Trenggalek Njenggelek – Tren motor listrik di Indonesia terus meningkat seiring kebutuhan kendaraan hemat dan ramah lingkungan. Salah satu model yang cukup ramai dibicarakan adalah Volta Mandala. Setelah digunakan selama satu bulan penuh, motor ini mulai menunjukkan kelebihan sekaligus kekurangan yang layak dipertimbangkan calon pembeli.
Pengguna yang sebelumnya terbiasa dengan motor bensin mengaku awalnya tidak berniat membeli motor listrik. Namun setelah mempertimbangkan kebutuhan mobilitas jarak dekat, pilihan akhirnya jatuh pada Volta Mandala. Selain karena desainnya yang menarik, faktor biaya operasional yang lebih murah juga menjadi alasan utama.
Dalam penggunaan sehari-hari, Volta Mandala terbukti cukup andal untuk aktivitas ringan seperti belanja, olahraga, hingga kebutuhan rumah tangga. Motor ini juga dinilai praktis karena tidak memerlukan banyak perawatan seperti kendaraan berbahan bakar bensin.
Desain Unik, Perpaduan Retro dan Modern
Dari segi tampilan, motor ini mengusung gaya retro klasik yang sekilas mirip skuter Eropa. Namun, sentuhan modern tetap terasa dengan penggunaan lampu full LED di seluruh bagian.
Salah satu keunggulan yang paling terasa adalah bagian deck kaki yang luas. Pengguna bahkan bisa membawa barang besar seperti galon tanpa kesulitan. Selain itu, posisi duduk juga cukup nyaman untuk berbagai postur tubuh.
Performa Cukup untuk Harian
Motor ini dibekali tenaga sebesar 1000 watt, dengan kecepatan maksimal yang diklaim mencapai 55 km/jam. Dalam praktiknya, motor ini bisa menyentuh angka sekitar 60 km/jam di kondisi jalan yang ideal.
Terdapat tiga mode berkendara yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan:
Mode eco untuk kecepatan rendah
Mode normal untuk penggunaan standar
Mode sport untuk performa maksimal
Untuk kebutuhan dalam kota, performa ini dinilai sudah lebih dari cukup.
Fitur Lengkap di Kelasnya
Volta Mandala juga dibekali sejumlah fitur menarik yang jarang ditemui di kelas harga serupa. Mulai dari speedometer digital, indikator baterai, hingga mode mundur (reverse).
Fitur reverse ini sangat membantu saat parkir, terutama di area sempit. Selain itu, terdapat juga sistem suara buatan yang membuat motor tetap “terdengar” saat berjalan.
Motor ini juga memiliki parking mode serta indikator ready yang memudahkan pengguna dalam pengoperasian sehari-hari.
Baterai Jadi Andalan
Salah satu nilai jual utama motor ini adalah penggunaan baterai lithium tipe LiFePO4. Dibandingkan baterai konvensional, jenis ini lebih ringan, tahan lama, dan efisien.
Dalam sekali pengisian, satu baterai mampu menempuh jarak sekitar 60 km. Jika menggunakan dua baterai, jaraknya bisa mencapai hingga 130 km.
Keunggulan lain, baterai dapat dilepas sehingga memudahkan proses pengisian daya di dalam rumah. Bahkan, motor ini sudah mendukung sistem pelacakan melalui aplikasi.
Nyaman, Tapi Ada Catatan
Dari sisi kenyamanan, motor ini sudah menggunakan rem cakram di depan dan belakang serta suspensi ganda. Suspensi belakang terasa empuk, namun bagian depan masih terasa agak keras.
Ukuran ban yang cukup besar juga memberikan stabilitas tambahan saat berkendara di jalan perkotaan.
Lebih Hemat, Minim Perawatan
Keunggulan paling terasa dari Volta Mandala adalah efisiensi biaya. Pengguna tidak perlu lagi membeli bensin atau mengganti oli secara rutin.
Dalam pemakaian normal, motor ini hanya perlu diisi daya setiap beberapa hari sekali. Pajaknya pun jauh lebih murah dibanding motor konvensional.
Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Meski banyak kelebihan, motor ini tetap memiliki kekurangan. Kecepatan maksimal yang terbatas membuatnya kurang cocok untuk perjalanan jauh.
Selain itu, performa di medan tanjakan atau jalan rusak juga belum optimal. Suspensi depan yang masih keras menjadi catatan tambahan bagi pengguna.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Volta Mandala adalah pilihan menarik untuk penggunaan harian di dalam kota. Dengan desain unik, fitur lengkap, dan biaya operasional rendah, motor ini layak dipertimbangkan.
Namun, bagi pengguna yang membutuhkan performa tinggi atau sering bepergian jauh, motor ini mungkin bukan pilihan utama.
Editor : M. Helmi Nurhisam