JAKARTA - Motor listrik makin dilirik masyarakat Indonesia, terutama untuk kebutuhan harian di perkotaan. Salah satu yang sedang ramai diperbincangkan adalah Polytron lewat produk terbarunya, Polytron Fox 350. Setelah dipakai hampir 350 kilometer selama satu minggu, motor listrik bergaya maxi scooter ini ternyata punya banyak kelebihan, tetapi tetap menyisakan beberapa catatan penting.
Seorang reviewer otomotif, Randi Walinugraha, membagikan pengalaman lengkapnya setelah menggunakan Polytron Fox 350 untuk aktivitas harian, termasuk perjalanan pergi-pulang kerja sejauh puluhan kilometer. Hasilnya cukup mengejutkan, terutama dari sisi efisiensi biaya dan kenyamanan berkendara.
Polytron Fox 350 hadir sebagai motor listrik bergaya maxi scooter dengan tenaga 3.000 watt dan top speed hingga 95 km/jam di mode Sport. Motor ini juga dibekali baterai berkapasitas 72 volt 52Ah atau setara 3,7 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 130 kilometer.
Namun, setelah penggunaan intensif selama sepekan, ada beberapa kekurangan yang mulai terasa.
Kekurangan Polytron Fox 350 Setelah Dipakai Harian
Salah satu hal yang paling disorot adalah absennya fitur jam pada panel speedometer. Meski terlihat sepele, fitur tersebut dianggap penting untuk penggunaan harian.
Selain itu, muncul bunyi berdecit dari bagian windshield saat motor melintasi jalan bergelombang. Bunyi tersebut memang tidak terlalu mengganggu saat menggunakan helm, tetapi cukup terdengar ketika berkendara tanpa helm full face.
Masalah lain ada pada suspensi belakang yang dinilai masih terasa kaku, mirip dengan generasi sebelumnya, Fox-R. Reviewer menyebut pengendara dengan bobot tubuh lebih berat masih akan merasakan bantingan keras di jalan rusak.
Tak hanya itu, standar tengah juga disebut menimbulkan bunyi ketika motor dipacu di jalan tidak rata. Beberapa bagian plastik di area laci depan juga dinilai masih kasar dan kurang rapi dari sisi finishing.
Yang paling menarik perhatian adalah pengalaman saat motor dipakai menanjak di tanjakan ekstrem. Dalam kondisi berhenti di tanjakan sekitar 15 hingga 17 derajat, motor sempat mengalami overheat pada bagian dinamo atau controller.
Baca Juga: Tantangan PDAM, Distribusi hingga Kualitas Air
Indikator error E2.4 muncul di panel meter dengan lampu merah berkedip. Namun setelah didiamkan beberapa menit, motor kembali normal dan tetap bisa digunakan seperti biasa.
Posisi Duduk Jadi Nilai Plus Utama
Meski punya sejumlah kekurangan, Polytron Fox 350 tetap menawarkan banyak kelebihan yang membuatnya menarik di kelas motor listrik Rp15 jutaan.
Salah satu peningkatan terbesar dibanding pendahulunya adalah posisi duduk. Kini pengendara bisa lebih selonjor dan tidak lagi merasa “nangkring” seperti pada model sebelumnya.
Dengan tinggi badan 171 cm, reviewer mengaku posisi riding sudah jauh lebih nyaman untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak menengah.
Tenaga juga menjadi nilai jual utama. Akselerasi motor terasa responsif dengan mode D dan S yang memberikan karakter berbeda. Mode Sport mampu membawa motor melaju hingga 95 km/jam, angka yang tergolong tinggi untuk motor listrik di kelasnya.
Biaya Cas Murah, Cuma Rp6.400 untuk Pulang Pergi Kerja
Hal paling menarik dari review Polytron Fox 350 adalah soal efisiensi biaya operasional.
Motor ini digunakan untuk perjalanan pulang-pergi Depok–Kebon Jeruk sejauh 77,4 kilometer tanpa perlu isi ulang di tengah jalan. Saat sampai rumah, baterai masih tersisa sekitar 10 persen.
Reviewer kemudian menghitung biaya pengisian daya berdasarkan konsumsi listrik 3,7 kWh dan tarif rumah tangga Rp1.699 per kWh. Hasilnya, biaya listrik untuk perjalanan hampir 80 kilometer hanya sekitar Rp6.400.
Angka tersebut jauh lebih murah dibanding motor bensin konvensional untuk jarak serupa.
Selain itu, Polytron Fox 350 juga sudah mendukung fast charging hingga 40 ampere. Secara teori, baterai bisa terisi penuh dalam waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam menggunakan charger cepat.
Fitur Lengkap dan Sistem Sewa Baterai Jadi Daya Tarik
Polytron Fox 350 dibekali berbagai fitur modern seperti keyless, cruise control, hill start assist, hingga fitur mundur untuk memudahkan parkir.
Bagasinya juga cukup luas dan mampu menampung charger, jas hujan, kabel ekstensi, hingga perlengkapan harian lainnya.
Yang paling menarik tentu skema sewa baterai. Motor ini dijual mulai Rp15,5 juta dengan sistem subscription baterai Rp200 ribu per bulan. Sementara versi lengkap dengan baterai dibanderol Rp27,5 juta OTR Jakarta.
Skema tersebut dinilai cocok bagi pengguna pemula yang ingin mencoba motor listrik tanpa khawatir soal kesehatan baterai di masa depan.
Secara desain, Polytron Fox 350 juga tampil lebih modern dengan gaya maxi scooter yang sesuai selera pasar Indonesia. Kombinasi fitur lengkap, biaya operasional murah, dan performa kencang membuat motor listrik ini mulai dilirik sebagai alternatif kendaraan harian.
Editor : Divka Vance Yandriana