JAKARTA - Pasar kendaraan ramah lingkungan di Indonesia kini tidak lagi didominasi oleh motor listrik berdimensi kecil. Dua raksasa baru, Polytron dengan seri terbarunya (sering disebut Fox 500 atau Fox 350) dan M100, kini tengah menjadi buah bibir di kalangan pecinta otomotif. Keduanya menawarkan bodi bongsor bergaya skuter maksi, namun dengan filosofi desain dan fitur yang bertolak belakang.
Dari sisi harga, kedua motor ini bersaing ketat di angka Rp15 juta hingga Rp17 jutaan untuk kondisi On The Road (OTR) Jakarta (dengan skema sewa baterai untuk Polytron). M100 Gen 3 dibanderol sekitar Rp17 juta (off-road) atau mendekati Rp20 juta (OTR), sementara Polytron Fox seri terbaru ini berada di kisaran Rp15,8 juta untuk wilayah luar Jakarta. Perbedaan harga yang tipis ini membuat calon konsumen sering kali galau menentukan pilihan.
Desain: Futuristik vs Maxi Skuter Sejati
Secara visual, Polytron Fox 500 mengusung konsep maksi skuter murni yang sangat familiar bagi pengguna motor Jepang. Desainnya yang lebar dan proporsional membuat banyak orang tidak menyangka bahwa ini adalah motor listrik. "Gue lebih suka model maksi skuter karena orang melihatnya seperti motor pada umumnya," ujar Daksa Widito, salah satu pemilik Polytron Fox.
Baca Juga: Rekomendasi HP AMOLED Murah 1 Jutaan 2026, Ini Pilihan Terbaik Tanpa Hoaks
Sebaliknya, M100 tampil lebih berani dengan desain futuristik yang "lancip" dan unik. M100 unggul dengan tampilan yang padat jika dilihat dari depan dan samping, meskipun bagian belakangnya sering mendapat kritik karena dianggap kurang proporsional. Namun, bagi pecinta gadget, M100 menawarkan kecanggihan lebih seperti penggunaan teknologi NFC untuk menyalakan motor, sementara Polytron masih mengandalkan smart key konvensional.
Performa dan Adu Fitur di Jalanan
Bicara soal kecepatan, M100 Gen 3 sedikit unggul di atas kertas. Motor ini mampu melaju hingga 95 km/jam dan memiliki fitur Boost yang bisa mendongkrak kecepatan hingga 110 km/jam. Polytron Fox juga memiliki kecepatan puncak 95 km/jam, namun tanpa fitur Boost. Meski demikian, untuk penggunaan harian di kemacetan Jakarta, kecepatan tersebut dirasa sudah lebih dari cukup.
Keduanya telah dilengkapi dengan fitur keselamatan modern seperti Heal Start Assist (HSA) yang mencegah motor mundur di tanjakan, serta Cruise Control untuk menjaga kecepatan stabil. Namun, Polytron memiliki keunggulan fungsional yang tidak dimiliki M100, yakni area dek depan yang rata sehingga memungkinkan pengendara membawa barang bawaan besar, termasuk galon air mineral.
Baca Juga: HP AMOLED Murah 1 Jutaan 2026, Ini Daftar Terbaik yang Realistis dan Layak Dibeli
Kenyamanan dan Kapasitas Baterai
Sektor kaki-kaki menjadi bahan perdebatan menarik. M100 diakui memiliki suspensi yang lebih empuk dan nyaman dibandingkan Polytron yang karakternya cenderung keras. Namun, dari sisi ergonomi posisi duduk, Polytron Fox menang telak. Dengan tinggi badan 175 cm, pengendara bisa selonjoran dengan lega di atas Polytron, sementara di M100 posisi kaki terasa lebih menekuk.
Untuk urusan daya, Polytron Fox dibekali baterai 72V 54Ah dengan jarak tempuh klaim 130 km. M100 menggunakan baterai 72V 45Ah dengan jarak tempuh sekitar 100-110 km. Keunggulan mutlak Polytron terletak pada sistem pengisian dayanya yang sudah mendukung fast charging hingga 25-45 Ampere, jauh di atas M100 bawaan pabrik yang hanya dibekali charger 5 Ampere dengan durasi pengisian 7-8 jam.
Kesimpulan: Pilih Sewa atau Hak Milik?
Pada akhirnya, pilihan jatuh pada preferensi kepemilikan baterai. Polytron Fox sangat menarik bagi mereka yang tidak ingin pusing memikirkan usia baterai karena menggunakan sistem sewa Rp200 ribu per bulan dengan garansi seumur hidup. Sementara itu, M100 lebih cocok bagi konsumen yang ingin memiliki baterai sepenuhnya sejak awal tanpa biaya bulanan tambahan.
Mana yang Anda pilih? Skuter maksi yang nyaman untuk selonjoran atau motor listrik futuristik dengan fitur NFC yang canggih? Keduanya adalah bukti bahwa era motor listrik di Indonesia telah naik kelas.
Baca Juga: Samsung Galaxy A07 5G Harga Terbaru 2026, HP Murah 5G Ini Diprediksi Jadi Rebutan
Editor : Natasha Eka Safrina