Trenggalek Njenggelek – Motor listrik makin diminati masyarakat Indonesia, terutama untuk kebutuhan harian. Salah satu yang cukup mencuri perhatian adalah Volta Mandala. Dalam review penggunaan selama satu bulan, motor ini dinilai menawarkan efisiensi tinggi, desain menarik, serta fitur yang cukup lengkap di kelasnya.
Sejak awal, Volta Mandala memang tidak direncanakan untuk dibeli. Namun setelah melihat desain dan kebutuhan mobilitas jarak dekat, motor ini akhirnya dipilih sebagai kendaraan utama harian. Selain faktor gaya, alasan lain adalah biaya operasional yang jauh lebih hemat dibanding motor bensin.
Dalam penggunaan satu bulan, Volta Mandala terbukti cocok untuk aktivitas ringan seperti pergi ke pasar, olahraga, hingga kebutuhan rumah tangga. Motor ini juga dinilai ringan dan mudah digunakan, bahkan untuk pengendara pemula.
Desain Retro Modern yang Menarik
Dari sisi tampilan, motor ini mengusung desain retro klasik yang mirip skuter Vespa, namun tetap memiliki sentuhan modern. Lampu depan, sein, hingga hazard sudah menggunakan teknologi LED.
Deck kaki yang luas menjadi salah satu keunggulan utama. Bahkan, pengguna dengan tinggi badan di atas 180 cm masih merasa lega saat berkendara. Area dek ini juga memungkinkan membawa barang besar seperti galon dengan cukup aman.
Performa dan Fitur Harian
Motor ini dibekali tenaga 1000 watt dengan kecepatan maksimal sekitar 55 km/jam. Namun dalam pengujian, kecepatan bisa mencapai 60 km/jam dalam kondisi jalan normal.
Tersedia tiga mode berkendara:
Mode 1 (eco): hingga 20–25 km/jam
Mode 2 (normal): hingga 40 km/jam
Mode 3 (sport): hingga 55–60 km/jam
Fitur lain yang cukup menarik adalah:
Speedometer digital
Mode mundur (reverse)
Parking mode
Indikator baterai persentase
Sistem suara buatan saat motor berjalan
Mode mundur menjadi fitur yang sangat membantu, terutama saat parkir di tempat sempit atau bagi pengguna yang kesulitan mendorong motor.
Baterai Lithium dan Jarak Tempuh
Volta Mandala menggunakan baterai lithium tipe LiFePO4 yang dikenal lebih tahan lama dan efisien dibanding baterai SLA.
Satu baterai mampu menempuh jarak sekitar 60–65 km. Jika menggunakan dua baterai, total jarak tempuh bisa mencapai 120–130 km. Hal ini cukup untuk penggunaan harian tanpa perlu sering mengisi ulang.
Menariknya, baterai bisa dilepas dan diisi daya secara terpisah. Selain itu, motor ini juga mendukung fitur IoT yang memungkinkan pengguna melacak posisi kendaraan melalui aplikasi.
Kenyamanan dan Handling
Motor ini sudah menggunakan rem cakram depan dan belakang serta suspensi ganda di bagian belakang. Suspensi belakang terasa empuk, meski bagian depan masih sedikit keras.
Ukuran ban yang cukup besar juga memberikan stabilitas saat berkendara di jalan perkotaan. Secara keseluruhan, kenyamanan berkendara dinilai cukup baik untuk kelas motor listrik entry-level.
Efisiensi dan Biaya Perawatan
Keunggulan utama motor listrik ini adalah efisiensi. Pengguna tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk bensin maupun oli. Cukup melakukan pengisian daya listrik di rumah.
Dalam penggunaan normal, satu baterai bisa digunakan hingga 5–7 hari. Biaya pajak juga tergolong sangat murah, menjadikannya pilihan ekonomis untuk jangka panjang.
Kekurangan yang Perlu Diperhatikan
Meski memiliki banyak kelebihan, motor ini tetap memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah kecepatan maksimal yang terbatas, sehingga kurang cocok untuk perjalanan jauh atau jalan cepat.
Selain itu, suspensi depan yang masih terasa keras menjadi catatan tersendiri. Motor ini juga kurang optimal untuk medan berat atau tanjakan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Volta Mandala layak dipertimbangkan sebagai kendaraan harian. Dengan desain menarik, fitur lengkap, serta biaya operasional rendah, motor ini cocok untuk penggunaan di dalam kota.
Namun, bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan untuk perjalanan jauh atau performa tinggi, motor ini mungkin bukan pilihan utama.
Editor : M. Helmi Nurhisam