Terungkap! Polytron Fox Air 1 Tahun Dipakai YouTuber Ini Dirombak Total, Upgrade Baterai Bikin Jarak Tempuh Tembus 260 Km tapi Bobot Jadi 80 Kg

Divka Vance Yandriana • Dipublikasikan Rabu, 6 Mei 2026 | 13:12 WIB
Polytron Fox Air 1 tahun dirombak total, upgrade baterai tembus 260 km, tapi bobot naik jadi 80 kg. Ini hasil uji nyata!
Polytron Fox Air 1 tahun dirombak total, upgrade baterai tembus 260 km, tapi bobot naik jadi 80 kg. Ini hasil uji nyata!

JAKARTA - Perjalanan panjang penggunaan Polytron Fox Air 1 tahun kembali menjadi sorotan setelah seorang kreator konten otomotif membagikan pengalaman ekstremnya dalam memodifikasi motor listrik tersebut. Dalam video lanjutan yang diunggah di kanal YouTube iolic Channel, ia mengulas secara detail hasil modifikasi besar-besaran, khususnya pada sektor baterai yang disebut mengalami peningkatan signifikan dari standar pabrikan.

Dalam Polytron Fox Air 1 tahun pemakaian, motor listrik ini awalnya digunakan untuk aktivitas harian dengan jarak tempuh 30 hingga 80 kilometer per hari. Namun, seiring kebutuhan mobilitas yang meningkat hingga aktivitas touring, pengguna mulai merasa kapasitas baterai standar tidak lagi mencukupi. Kondisi inilah yang menjadi alasan utama dilakukannya upgrade sistem penyimpanan daya.

Kreator tersebut menegaskan bahwa seluruh pengalaman yang dibagikan merupakan hasil penggunaan pribadi tanpa sponsor. Ia juga menyebut garansi Polytron sudah tidak lagi berlaku setelah melakukan modifikasi. Meski demikian, ia tetap melakukan pengujian untuk melihat sejauh mana peningkatan performa setelah perubahan dilakukan.

Baca Juga: Aletra L EV Jadi Sorotan! MPV Listrik 7-Seater Rasa Premium, Range 530 Km tapi Tanpa ADAS, Worth It Dibeli?

Upgrade Besar di Polytron Fox Air 1 Tahun: Baterai Jadi Dua Kali Lipat

Dalam modifikasi Polytron Fox Air 1 tahun, sektor paling signifikan adalah penggantian baterai dari standar 72V 52Ah menjadi 72V 100Ah berbasis lithium iron phosphate (LiFePO4). Dengan peningkatan kapasitas ini, jarak tempuh yang semula diklaim sekitar 130 km, secara teori bisa meningkat hingga 260 km.

Namun dalam penggunaan nyata, jarak tempuh realistis berada di kisaran 100 km hingga lebih dari 200 km tergantung gaya berkendara. Penambahan kapasitas ini membuat baterai tidak lagi hanya berada di bawah dek, tetapi juga dipindahkan ke bawah jok karena ukuran yang membesar.

Bobot Naik Drastis, Motor Jadi Lebih Berat

Perubahan pada Polytron Fox Air 1 tahun tidak hanya berdampak pada kapasitas daya, tetapi juga bobot kendaraan. Jika sebelumnya berat motor sekitar 35 kg, setelah modifikasi bobotnya meningkat menjadi hampir 80 kg. Hal ini berdampak langsung pada karakter berkendara, terutama di bagian suspensi.

Baca Juga: 7 HP 5G RAM 12 GB Murah 2026 Paling Diburu, Performa Ngebut Realme hingga Poco Bikin Upgrade Makin Worth It!

Sistem BMS (Battery Management System) juga turut diganti menggunakan smart BMS 320A yang sudah mendukung konektivitas Bluetooth. Sistem ini memungkinkan pengguna memantau kondisi baterai secara real time melalui ponsel. Selain itu, fitur bypass juga ditambahkan untuk kondisi darurat apabila terjadi gangguan pada sistem kelistrikan.

Performa dan Kenyamanan Berkendara

Dari sisi performa, Polytron Fox Air 1 tahun masih mempertahankan motor listrik 3 kW dengan kecepatan maksimal sekitar 90 km/jam. Namun akselerasi sedikit melambat akibat bobot tambahan. Pengguna juga menyoroti perubahan karakter suspensi belakang yang menjadi terlalu empuk akibat beban baterai yang meningkat.

Suspensi depan dinilai masih dapat diterima, meskipun tidak mengalami perubahan signifikan. Di sisi lain, motor tetap mampu menanjak dengan baik meski membawa beban total lebih dari 120 kg termasuk pengendara.

Baca Juga: Statistik Proliga 2026: Megawati Hangestri Minim Umpan, Wilma Salas Paling Efektif di Jakarta Pertamina Enduro

Biaya Operasional Lebih Hemat Dibanding Motor Bensin

Dari sisi ekonomi, penggunaan Polytron Fox Air 1 tahun dinilai jauh lebih hemat dibanding motor bensin. Total biaya listrik selama setahun disebut hanya sekitar Rp870 ribu ditambah biaya sewa baterai sekitar Rp1,4 juta, sehingga total operasional mencapai sekitar Rp3,2 juta untuk 18.342 km.

Sebagai perbandingan, penggunaan motor bensin setara seperti Yamaha NMAX diperkirakan menghabiskan biaya lebih dari Rp5,5 juta untuk jarak yang sama, belum termasuk biaya servis dan oli.

Catatan After Sales dan Kebijakan

Meski memberikan hasil positif pada efisiensi, pengguna tetap menyoroti ketidakkonsistenan layanan purna jual. Beberapa pengalaman seperti keterlambatan spare part hingga perubahan kebijakan mendadak menjadi catatan penting. Namun di sisi lain, ada juga peningkatan respons cepat di beberapa service center tertentu.

Secara keseluruhan, pengalaman Polytron Fox Air 1 tahun menunjukkan bahwa motor listrik ini memiliki potensi besar, terutama jika dikembangkan melalui modifikasi sesuai kebutuhan pengguna, meskipun tetap ada konsekuensi pada bobot dan kenyamanan.

Editor : Divka Vance Yandriana
polytron fox Polytron Fox Air