Level yang Tak Biasa
Dalam pengujian performa, Realme Narzo 50A Prime mencatat skor AnTuTu sekitar 195 ribu poin. Angka ini tergolong cukup tinggi untuk kelas harga sejutaan. Chipset yang digunakan memadukan inti Cortex-A75 berkecepatan 1,8 GHz dan Cortex-A55 untuk efisiensi daya, menjadikannya lebih unggul dibanding banyak pesaing yang masih mengandalkan konfigurasi lama.
Dari sisi GPU, perangkat ini menggunakan Mali-G57 yang masih mampu menjalankan berbagai game populer dengan cukup stabil. Hal ini membuat Realme Narzo 50A Prime menjadi salah satu kandidat kuat di kategori HP gaming murah.
Desain Sederhana tapi Tidak Murahan
Dari sisi desain, Realme Narzo 50A Prime tampil cukup menarik dengan pola garis vertikal di bagian belakang yang memberikan efek visual modern. Bodinya berbahan polikarbonat dengan finishing flat frame yang membuatnya terlihat lebih kekinian.
Perangkat ini memiliki layar 6,5 inci dengan resolusi HD+ dan refresh rate standar. Meski bukan Full HD, tampilan layar masih cukup nyaman untuk konsumsi media sosial, streaming, hingga browsing. Brightness maksimalnya mencapai sekitar 400 nits, cukup untuk penggunaan dalam ruangan.
Di bagian kamera, Realme Narzo 50A Prime dibekali kamera utama 50 MP yang ditemani lensa tambahan, serta kamera depan 5 MP untuk kebutuhan selfie dan video call. Perekaman video mendukung hingga resolusi Full HD 30 fps.
Penyimpanan Cepat dan Baterai Besar
Salah satu keunggulan utama Realme Narzo 50A Prime adalah penggunaan storage UFS 2.2 yang membuat proses instalasi aplikasi dan loading game terasa lebih cepat. Ini menjadi nilai tambah besar di kelas harga murah.
Untuk daya tahan, smartphone ini dibekali baterai 5000 mAh. Namun, sayangnya hanya mendukung fast charging 10W dan masih menggunakan port microUSB. Bahkan dalam paket penjualan, adaptor charger tidak disertakan sehingga pengguna harus memakai charger lama atau membeli terpisah.
Performa Gaming dan Pengujian
Dalam pengujian gaming, Realme Narzo 50A Prime mampu menjalankan Mobile Legends dengan stabil di 60 fps pada setting tinggi. Sementara PUBG Mobile berjalan di kisaran 30 fps pada setting smooth, sedangkan game ringan seperti Subway Surfers bisa berjalan mulus hingga 60 fps.
Untuk game yang lebih berat seperti Apex Legends Mobile, performa berada di kisaran 37–40 fps dengan stabilitas cukup baik. Namun beberapa game tertentu masih mengalami kendala optimasi, meski secara umum masih bisa dimainkan.
Kesimpulan
Dengan harga yang kini turun drastis, Realme Narzo 50A Prime menjadi salah satu smartphone paling menarik di kelas entry-level. Kombinasi chipset dengan inti Cortex-A75, storage UFS 2.2, serta baterai besar membuatnya unggul dibanding banyak pesaing di rentang harga yang sama.
Meski memiliki kekurangan seperti tidak adanya charger bawaan, pengisian daya 10W, dan penggunaan microUSB, secara keseluruhan Realme Narzo 50A Prime tetap menjadi pilihan menarik bagi pengguna dengan budget terbatas yang menginginkan performa di atas rata-rata.
Editor : Cholifatun Nisak