JAKARTA – Polytron Fox 500 kembali mencuri perhatian pecinta otomotif Indonesia. Motor listrik flagship dari Polytron ini disebut-sebut sebagai skuter listrik rasa Yamaha XMAX karena punya dimensi besar, posisi berkendara nyaman, dan performa yang jauh di atas rata-rata motor listrik harian.
Sejak pertama kali diperkenalkan, Polytron Fox 500 memang langsung menarik perhatian karena tampil berbeda dibanding motor listrik kebanyakan. Jika mayoritas motor listrik hadir dengan bodi kompak, Fox 500 justru tampil gambot layaknya skuter maxi 250 cc.
Desain besar itu menjadi nilai jual utama. Banyak pengendara bertubuh tinggi merasa akhirnya menemukan motor listrik yang cocok dengan postur mereka. Bahkan sejumlah reviewer otomotif menyebut ukuran Polytron Fox 500 sangat mirip dengan Yamaha XMAX atau Honda Forza.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan OPPO A60: HP Tahan Banting Standar Militer Harga 2 Jutaan, Layakkah Dibeli?
Secara tampilan, Polytron terlihat serius menggarap motor listrik premium ini. Build quality terasa solid dengan minim bunyi bodi bergetar. Lampu-lampu full LED berukuran besar membuat tampilannya semakin futuristis, ditambah windshield tinggi khas skuter touring.
Dimensi Bongsor ala Maxi Scooter
Polytron Fox 500 menggunakan ban ring 14 dengan profil lebar 110/70 di depan dan 140/60 di belakang. Kombinasi tersebut membuat tampilannya semakin gagah sekaligus memberi kestabilan lebih baik saat berkendara.
Suspensi belakang memakai monoshock, sementara pengereman depan-belakang sudah menggunakan cakram. Sistem pengereman ini dinilai cukup pakem untuk menopang bobot motor yang besar.
Meski terlihat premium, ada beberapa detail yang masih terasa sederhana. Salah satunya panel instrumen yang memadukan speedometer analog dan digital. Bagian tengah masih menggunakan jarum analog, sementara layar digital berada di sisi kiri untuk menampilkan informasi baterai, trip meter, hingga jarak tempuh.
Motor ini juga belum menggunakan sistem keyless. Pengguna masih memakai anak kunci konvensional seperti motor matik generasi lama.
Namun fitur-fitur modern tetap tersedia. Polytron Fox 500 sudah dibekali cruise control, lampu hazard, mode berkendara, reverse gear atau gigi mundur, hingga USB charger tipe A di kompartemen depan.
Performa Torsi Instan Jadi Andalan
Di sektor performa, Polytron Fox 500 memakai motor listrik mid-drive berkekuatan 5.000 watt dengan peak power mencapai 14,7 kW. Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang menggunakan belt drive.
Karakter akselerasinya menjadi salah satu aspek yang paling dipuji. Torsi instan khas motor listrik terasa kuat di semua mode berkendara.
Terdapat tiga pilihan mode berkendara, yakni Eco, Drive, dan Sport. Pada mode Eco, kecepatan dibatasi hingga 60 km/jam namun akselerasinya tetap cukup responsif untuk penggunaan dalam kota.
Saat berpindah ke mode Drive, motor terasa jauh lebih agresif dengan limit kecepatan mencapai 95 km/jam. Sedangkan mode Sport menjadi mode paling buas dengan top speed hingga 130 km/jam.
Meski begitu, reviewer menemukan adanya sedikit delay saat tuas gas pertama kali diputar. Kemungkinan setelan ini sengaja dibuat agar pengendara yang baru pertama memakai motor listrik tidak kaget dengan hentakan torsinya.
Nyaman Buat Touring, Tapi Radius Putar Jadi Sorotan
Posisi berkendara menjadi keunggulan lain dari Polytron Fox 500. Joknya lebar dan empuk dengan model terpisah antara pengendara dan penumpang.
Area deck juga luas sehingga kaki bisa selonjoran layaknya skuter touring premium. Namun karena bodinya lebar, pengendara dengan tinggi sekitar 170 cm masih harus sedikit jinjit saat berhenti.
Motor ini terasa sangat nyaman untuk perjalanan jauh. Suspensinya empuk dan posisi stang dibuat rileks sehingga tidak cepat membuat pegal.
Sayangnya ada satu kelemahan yang cukup terasa, yakni radius putar yang besar. Setang memiliki sudut belok terbatas sehingga agak merepotkan saat putar balik atau bermanuver di jalan sempit.
Harga dan Konsumsi Baterai
Polytron Fox 500 dibekali baterai 3,89 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 130 kilometer. Pengisian daya dari nol hingga penuh membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima jam menggunakan charger standar.
Namun penggunaan mode Sport secara agresif tentu memengaruhi konsumsi daya. Dalam pengujian sejauh 15 kilometer, baterai disebut berkurang hingga 22 persen saat mode Eco, Drive, dan Sport dipakai bergantian.
Untuk harga, Polytron Fox 500 dijual sekitar Rp 43 jutaan on the road Jakarta. Motor ini memang jauh lebih mahal dibanding motor listrik entry level, namun Polytron memposisikannya sebagai produk flagship dengan fitur dan dimensi premium.
Bagi pengguna yang mencari motor listrik besar dengan kenyamanan ala maxi scooter, Polytron Fox 500 bisa menjadi salah satu pilihan paling menarik di pasar saat ini.
Editor : Divka Vance Yandriana